Sep 15, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Sidang Pembunuhan Federico Aramburu Ungkap Rekam Jejak Kekerasan Pelaku

Ruang sidang Pengadilan Kriminal Paris (Cour d'assises de Paris) diselimuti suasana kelam dan emosional ketika keluarga mendiang mantan atlet rugbi interna

Sidang Pembunuhan Federico Aramburu Ungkap Rekam Jejak Kekerasan Pelaku

Ruang sidang Pengadilan Kriminal Paris (Cour d'assises de Paris) diselimuti suasana kelam dan emosional ketika keluarga mendiang mantan atlet rugbi internasional asal Argentina, Federico Martín Aramburú, memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim. Sidang lanjutan atas kasus pembunuhan berdarah dingin ini mempertegas jurang pemisah moral antara sang atlet yang dikenal hangat dan dua terdakwa yang memiliki riwayat panjang kekerasan jalanan.

Dua terdakwa utama, Loïk Le Priol dan Romain Bouvier—keduanya diketahui memiliki relasi kuat dengan gerakan ekstremis sayap kanan Groupe Union Défense (GUD)—hanya tertunduk kaku saat masa lalu dan tindakan brutal mereka dibongkar satu per satu di ruang persidangan.

Kronologi Tragedi di Jantung Kota Paris

Investigasi kepolisian dan rekonstruksi persidangan kembali memetakan detik-detik mencekam yang merenggut nyawa sang mantan atlet pada dini hari 19 Maret 2022:

  1. Pukul 05.45 CET: Perselisihan verbal bermula di teras kafe Le Mabillon, Boulevard Saint-Germain, Paris, setelah kelompok terdakwa melontarkan provokasi kepada Aramburú dan rekannya, Shaun Hegarty.
  2. Pukul 06.05 CET: Keributan sempat dilerai oleh staf keamanan setempat, dan kedua pihak berpisah ke arah berlawanan.
  3. Pukul 06.12 CET: Terdakwa kembali dengan kendaraan bermotor, membawa senjata api semi-otomatis, lalu memburu Aramburú di trotoar Rue de Seine.
  4. Pukul 06.15 CET: Beberapa tembakan dilepaskan dari jarak dekat; empat peluru menembus tubuh Federico Martín Aramburú, yang mengakibatkan dirinya tewas seketika di lokasi kejadian akibat pendarahan hebat.

Kesaksian Emosional Keluarga Memojokkan Terdakwa

Hari persidangan menjadi pukulan telak bagi pihak pembela terdakwa setelah ibunda Aramburú dan para sahabat terdekatnya naik ke mimbar saksi. Kesaksian mereka menghadirkan potret utuh seorang ayah, kawan, dan figur publik yang menjunjung tinggi sportivitas serta nilai-nilai kemanusiaan.

"Anak saya tidak dibunuh dalam perkelahian yang adil; dia dieksekusi secara pengecut oleh orang-orang yang hanya memahami bahasa kebencian dan senjata," tegas ibunda korban dengan nada bergetar di hadapan majelis hakim.

Penuntut umum menyoroti kontras yang nyata antara profil Aramburú—yang mengoleksi 22 penampilan bersama tim nasional rugbi Argentina Los Pumas—dengan rekam jejak kriminal Le Priol dan Bouvier. Kedua terdakwa sebelumnya telah berulang kali berurusan dengan aparat penegak hukum atas kasus penganiayaan berat dan keterlibatan dalam kelompok radikal ультра-kanan.

Ancaman Hukuman Berat Menanti

Proses pembuktian forensik dan balistik kian memperkuat dugaan adanya unsur perencanaan dan kesengajaan membunuh dalam tindakan penembakan tersebut. Tim jaksa menuntut agar pengadilan menjatuhkan hukuman maksimal atas dakwaan pembunuhan berencana.

  • Barang Bukti Kunci: Rekaman CCTV jalanan dan residu mesiu yang ditemukan pada pakaian terdakwa.
  • Motif Kekerasan: Aksi brutal yang dipicu oleh agresi berlebihan dan kepemilikan senjata api ilegal.
  • Potensi Vonis: Ancaman hukuman penjara seumur hidup bagi para pelaku utama.

Persidangan yang menyita perhatian publik Prancis dan Argentina ini diperkirakan akan berlanjut hingga pekan depan untuk mendengarkan pledoi dari kuasa hukum terdakwa sebelum majelis hakim menjatuhkan vonis akhir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User