Sep 18, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Saskatoon — Mantan Kepala Sekolah Diadili atas Penganiayaan Korban Murid

Langkah kaki Duff Arthur Friesen menapaki tangga beton Gedung Pengadilan King's Bench di Saskatoon, Saskatchewan, terasa berat. Sambil menggenggam erat kot

Saskatoon — Mantan Kepala Sekolah Diadili atas Penganiayaan Korban Murid

Langkah kaki Duff Arthur Friesen menapaki tangga beton Gedung Pengadilan King's Bench di Saskatoon, Saskatchewan, terasa berat. Sambil menggenggam erat kotak arsip karton putih berisi berkas-berkas hukum, mantan kepala sekolah swasta berbasis Kristen tersebut kini menghadapi momen penghakiman atas dugaan rekam jejak kelam yang disembunyikannya selama puluhan tahun. Di hadapan dewan juri, Friesen harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang didakwa melakukan tindak pidana kekerasan fisik terhadap sejumlah mantan siswanya menggunakan dayung kayu tebal.

Bayang-Bayang Kedisiplinan Ekstrem di Sekolah Keagamaan

Penyelidikan mendalam terhadap rekam jejak Legacy Christian Academy (sebelumnya dikenal sebagai Christian Centre Academy) menyingkap fakta mengerikan terkait metode kedisiplinan yang diterapkan institusi tersebut. Friesen secara resmi menghadapi lima dakwaan penganiayaan dengan senjata. Dalam hukum pidana Kanada, dayung kayu yang digunakannya untuk memukul murid dikategorikan sebagai senjata karena potensi cedera fisik serius dan luka permanen yang ditimbulkannya.

Kesaksian para mantan murid mengungkapkan pola kekerasan sistematis yang dibungkus dengan narasi doktrin agama. Beberapa korban mengingat bagaimana mereka dipanggil ke ruang kepala sekolah hanya karena pelanggaran sepele, untuk kemudian menerima hukuman cambuk dayung kayu hingga mengalami luka memar parah.

"Kami diajarkan bahwa kepatuhan mutlak adalah bentuk kesucian, tetapi apa yang kami terima di ruang itu bukanlah kedisiplinan—itu adalah penyiksaan yang disengaja," ungkap salah satu mantan siswa dalam kesaksiannya di persidangan.

Argumen Penutup: Batas Antara Mendidik dan Penganiayaan Pidana

Memasuki tahap akhir persidangan juri, jaksa penuntut umum menekankan bahwa tindakan Friesen telah melampaui batas kewajaran hukum dan moral. Doktrin kedisiplinan institusi tidak bisa dijadikan tameng untuk menghindarkan seseorang dari jerat hukum pidana kekerasan.

Berikut adalah perbandingan konteks penegakan disiplin yang mencuat dalam fakta persidangan:

Kategori Analisis Klaim Pembelaan Terdakwa Fakta Temuan Penyelidikan
Metode Hukuman Kedisiplinan fisik terukur sesuai doktrin internal. Penggunaan dayung kayu tebal yang meninggalkan bekas luka fisik dan trauma psikologis.
Legitimasi Hukum Hak prerogatif pengajar dalam mengendalikan murid. Memenuhi unsur tindak penganiayaan menggunakan senjata di bawah hukum pidana Kanada.

Dalam argumen penutupnya, tim jaksa menegaskan bahwa perbuatan terdakwa telah merenggut rasa aman para murid di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat paling aman untuk belajar. Sebaliknya, pihak pembela berusaha berargumen bahwa tindakan tersebut terjadi dalam konteks norma sekolah pada zaman itu, sebuah dalih yang ditolak keras oleh para penyintas.

Trauma Sistematis dan Resonansi Sosial

Kasus yang menjerat Duff Friesen hanyalah puncak gunung es dari penyelidikan skala besar terhadap institusi pendidikan swasta di Saskatchewan. Puluhan alumni telah bersuara, menuntut akuntabilitas dari pengurus sekolah dan pejabat yang membiarkan praktik kekerasan berlangsung tanpa pengawasan selama bertahun-tahun. Para korban kini tidak hanya menuntut keadilan di pengadilan pidana, tetapi juga memperjuangkan perubahan hukum agar perlindungan anak di institusi keagamaan dapat dijamin secara ketat.

Kini, nasib Duff Friesen berada penuh di tangan 12 anggota juri. Keputusan mereka tidak sekadar menentukan nasib seorang mantan kepala sekolah, tetapi juga menjadi penentu apakah luka sejarah dan trauma panjang para korban akhirnya mendapatkan pengakuan serta keadilan yang layak di mata hukum.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User