Aug 26, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Verifikasi Foto Tayangan Upacara Penetapan Presiden Prabowo Subianto

Lurusin memeriksa sebuah foto yang beredar luas di media sosial dengan klaim bahwa gambar tersebut adalah tangkapan layar tayangan langsung upacara penetapan Prabowo Subianto sebagai Presiden ke-8 Rep...

Verifikasi Foto Tayangan Upacara Penetapan Presiden Prabowo Subianto

Lurusin memeriksa sebuah foto yang beredar luas di media sosial dengan klaim bahwa gambar tersebut adalah tangkapan layar tayangan langsung upacara penetapan Prabowo Subianto sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024. Proses verifikasi dilakukan melalui perbandingan sistematis dengan dokumentasi resmi negara, rekaman siaran televisi nasional, serta analisis teknis terhadap karakteristik visual foto. Temuan akhir dirangkum dalam rating SALAH setelah seluruh jalur bukti menunjukkan ketidaksesuaian material antara foto viral dan arsip resmi.

Identifikasi Klaim

Foto tersebut tersebar melalui unggahan pada sejumlah akun media sosial pada rentang 20 hingga 23 Oktober 2024. Narasi yang menyertai menyebut bahwa layar besar di lokasi upacara menampilkan konten yang tidak sesuai dengan prosesi resmi. Dari narasi itu, para penyebar menyimpulkan bahwa pelaksanaan upacara direkayasa atau tidak berlangsung sesuai tayangan yang disiarkan kepada publik.

Sebagian unggahan tidak mencantumkan sumber primer, waktu pengambilan gambar, maupun lokasi persisnya. Pola penyebarannya mengikuti skema umum misinformasi visual: gambar diunggah tanpa konteks, diberi keterangan afirmatif, lalu direplikasi massal oleh akun lain tanpa verifikasi independen. Dalam kerangka pemeriksaan Lurusin, klaim semacam ini dinilai pada kategori BENAR, SEBAGIAN BENAR, MISLEADING, atau SALAH berdasarkan bobot bukti fisik, kesesuaian dengan arsip resmi, dan hasil analisis integritas gambar.

Konteks Upacara Penetapan Presiden

Upacara Penetapan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2024-2029 dilaksanakan pada Minggu, 20 Oktober 2024, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Acara dipimpin pimpinan MPR RI dan disiarkan langsung oleh berbagai stasiun televisi serta kanal resmi lembaga negara. Dokumentasi visual dari prosesi ini tersedia dalam jumlah besar dari sumber-sumber resmi, sehingga memberikan basis pembanding yang kuat bagi proses verifikasi.

Keberadaan arsip visual yang masif justru membuka celah bagi produksi konten manipulatif: elemen nyata dari dokumentasi resmi diambil, disunting, lalu dirakit ulang agar tampak meyakinkan. Teknik ini meningkatkan tingkat kepercayaan awal penerima informasi karena sebagian elemen dalam gambar memang autentik.

Prosedur Verifikasi Forensik

Tim verifikasi menjalankan empat tahap pemeriksaan. Tahap pertama, pencarian balik gambar untuk menelusuri kemunculan paling awal foto tersebut di internet. Tahap kedua, perbandingan frame demi frame antara foto viral dan rekaman siaran resmi pada rentang waktu yang sama. Tahap ketiga, pengecekan silang terhadap arsip foto dan video yang diterbitkan Sekretariat Jenderal MPR RI dan Sekretariat Kabinet. Tahap keempat, analisis teknis terhadap konsistensi pencahayaan, geometri, teks pada papan elektronik, dan jejak suntingan digital.

Standar pembuktian mengikuti prinsip forensik: satu ketidaksesuaian kecil tidak cukup untuk menyimpulkan manipulasi, namun akumulasi ketidaksesuaian material pada beberapa titik pemeriksaan dapat menjadi dasar penilaian yang solid.

Temuan Bukti Kunci

Bukti pertama, rekaman resmi yang dipublikasikan kanal YouTube MPR RI memperlihatkan layar utama ruang sidang menampilkan siaran langsung prosesi pengambilan sumpah jabatan. Konten yang tampak pada foto viral tidak muncul pada satu pun segmen rekaman resmi.

Bukti kedua, arsip foto resmi Sekretariat Kabinet di laman setkab.go.id mendokumentasikan rangkaian momen upacara dari sudut pengambilan gambar yang mirip dengan foto viral. Perbandingan menunjukkan isi layar pada arsip resmi berbeda sepenuhnya dari versi yang beredar.

Bukti ketiga, analisis visual menemukan indikasi komposit digital. Tepi objek pada area layar memperlihatkan pola piksel yang tidak seragam dibandingkan area sekitarnya, sementara arah bayangan pada elemen tertentu tidak konsisten dengan sumber cahaya utama ruangan. Karakteristik semacam ini lazim ditemukan pada hasil manipulasi citra.

Bukti keempat, penelusuran ke media arus utama, kantor berita nasional, dan kanal resmi lembaga negara tidak menemukan satu pun publikasi foto dengan konten serupa pada tanggal kejadian maupun hari-hari setelahnya.

Kesimpulan dan Rating

Berdasarkan verifikasi menyeluruh, klaim bahwa foto tersebut merupakan tangkapan tayangan asli upacara penetapan Presiden Prabowo Subianto tidak akurat. Faktanya adalah foto tersebut merupakan hasil olah digital yang menggabungkan elemen dari sumber berbeda, kemudian disebarkan dengan keterangan menyesatkan. Narasi bahwa upacara direkayasa bertentangan dengan dokumentasi resmi negara serta rekaman siaran puluhan media yang hadir di lokasi.

Publik diingatkan untuk memeriksa sumber primer sebelum membagikan gambar yang berkaitan dengan acara kenegaraan. Dokumentasi resmi sekretariat lembaga negara dan siaran langsung televisi tersedia sebagai rujukan utama.

Rating akhir: SALAH. Foto yang diklaim sebagai tayangan upacara penetapan Presiden Prabowo Subianto terbukti merupakan hasil manipulasi digital, bukan tangkapan siaran langsung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User