Ketegangan antara Gedung Putih dan bank sentral Amerika Serikat kembali memanas. Presiden Donald Trump secara terbuka melayangkan kritik keras terhadap kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) sesaat setelah lembaga independen tersebut memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir. Trump secara agresif menuntut agar suku bunga segera dipangkas drastis.
Langkah pengetatan moneter ini langsung memicu gesekan antara Trump dan pimpinan baru The Fed, Kevin Warsh, tokoh yang notabene dipilih langsung oleh Trump untuk menakhodai bank sentral paling berpengaruh di dunia tersebut.
Kronologi Kebijakan dan Eskalasi Pernyataan Trump
Investigasi atas dinamika kebijakan ekonomi AS pekan ini menunjukkan rentetan peristiwa penting yang berlangsung secara cepat:
- Keputusan Kenaikan Suku Bunga The Fed: Dewan Gubernur Federal Reserve mengumumkan kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (0,25%), membawa target suku bunga AS ke kisaran 3,75% hingga 4,00%.
- Rilis Proyeksi Pejabat The Fed: Sebanyak 12 dari 18 pejabat bank sentral memproyeksikan masih akan ada satu kali kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir tahun ini, sementara 4 pejabat lainnya memperkirakan dua kali kenaikan tambahan.
- Reaksi Keras Trump di Truth Social: Tanpa membuang waktu, Trump mengunggah pernyataan frontal yang menyerukan pembalikan arah kebijakan secara instan.
"Suku Bunga di Amerika Serikat seharusnya berada di level 1%, atau bahkan lebih rendah, karena kita memiliki peringkat kredit terbaik di dunia — JAUH LEBIH BAIK," tegas Donald Trump melalui akun Truth Social miliknya.
Ambisi Proteksionisme dan Tekanan Moneter
Dalam narasinya, Trump tidak hanya menyoroti instrumen suku bunga, melainkan juga mengaitkannya dengan agenda perdagangan proteksionis yang agresif. Ia mengklaim perekonomian AS sedang mengalami ledakan investasi baru dan menilai defisit perdagangan sebagai kerugian sepihak bagi Washington.
- Trump berpendapat bahwa penghentian hubungan dagang dengan negara-negara mitra defisit dapat menghasilkan setidaknya US$1,5 triliun per tahun.
- Ia secara terbuka mengartikan defisit sebagai beban ketergantungan yang tidak bisa lagi ditoleransi oleh kas negara.
- Pernyataan tersebut diakhiri dengan instruksi huruf kapital: "LOWER THE INTEREST RATES FOR THE UNITED STATES OF AMERICA, AND FAST!" (Turunkan suku bunga untuk AS, dan cepat!).
Menakar Independensi Kevin Warsh di Bawah Bayang-Bayang Eksekutif
Pengamat kebijakan moneter mencatat satu anomali menarik dalam perseteruan ini: Trump menahan diri untuk tidak menyerang Kevin Warsh secara personal. Sikap ini kontras jika dibandingkan dengan era kepemimpinan mantan Ketua The Fed Jerome Powell, yang kerap menjadi sasaran cemoohan verbal langsung dari sang presiden.
Kendati demikian, intervensi terbuka ini menegaskan kembali ambisi Trump untuk mendikte arah moneter Washington. Dengan The Fed yang masih memperhitungkan tekanan inflasi dan ketidakpastian pasar global, benturan kepentingan antara doktrin ekspansif Gedung Putih dan mandat stabilitas harga The Fed diprediksi akan menjadi ujian integritas terbesar bagi kepemimpinan Warsh ke depan.
Comments (0)