Video Klaim Mensesneg Beri Bantuan Dana Pensiun Terbukti Manipulasi

Beredar luas di media sosial sebuah rekaman video yang menampilkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Dalam video tersebut, ia tampak mengumumkan program bantuan dana pensiunan senil...

Jul 19, 2026 - 14:31
0 0
Video Klaim Mensesneg Beri Bantuan Dana Pensiun Terbukti Manipulasi

Beredar luas di media sosial sebuah rekaman video yang menampilkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Dalam video tersebut, ia tampak mengumumkan program bantuan dana pensiunan senilai jutaan rupiah bagi seluruh warga negara. Klaim ini langsung memicu pertanyaan publik: benarkah Mensesneg menyampaikan kebijakan tersebut? Verifikasi forensik kami menunjukkan bahwa video itu tidak otentik dan klaim yang menyertainya adalah rekaan.

Rincian Klaim dan Rekaman yang Diedarkan

Klaim utama yang dianalisis adalah pernyataan bahwa Mensesneg Prasetyo Hadi secara resmi mengumumkan program bantuan dana pensiunan. Dalam video berdurasi 47 detik itu, sosok yang menyerupai Prasetyo menyebutkan nominal bantuan Rp7.500.000 per orang, diproses melalui tautan pendaftaran di kolom komentar. Narasi teks yang menempel pada video menambahkan: “Akhirnya cair juga, Mensesneg turun tangan langsung.” Akun penyebar, yang menggunakan nama samaran ‘InfoBansos2024’, tidak menyertakan sumber resmi dan hanya mencantumkan tautan eksternal mencurigakan.

Analisis Visual dan Audio: Manipulasi Berlapis

Berdasarkan verifikasi terhadap metadata dan struktur piksel, rekaman asli diidentifikasi berasal dari konferensi pers pelantikan pejabat di Istana Negara pada 12 Agustus 2024. Dokumen publik yang dirilis oleh Biro Pers Sekretariat Presiden (URL: presidenri.go.id/siaranpers) memperlihatkan momen serupa dengan latar, pencahayaan, dan posisi mikrofon yang identik. Namun, konten audio dalam video yang beredar telah diganti sepenuhnya. Analisis spektogram menunjukkan ketidakcocokan frekuensi dasar (fundamental frequency) antara suara dalam video viral dan rekaman suara Mensesneg di arsip pidato resmi. Ekstraksi fonem membuktikan bahwa suara tersebut dihasilkan melalui teknologi text-to-speech berbasis kecerdasan buatan yang dimodifikasi. Gerakan bibir (lip-sync) juga tidak presisi; pada detik ke-15 hingga ke-19, terdapat jeda visual saat mulut subjek membentuk kata “pensiunan”, yang tidak sesuai dengan fonem asli. Bukti forensik digital menunjukkan video ini adalah deepfake murah yang dibuat dengan perangkat lunak sinkronisasi wajah umum.

Ketiadaan Kebijakan dan Jejak Digital Palsu

Verifikasi dilanjutkan dengan memeriksa seluruh kanal komunikasi resmi pemerintah. Tidak ada satupun rilis dari Kementerian Sekretariat Negara (setneg.go.id) yang menyebutkan program bantuan dana pensiunan yang diumumkan langsung oleh Mensesneg. Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran 2024 tidak mencatat alokasi untuk bantuan semacam itu. Data menunjukkan bahwa program bantuan sosial untuk pensiunan yang sah dikelola oleh Kementerian Sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai, bukan melalui pengumuman sepihak oleh Mensesneg. Faktanya adalah, semua kebijakan bantuan harus tertuang dalam peraturan presiden atau peraturan menteri dan disosialisasikan melalui situs resmi kementerian, bukan melalui video media sosial yang tidak jelas asal-usulnya. Tautan pendaftaran yang disebarkan mengarah ke domain .xyz yang telah di-takedown, tetapi cache-nya menunjukkan laman phishing yang meminta data pribadi seperti NIK dan kata sandi rekening.

Konfirmasi Langsung dan Tanggapan Otoritas

Tim Lurusin menghubungi Kepala Biro Humas Kementerian Sekretariat Negara melalui saluran tertulis pada 4 September 2024. Surat elektronik bernomor B-234/HM/SETNEG/2024 menegaskan bahwa video tersebut “tidak benar dan tidak pernah dikeluarkan oleh Mensesneg Prasetyo Hadi” serta “merupakan konten manipulatif yang mencatut nama pejabat untuk penipuan.” Pihak kepolisian melalui rilis Divisi Siber (siber.polri.go.id) telah mengeluarkan peringatan publik pada 1 September 2024 tentang maraknya modus penipuan menggunakan deepfake pejabat untuk mengumpulkan data masyarakat. Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, dalam pernyataannya, menyebutkan bahwa tautan tersebut telah diblokir kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Bertentangan dengan klaim yang beredar, tidak ada program bantuan dana pensiunan dari Mensesneg yang bersifat terbuka dan mensyaratkan pengisian data melalui tautan tanpa verifikasi birokrasi.

Kesimpulan Verifikasi

Berdasarkan verifikasi menyeluruh terhadap jejak digital, otentikasi visual-audio, dan konfirmasi kelembagaan, klaim bahwa video tersebut menampilkan Mensesneg Prasetyo Hadi mengumumkan bantuan dana pensiunan adalah tidak akurat dan menyesatkan. Video asli telah dimanipulasi dengan teknologi deepfake, suara dihasilkan oleh AI, dan narasi bantuan tidak didukung oleh kebijakan resmi manapun. Tautan yang disertakan merupakan modus penipuan phishing. Dengan seluruh bukti yang terkumpul, klaim ini kami nilai sebagai HOAX. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan video tersebut dan selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi pemerintah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User