Sep 03, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Tahun Gajah: Penanda Kelahiran Nabi Muhammad yang Perlu Diketahui

Pertanyaan tentang mengapa tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW disebut Tahun Gajah kerap muncul di tengah peringatan Maulid Nabi. Berdasarkan verifikasi terhadap sumber-sumber sejarah Islam, penamaan te...

Tahun Gajah: Penanda Kelahiran Nabi Muhammad yang Perlu Diketahui

Pertanyaan tentang mengapa tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW disebut Tahun Gajah kerap muncul di tengah peringatan Maulid Nabi. Berdasarkan verifikasi terhadap sumber-sumber sejarah Islam, penamaan tersebut bukan sekadar hiasan narasi, melainkan penanda waktu yang lahir dari peristiwa besar pada abad ke-6 Masehi. Tahun Gajah, atau dalam bahasa Arab disebut Amul Fil, merujuk pada tahun ketika pasukan yang membawa gajah menyerang Makkah dengan tujuan menghancurkan Kakbah. Tradisi Islam menyebutkan bahwa pada tahun yang sama, Nabi Muhammad SAW dilahirkan, sehingga tahun tersebut menjadi patokan penanggalan yang diingat lintas generasi.

Makna dan Asal Usul Penamaan Tahun Gajah

Istilah Tahun Gajah merupakan terjemahan dari Amul Fil. Pada masa pra-Islam, masyarakat Arab tidak terbiasa mencatat tahun dengan angka sebagaimana kalender modern. Sebaliknya, mereka menandai waktu dengan mengacu pada peristiwa penting yang pernah terjadi, seperti Tahun Perang, Tahun Kelaparan, atau Tahun Gajah. Peristiwa pasukan gajah dinilai demikian dahsyat sehingga dijadikan patokan oleh penduduk Makkah dan sekitarnya dalam berbagai pencatatan kejadian.

Pentingnya peristiwa ini juga terekam dalam wahyu. Surah Al-Fil, surat ke-105 dalam Al-Qur'an, secara khusus mengisahkan nasib pasukan bergajah tersebut. Ayat pertama berbunyi "Alam tara kaifa fa'ala rabbuka bi ashabil fil" yang artinya "Tidakkah engkau perhatikan bagaimana Tuhanmu bertindak terhadap pasukan bergajah?" Keberadaan satu surat khusus dalam Al-Qur'an menunjukkan bahwa peristiwa ini dianggap memiliki nilai historis dan spiritual yang besar bagi umat Islam, bukan sekadar cerita rakyat yang berkembang di kalangan tertentu.

Kisah Abrahah dan Ekspedisi Pasukan Gajah

Tokoh utama dalam peristiwa Tahun Gajah adalah Abrahah al-Ashram, seorang gubernur Yaman yang memerintah atas nama Kerajaan Aksum dari wilayah Habasyah. Menurut catatan Ibnu Hisyam dalam Sirah Nabawiyah, Abrahah membangun sebuah gereja besar yang diberi nama al-Qullais dengan tujuan mengalihkan arah ibadah bangsa Arab dari Kakbah menuju bangunan tersebut. Upaya ini gagal karena masyarakat Arab tetap memuliakan Kakbah, bahkan sebagian di antaranya menodai gereja itu sehingga memicu kemarahan sang gubernur.

Merasa terhina, Abrahah kemudian menyusun pasukan besar yang dipimpin langsung olehnya, lengkap dengan beberapa ekor gajah perang. Pasukan ini bergerak dari Yaman menuju Makkah. Namun, ketika tiba di daerah sekitar Makkah yang dikenal dengan nama al-Mughammas, pasukan tersebut dihentikan. Riwayat menyebutkan bahwa gajah yang dikendalikan oleh seorang penunggang bernama Abradah menolak bergerak maju ke arah Kakbah, padahal ia patuh melangkah ke arah lain. Selanjutnya, pasukan Abrahah dihancurkan oleh serangan burung ababil yang menjatuhkan batu dari tanah yang dibakar, sebagaimana digambarkan dalam Surah Al-Fil.

Sebagian penafsir dan sejarawan modern menawarkan pembacaan alternatif atas peristiwa tersebut. Sebagian menafsirkan serangan burung ababil sebagai gambaran wabah penyakit cacar atau campak yang melanda pasukan Abrahah, sebagaimana disebutkan dalam sejumlah riwayat bahwa tentara yang tersisa menderita penyakit kulit yang parah. Perbedaan tafsir ini tidak mengubah fakta inti bahwa ekspedisi Abrahah berakhir dengan kegagalan total dan pasukannya binasa sebelum sempat mencapai Kakbah.

Kelahiran Nabi Muhammad pada Tahun Gajah

Hubungan antara Tahun Gajah dan kelahiran Nabi Muhammad SAW berakar pada tradisi sirah yang dicatat para ulama. Menurut riwayat yang diterima luas, Nabi Muhammad SAW lahir pada bulan Rabiul Awal, dan sebagian besar ulama menyebut tanggal 12 Rabiul Awal, yang bertepatan dengan sekitar tahun 570 Masehi. Para sejarawan menempatkan kelahiran ini pada tahun yang sama dengan peristiwa pasukan gajah, sehingga masyarakat Arab menjadikan peristiwa tersebut sebagai penanda waktu kelahiran beliau.

Konteks sosial kelahiran ini juga penting untuk dipahami. Nabi Muhammad SAW lahir dalam keadaan yatim karena ayahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib, telah wafat lebih dahulu. Beliau kemudian diasuh oleh ibunya, Aminah binti Wahb, lalu oleh kakeknya dan pamannya. Kelahiran pada Tahun Gajah, dalam pandangan para ulama sirah, menjadi pertanda bahwa peristiwa besar itu hadir beriringan dengan lahirnya seorang tokoh yang kelak membawa perubahan besar bagi peradaban manusia.

Perdebatan Para Sejarawan tentang Tahun Pasti

Meski tradisi menghubungkan kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan Tahun Gajah, para sejarawan tidak sepenuhnya sepakat tentang angka tahun pastinya. Sebagian peneliti memperkirakan ekspedisi Abrahah terjadi antara tahun 568 hingga 570 Masehi, sementara sebagian lainnya memberikan rentang waktu yang lebih luas. Perbedaan ini wajar karena masyarakat Arab pada masa itu belum memiliki kalender tertulis yang seragam, dan pencatatan peristiwa sebagian besar bergantung pada tradisi lisan yang baru dibukukan berabad-abad kemudian.

Kendati demikian, perbedaan perhitungan tersebut tidak mengurangi validitas penamaan Tahun Gajah sebagai penanda historis. Yang menjadi konsensus di kalangan ulama dan sejarawan adalah bahwa ekspedisi Abrahah benar-benar terjadi sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW dan menjadi peristiwa yang cukup monumental untuk dijadikan patokan waktu oleh masyarakat Arab. Al-Qur'an yang mengabadikan peristiwa ini dalam satu surat tersendiri memperkuat posisinya sebagai fakta yang diyakini umat Islam, bukan sekadar legenda.

Kesimpulan

Berdasarkan verifikasi terhadap sumber-sumber sirah, tafsir, dan catatan sejarah, dapat disimpulkan bahwa penamaan Tahun Gajah merujuk pada tahun terjadinya serangan pasukan bergajah pimpinan Abrahah terhadap Kakbah yang berakhir dengan kehancuran pasukan tersebut. Kelahiran Nabi Muhammad SAW yang bertepatan pada tahun yang sama menjadikan istilah ini lekat dengan peristiwa kelahiran beliau. Dengan demikian, klaim bahwa tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW disebut Tahun Gajah adalah benar dan didukung oleh sumber-sumber resmi umat Islam, termasuk Al-Qur'an Surah Al-Fil dan kitab-kitab sirah seperti karya Ibnu Hisyam. Meskipun detail tanggal pasti masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan, kesimpulan tentang hubungan antara peristiwa pasukan gajah dan kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak terganggu oleh perbedaan tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User