Sep 14, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Surabaya — Kebakaran Rumah di Simorejo Menewaskan Dua Bocah

Aroma hangus masih menyengat tajam di pemukiman padat Jalan Simorejo Gang 16 Nomor 4, Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya. Suasana tenan

Surabaya — Kebakaran Rumah di Simorejo Menewaskan Dua Bocah

Aroma hangus masih menyengat tajam di pemukiman padat Jalan Simorejo Gang 16 Nomor 4, Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya. Suasana tenang pada Minggu (13/9) sore mendadak berubah menjadi gelombang kepanikan massal saat kobaran api membumbung tinggi menyelimuti sebuah rumah warga. Musibah tragis tersebut menyisakan duka mendalam setelah dua orang anak balita ditemukan tewas terperangkap di dalam kamar yang terbakar hebat.

Kepulan asap hitam pekat mulai terlihat membumbung tinggi dari bagian atap rumah sekitar pukul 15.30 WIB. Warga sekitar yang menyadari adanya bahaya kebakaran langsung berhamburan keluar rumah sambil membawa peralatan seadanya. Namun, konstruksi bangunan yang rapat serta akses gang yang sempit menjadi tantangan berat bagi warga setempat yang berupaya menaklukkan si jago merah sebelum tim pemadam kebakaran tiba.

Kronologi Kesaksian Warga dan Detik-Detik Mencekam

Berdasarkan hasil penelusuran di lokasi kejadian, kobaran api menjalar sangat cepat dari lantai dasar menuju area atas rumah. Suara teriakan histeris meminta tolong sempat terdengar dari penghuni rumah sebelum lidah api kian membesar dan menutup akses jalan keluar.

"Kami melihat asap tebal tiba-tiba membendung dari arah dalam atap. Warga langsung bergotong-royong menyiramkan air pakai ember seadanya, tapi api terlalu cepat membesar. Kami benar-benar tidak menyangka kalau ada dua anak balita yang masih terjebak di kamar belakang," ungkap Budi (45), salah satu saksi mata warga lokal.

Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya bergerak cepat mendatangkan sedikitnya 6 unit mobil pemadam kebakaran menuju lokasi kejadian. Dalam kurun waktu kurang dari 10 menit, armada pertama berhasil menerobos jalur pemukiman padat dan langsung melakukan lokalisasi agar api tidak merambat ke bangunan tetangga yang berdempetan.

Analisis Data Insiden dan Penanganan Petugas

Proses pemadaman berlangsung sangat mencekam. Petugas pemadam harus menembus ketebalan asap pekat yang mengurung seluruh ruangan. Naas, saat proses penyisiran dan pendinginan dilakukan di area kamar tidur, dua korban yang masih anak-anak ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa akibat terhirup gas karbon monoksida dan menderita luka bakar parah.

Indikator Insiden Detail Kejadian
Waktu Kejadian Minggu, 13 September, Pukul 15.30 WIB
Lokasi Spesifik Jl. Simorejo Gang 16 No. 4, Sukomanunggal, Surabaya
Korban Jiwa 2 Bocah Meninggal Dunia
Armada Dikerahkan 6 Unit DPKP Kota Surabaya
Dugaan Penyebab Korsleting arus pendek listrik

Pihak kepolisian dari Polsek Sukomanunggal bersama Tim Inafis Polrestabes Surabaya langsung memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan investigasi mendalam guna memastikan penyebab pasti dari munculnya titik api tersebut.

Evaluasi Keselamatan Pemukiman Padat Surabaya

Tragedi di kawasan Simorejo ini kembali menegaskan tingginya kerentanan kawasan pemukiman padat penduduk di Kota Surabaya terhadap potensi bahaya kebakaran. Mayoritas pemukiman lama kerap terkendala instalasi listrik yang kurang memadai serta minimnya sirkulasi jalur evakuasi darurat, sehingga ketika timbul percikan arus pendek, api dengan mudah membesar tanpa sempat diantisipasi.

Pengamat keselamatan pemukiman mengingatkan pentingnya ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap tingkatan RT/RW. "Mitigasi mandiri dan kemudahan akses alat pemadam awal merupakan faktor krusial untuk menekan angka kematian saat kebakaran melanda kawasan pemukiman padat," terang pakar kebencanaan setempat.

Saat ini, jenazah kedua korban telah dievakuasi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk proses pemulasaraan dan otopsi lebih lanjut, sementara pihak keluarga korban masih dalam pendampingan tim psikologis akibat trauma berat yang dialami.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User