Verifikasi: Alasan Pelaut Tidak Menggunakan Kiri dan Kanan di Kapal
Berdasarkan verifikasi yang dilakukan tim Lurusin, beredar klaim di ruang publik bahwa awak kapal tidak menggunakan kata kiri dan kanan untuk menyebut sisi kapal, melainkan istilah port dan starboard....
Berdasarkan verifikasi yang dilakukan tim Lurusin, beredar klaim di ruang publik bahwa awak kapal tidak menggunakan kata kiri dan kanan untuk menyebut sisi kapal, melainkan istilah port dan starboard. Klaim ini diperiksa dengan merujuk pada dokumen regulasi maritim internasional, literatur etimologi, serta praktik navigasi modern. Hasil pemeriksaan menunjukkan klaim tersebut memiliki dasar faktual yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Identifikasi Klaim
Klaim yang diperiksa berbunyi: sisi sebuah kapal tidak disebut kiri dan kanan; pelaut menggunakan istilah khusus yang lahir dari sejarah kemudi dan dipertahankan demi keselamatan navigasi. Pemeriksaan difokuskan pada tiga hal. Pertama, kebenaran penggunaan istilah tersebut dalam praktik nyata. Kedua, asal-usul historisnya. Ketiga, alasan istilah itu bertahan hingga era navigasi modern yang serba digital. Ketiga aspek ini diverifikasi secara terpisah agar tidak ada kesimpulan yang ditarik tanpa bukti.
Verifikasi Istilah: Port dan Starboard
Faktanya adalah, dalam disiplin pelayaran internasional, sisi kapal memang tidak dinamai kiri dan kanan. Sisi kiri kapal, dilihat dari posisi menghadap haluan, disebut port, sedangkan sisi kanan disebut starboard. Data menunjukkan istilah ini terkodifikasi dalam International Regulations for Preventing Collisions at Sea 1972 (COLREGs) yang diterbitkan International Maritime Organization (IMO). Rule 21 regulasi tersebut mengatur lampu navigasi kapal: lampu hijau dipasang di sisi starboard dan lampu merah di sisi port. Kodifikasi ini menegaskan bahwa istilah tersebut bukan sekadar tradisi lisan pelaut, melainkan standar hukum internasional yang mengikat seluruh kapal di perairan internasional. Setiap pelaut bersertifikat wajib menguasainya tanpa kecuali.
Verifikasi Asal-Usul Historis
Berdasarkan verifikasi terhadap literatur etimologi, kata starboard berasal dari bahasa Inggris Kuno stéorbord, gabungan kata stéor yang berarti kemudi dan bord yang berarti sisi kapal. Pada era kapal-kapal awal Eropa utara, termasuk kapal Viking, dayung kemudi dipasang di sisi kanan kapal karena mayoritas pelaut mengendalikannya dengan tangan kanan. Sisi tempat alat kemudi itu kemudian dikenal sebagai steerboard, yang dalam evolusi bahasa berubah menjadi starboard.
Karena dayung kemudi berada di kanan, kapal harus merapat ke dermaga dengan sisi kiri agar kemudi tidak rusak terhimpit dinding pelabuhan. Sisi yang menghadap dermaga itu awalnya disebut larboard dalam tradisi maritim Inggris, merujuk pada sisi pemuatan barang. Namun, catatan sejarah Angkatan Laut Kerajaan Inggris menunjukkan larboard berulang kali memicu kesalahan komunikasi karena bunyinya nyaris identik dengan starboard, terutama ketika perintah diteriakkan di tengah badai. Pada tahun 1844, Angkatan Laut Inggris secara resmi mengganti larboard menjadi port. Keputusan ini merupakan bukti awal bahwa standardisasi istilah di laut dipicu oleh kebutuhan nyata mencegah salah tafsir yang berakibat fatal.
Analisis: Mengapa Kiri dan Kanan Dihindari
Pemeriksaan terhadap praktik navigasi modern mengungkap alasan teknis di balik penghindaran kata kiri dan kanan. Kedua kata itu bersifat relatif terhadap arah hadap pembicara. Jika dua awak kapal saling berhadapan, kiri bagi satu orang adalah kanan bagi yang lain. Dalam situasi darurat, seperti ancaman tabrakan atau manuver menghindar, ambiguitas semacam ini dapat berujung keputusan keliru dalam hitungan detik.
Sebaliknya, port dan starboard bersifat tetap terhadap badan kapal. Starboard selalu sisi kanan dari arah haluan, port selalu sisi kiri, tanpa bergantung pada posisi atau arah hadap siapa pun di atas kapal. Data menunjukkan prinsip serupa dianut dunia penerbangan, yang juga memakai port dan starboard untuk sisi pesawat. Standardisasi ini konsisten dengan ketentuan Konvensi SOLAS (Safety of Life at Sea) yang menempatkan kejelasan komunikasi sebagai komponen fundamental keselamatan pelayaran.
Kesimpulan
Berdasarkan seluruh bukti yang diperiksa, meliputi regulasi COLREGs 1972 dari IMO, catatan etimologi stéorbord, serta keputusan resmi Angkatan Laut Inggris tahun 1844, klaim bahwa pelaut tidak menggunakan kata kiri dan kanan di kapal dinyatakan BENAR. Istilah port dan starboard lahir dari sejarah teknologi kemudi kuno, diuji oleh insiden salah komunikasi, dan dipertahankan hingga kini karena terbukti menghilangkan ambiguitas arah. Faktanya adalah, apa yang tampak sebagai kebiasaan aneh bagi orang awam sesungguhnya merupakan protokol keselamatan yang dikodifikasi dalam hukum internasional. Menyebut kiri dan kanan di atas kapal bukan sekadar tidak lazim, melainkan bertentangan dengan standar navigasi yang dirancang untuk menyelamatkan nyawa manusia di laut.
Comments (0)