Sep 14, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

Trump Desak The Fed Pangkas Suku Bunga AS Jadi Terendah

Ketegangan antara Gedung Putih dan bank sentral Amerika Serikat kembali memanas. Presiden Donald Trump secara terbuka melontarkan kritik tajam terhadap ara

Trump Desak The Fed Pangkas Suku Bunga AS Jadi Terendah

Ketegangan antara Gedung Putih dan bank sentral Amerika Serikat kembali memanas. Presiden Donald Trump secara terbuka melontarkan kritik tajam terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed), dengan menegaskan bahwa Amerika Serikat seharusnya menikmati tingkat suku bunga pinjaman paling rendah di dunia.

Pernyataan bernada intervensi tersebut dilontarkan Trump hanya berselang beberapa hari sebelum komite pembuat kebijakan moneter, Federal Open Market Committee (FOMC), menggelar pertemuan krusial untuk menentukan arah suku bunga acuan (Fed Funds Rate). Langkah ini memicu perdebatan sengit di kalangan ekonom dan pelaku pasar keuangan global terkait independensi bank sentral.

Kronologi Eskalasi Tekanan Politik terhadap Kebijakan Moneter

Manuver Trump ini menambah daftar panjang tekanan eksekutif terhadap otoritas moneter independen. Berdasarkan penelusuran tim redaksi, berikut adalah rangkaian dinamika kebijakan dan friksi politik yang terjadi:

  1. Siklus Pengetatan Moneter Agresif: The Fed mempertahankan rezim suku bunga tinggi dalam kurun waktu panjang demi meredam lonjakan inflasi pascapandemi yang sempat menyentuh level tertinggi dalam empat dekade.
  2. Keluhan Beban Utang dan Fiskal: Pemerintahan Trump mengeluhkan tingginya biaya pembayaran bunga utang nasional (yield obligasi US Treasury) serta pengetatan likuiditas yang dianggap menghambat ekspansi industri manufaktur domestik.
  3. Pernyataan Terbuka Trump: Beberapa hari menjelang keputusan suku bunga The Fed, Trump melontarkan desakan publik bahwa AS tidak pantas menanggung suku bunga lebih tinggi dibanding negara-negara maju lainnya di Eropa atau Asia.
"Sebagai ekonomi terbesar dan terkuat di dunia, Amerika Serikat seharusnya memiliki suku bunga terendah di dunia. Biaya pinjaman kita seharusnya paling murah untuk mendorong kemakmuran rakyat dan industri," tegas Donald Trump dalam pernyataannya.

Dilema The Fed: Pertaruhan Inflasi vs Independensi Institusi

Desakan Trump menempatkan Ketua The Fed Jerome Powell dalam posisi sulit. Para analis menilai bahwa pemangkasan suku bunga yang terlalu agresif tanpa didukung data penurunan inflasi yang solid ke target 2 persen berisiko menyulut kembali gelombang kenaikan harga kebutuhan pokok.

Di sisi lain, apabila The Fed tunduk pada tekanan politik eksekutif, kredibilitas dolar AS sebagai mata uang cadangan devisa utama dunia dipertaruhkan. Pelaku pasar menyoroti beberapa faktor risiko utama:

  • Volatilitas Pasar Valuta Asing: Pemangkasan suku bunga yang dipaksakan berpotensi melemahkan indeks dolar AS secara drastis terhadap mata uang utama lainnya.
  • Risiko 'Re-flation': Pelonggaran likuiditas di tengah ketatnya pasar tenaga kerja AS berpotensi memicu lonjakan inflasi jilid kedua.
  • Arus Modal Global: Perubahan arah suku bunga AS akan langsung berdampak pada arus modal keluar (capital outflow) atau masuk di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Keputusan The Fed pada pertemuan mendatang dipastikan menjadi penentu arah likuiditas global sepanjang semester ini, sekaligus menguji seberapa kokoh benteng independensi bank sentral menghadapi tekanan politik Gedung Putih.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User