Ancaman krisis pangan parah membayangi wilayah Kabupaten Tangerang, Banten. Serangan kemarau panjang yang dipicu oleh fenomena iklim ekstrem El Nino Godzilla mulai memukul telak sektor pertanian lokal. Berdasarkan data investigasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, sebanyak 311,8 hektare lahan sawah produktif kini berada dalam kondisi kritis dan berpotensi besar mengalami gagal panen total atau puso.
Kondisi ini menyebarkan kekhawatiran mendalam di kalangan petani lokal. Mengeringnya sumber-sumber irigasi primer dan sekunder membuat tanah persawahan merekah, menghentikan suplai nutrisi bagi tanaman padi yang tengah memasuki masa pertumbuhan vital. Tanpa intervensi air yang memadai, kehancuran komoditas beras di daerah ini tinggal menunggu waktu.
Pemetaan Krisis: 17 Kecamatan Berada di Zona Merah
Hasil penelusuran lapangan menunjukkan bahwa dampak kekeringan tidak lagi melanda wilayah terisolasi, melainkan telah meluas secara masif. Krisis air ini tercatat melumpuhkan lahan pertanian yang tersebar di 17 kecamatan dan 27 desa di seluruh penjuru Kabupaten Tangerang.
| Indikator Krisis | Data Lapangan (DPKP) |
|---|---|
| Luas Sawah Terancam Puso | 311,8 Hektare |
| Jumlah Kecamatan Terdampak | 17 Kecamatan |
| Jumlah Desa Terdampak | 27 Desa |
| Penyebab Utama | Kemarau Ekstrem & El Nino Godzilla |
| Bentuk Skema Bantuan | Penyediaan Benih Pengganti Pasca-Puso |
Wilayah-wilayah yang masuk dalam peta kerentanan tinggi ini meliputi Kecamatan Cisoka, Tigaraksa, Gunung Kaler, Kronjo, Solear, Panongan, Teluknaga, Mekar Baru, Jambe, Pakuhaji, Sindang Jaya, Rajeg, Kemiri, Sukadiri, Mauk, Sukamulya, hingga Kresek. Sebagian besar daerah tersebut merupakan lumbung padi andalan yang menopang kebutuhan pangan daerah.
Kronologi Dampak dan Proyeksi Iklim BMKG
Ancaman gagal panen ini berkembang melalui eskalasi cuaca buruk yang terstruktur selama beberapa bulan terakhir:
- Fase Awal Gelombang Panas: Penurunan curah hujan secara drastis mulai terdeteksi, menyebabkan debit sungai dan saluran irigasi menyusut tajam.
- Fase Penurunan Daya Tahan Tanah: Pada pertengahan musim, kelembapan tanah menghilang sepenuhnya, memicu kerusakan akar pada tanaman padi usia muda.
- Fase Kerusakan Total (September): DPKP resmi mengonfirmasi area terdampak puso mencapai angka fantastis 311,8 hektare.
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menegaskan bahwa angka kerusakan tersebut masih berpotensi melonjak drastis jika iklim tak kunjung membaik. "Berdasarkan data per September area terdampak puso seluas 311,8 hektare. Dan diperkirakan akan bertambah sejalan dengan kondisi iklim sesuai dengan prakiraan cuaca dari BMKG," tegas Ujang saat memberikan keterangan resminya.
Respons Pemerintah dan Risiko Krisis Berkelanjutan
Menanggapi situasi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Banten mengambil langkah intervensi cepat. Strategi utama yang disiapkan adalah pendistribusian cadangan benih pengganti bagi para petani yang lahannya dipastikan mengalami puso secara total.
"Pemberian benih pengganti merupakan langkah krusial untuk memastikan rantai produksi petani tidak terputus total pasca-bencana kekeringan berakhir."
Meski bantuan benih telah disiapkan, para pengamat pertanian menilai mitigasi jangka pendek ini belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan mendasar. Tanpa adanya optimalisasi teknologi pompanisasi dan perbaikan infrastruktur penampungan air hulu, ancaman kekeringan akibat El Nino Godzilla di masa depan akan terus menempatkan ketahanan pangan Tangerang pada posisi yang sangat rentan.
Comments (0)