Waspada Hoaks Bansos dan Video Deepfake Pejabat Publik

Peredaran informasi palsu di media sosial kembali meningkat, menyasar topik bantuan sosial (bansos) dan video manipulasi tokoh terkenal. Klaim-klaim ini dirancang untuk menipu masyarakat dengan iming-...

Jul 11, 2026 - 20:24
0 0
Waspada Hoaks Bansos dan Video Deepfake Pejabat Publik

Peredaran informasi palsu di media sosial kembali meningkat, menyasar topik bantuan sosial (bansos) dan video manipulasi tokoh terkenal. Klaim-klaim ini dirancang untuk menipu masyarakat dengan iming-iming uang tunai atau untuk merusak reputasi figur publik. Liputan6.com melalui kanal Cek Fakta terus memverifikasi sejumlah klaim viral dan menemukan banyak di antaranya tidak berdasar. Artikel ini merangkum lima temuan penting yang patut diwaspadai: tautan palsu pengecekan bansos PKH dan BPNT, video Sandiaga Uno membagikan dana, klaim keliru tentang Kementerian Agama mewajarkan pencabulan, akun mengatasnamakan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani, serta video deepfake Raffi Ahmad mempromosikan situs judi online. Seluruh klaim ini telah dipastikan menyesatkan atau sepenuhnya hoaks berdasarkan verifikasi fakta.

Tautan Palsu Pengecekan Bansos PKH dan BPNT

Sebuah unggahan di Facebook menyertakan tautan yang diklaim sebagai portal resmi untuk mengecek pencairan bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) senilai Rp1.500.000. Klaim ini sangat berbahaya karena mengincar data pribadi penerima bansos. Berdasarkan verifikasi Liputan6.com, faktanya adalah tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi Kementerian Sosial melainkan ke domain mencurigakan yang meminta data pribadi pengunjung. Sumber resmi hanya dapat diakses melalui cekbansos.kemensos.go.id. Masyarakat diimbau tidak mengisi nama, NIK, atau nomor telepon pada tautan tidak dikenal karena berpotensi disalahgunakan untuk penipuan.

Video Sandiaga Uno Membagikan Bantuan Tunai dan Modal Usaha

Beredar video di Facebook yang memperlihatkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno seolah-olah membagikan bantuan langsung tunai, modal usaha, dan sembako. Klaim ini memanfaatkan rekaman pidato publik yang disunting sehingga seakan berbicara tentang pembagian dana. Verifikasi menemukan bahwa video asli adalah potongan dari acara resmi yang tidak berkaitan dengan program bansos. Tidak ada program pembagian dana dari Sandiaga Uno yang diumumkan melalui akun tidak resmi. Pihak kementerian menegaskan semua program bantuan disalurkan melalui mekanisme resmi dan diumumkan di kanal komunikasi terverifikasi. Klaim ini masuk kategori hoaks karena menyesatkan masyarakat dengan narasi yang dimanipulasi.

Klaim Keliru: Kemenag Mewajarkan Kasus Pencabulan Santri di Pati

Sebuah klaim viral menyebutkan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) mewajarkan kasus pencabulan terhadap santri di Pati, Jawa Tengah. Klaim ini memicu kemarahan publik dan tudingan pembiaran terhadap kekerasan seksual di lembaga pendidikan. Setelah dilakukan penelusuran, faktanya adalah tidak ada pernyataan resmi dari Kemenag yang mewajarkan atau meremehkan kasus tersebut. Pemberitaan yang menjadi rujukan klaim tersebut telah dipelintir konteksnya. Kemenag justru mengutuk keras tindak kekerasan seksual dan telah bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menindak pelaku. Klaim ini dikategorikan sebagai disinformasi yang sengaja diputar untuk merusak reputasi institusi pemerintah.

Akun Palsu Mengatasnamakan Sri Mulyani Bagikan Dana Bansos

Muncul akun Facebook yang mengatasnamakan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan menawarkan dana bansos kepada pengikutnya. Akun tersebut menggunakan foto profil dan nama yang mirip sehingga tampak otentik. Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan bahwa akun tersebut tidak terverifikasi, tidak memiliki centang biru, dan berbeda dengan akun resmi Sri Mulyani yang biasa digunakan. Sri Mulyani tidak pernah menggunakan akun Facebook pribadi untuk membagikan dana bansos. Penipu menggunakan modus meminta sejumlah uang administrasi sebelum dana dicairkan. Faktanya, bansos pemerintah tidak dipungut biaya. Kasus ini adalah penipuan murni yang perlu segera dilaporkan agar tidak memakan korban.

Video Deepfake Raffi Ahmad Promosi Judi Online

Klaim terbaru yang ramai diperbincangkan adalah beredarnya video artis Raffi Ahmad yang tampak mempromosikan situs judi online. Video tersebut dibuat dengan teknologi deepfake canggih yang memanipulasi wajah dan suara Raffi Ahmad sehingga tampak seperti berbicara nyata. Hasil verifikasi menegaskan bahwa video promosi judi online tersebut adalah sepenuhnya palsu. Raffi Ahmad secara terbuka telah membantah keterlibatannya dan menyatakan video itu hasil manipulasi. Pihak kepolisian siber juga telah menerima laporan dan mengonfirmasi penggunaan AI untuk membuat deepfake tersebut. Masyarakat diingatkan untuk lebih teliti mengenali ciri-ciri video deepfake, seperti gerakan bibir yang tidak sinkron dan kualitas audio yang janggal, serta tidak sembarangan menyebarluaskan konten serupa.

Kelimanya menunjukkan pola penipuan yang semakin canggih dan berbahaya. Dari tautan palsu berkedok bansos hingga deepfake video artis, semuanya bertujuan mengeksploitasi kebutuhan finansial atau kepercayaan publik terhadap figur tertentu. Verifikasi forensik oleh Cek Fakta Liputan6.com menegaskan bahwa seluruh klaim ini tidak akurat, menyesatkan, atau sepenuhnya hoaks. Masyarakat diharapkan selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikan ke media sosial dengan mengakses kanal resmi pemerintah atau platform cek fakta terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User