Menjelang peringatan seperempat abad tragedi runtuhnya menara kembar World Trade Center pada 11 September 2001 (9/11), mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyulut polemik publik. Trump melontarkan kemarahan terbuka kepada media massa yang terus mempertanyakan keberadaan dan aktivitasnya saat serangan teror paling mematikan dalam sejarah modern AS itu berlangsung. Kali ini, politisi Partai Republik tersebut mengklaim bahwa dirinya sempat dievakuasi oleh dua petugas pemadam kebakaran ke tempat aman sesaat setelah serangan terjadi.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam keterangannya baru-baru ini, di mana ia mengeklaim dibopong oleh petugas pemadam kebakaran di dekat US Steel Building sesaat setelah insiden. Namun, narasi heroik tersebut langsung menuai keraguan tajam dan sorotan kritis dari para pemeriksa fakta independen, mengingat rekam jejak pengakuan Trump mengenai perannya di Ground Zero terus berubah secara dramatis selama lebih dari dua dekade.
Inkonsistensi Narasi Ground Zero dari Waktu ke Waktu
Investigasi terhadap arsip wawancara publik menunjukkan bahwa versi kejadian yang dipaparkan Trump kerap saling bertentangan. Tak lama setelah melontarkan klaim evakuasi oleh petugas pemadam, Trump sendiri kemudian memberikan pernyataan klarifikasi bahwa ia sebenarnya tidak berada di lokasi World Trade Center pada hari runtuhnya gedung tersebut.
Pergeseran cerita ini menambah panjang daftar klaim kontroversial Trump terkait peristiwa 9/11 yang berhasil dihimpun oleh tim pemeriksa fakta:
- Wawancara 11 September 2001: Trump awalnya menyatakan dirinya berada di Trump Tower, Midtown Manhattan—berjarak sekitar 6 kilometer dari Ground Zero—dan menyaksikan peristiwa melalui jendela apartemennya serta siaran televisi.
- Klaim Ratusan Pekerja: Beberapa tahun kemudian, ia mengeklaim telah mengirimkan ratusan pekerja konstruksi miliknya untuk membantu membersihkan puing-puing dan mencari korban selamat di Ground Zero, sebuah klaim yang tidak memiliki catatan resmi di otoritas kota New York.
- Klaim Hadir di Lokasi: Dalam kampanye politiknya, Trump berulang kali menyatakan bahwa dirinya turut menghabiskan banyak waktu di Ground Zero bersama para petugas tanggap darurat (first responders).
- Klaim Evakuasi Terbaru: Menjelang peringatan ke-25 tahun, ia memunculkan alibi baru bahwa dua petugas pemadam membantunya keluar dari bahaya di sekitar US Steel Building.
"Kisah mengenai keberadaan Donald Trump pada peristiwa 9/11 telah berevolusi berkali-kali selama bertahun-tahun, menciptakan narasi yang tidak sinkron dengan fakta dokumenter yang ada," tulis tim investigasi cek fakta Truth or Fake dalam laporannya.
Politisasi Tragedi dan Rekam Jejak Hoaks
Klaim Trump mengenai peristiwa 11 September bukan pertama kalinya memicu perdebatan sengit. Pada kampanye kepresidenan 2015 lalu, ia sempat melontarkan klaim tanpa bukti bahwa ia melihat "ribuan orang bersorak-sorai" di New Jersey saat menara kembar runtuh—tuduhan yang telah berulang kali dibantah oleh aparat penegak hukum, pejabat lokal, dan lembaga verifikasi fakta.
Bagi para sejarawan dan jurnalis investigasi, inkonsistensi yang terus berulang ini mencerminkan pola revisionisme sejarah demi kepentingan pencitraan publik. Memanfaatkan sentimen emosional seputar 9/11 di tengah tensi politik AS dipandang sebagai strategi yang rentan mengaburkan fakta nyata perjuangan para petugas pemadam kebakaran dan relawan medis yang gugur di garis depan penanganan bencana tersebut.
Comments (0)