Aug 25, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Rumah Roboh dan Trauma: Kisah Warga Golo Lanak Pasca-Gempa NTT

Guncangan dahsyat yang menerjang Nusa Tenggara Timur menyisakan bekas yang sulit dilupakan. Salah satu wilayah yang paling merasakan dampaknya adalah Desa Golo Lanak di Kabupaten Manggarai, tempat pul...

Rumah Roboh dan Trauma: Kisah Warga Golo Lanak Pasca-Gempa NTT

Guncangan dahsyat yang menerjang Nusa Tenggara Timur menyisakan bekas yang sulit dilupakan. Salah satu wilayah yang paling merasakan dampaknya adalah Desa Golo Lanak di Kabupaten Manggarai, tempat puluhan kepala keluarga kini kehilangan tempat berteduh dalam hitungan detik. Peristiwa itu tidak hanya meruntuhkan bangunan, tetapi juga mengguncang rasa aman warga yang selama ini hidup tenang di kaki perbukitan.

Detik-Detik Ketika Bumi Bergetar

Gempa datang tanpa peringatan apa pun. Warga yang tengah beraktivitas di rumah, di ladang, maupun di dapur mendadak harus berlari keluar menyelamatkan diri. Suara gemuruh dari dalam tanah diikuti getaran yang semakin kuat membuat banyak orang hanya bisa berteriak dan berpegangan pada apa pun yang ada di dekatnya. Anak-anak menangis ketakutan, sementara orang tua berusaha menenangkan sambil bergegas mengungsikan keluarga ke tanah lapang.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga, getaran terasa berlangsung cukup lama sehingga banyak yang tidak sempat menyelamatkan barang berharga. Sejak saat itu, malam-malam di Desa Golo Lanak tidak lagi sama. Suara gemuruh kecil sekalipun kini cukup untuk membuat warga kembali berlari keluar rumah, terbangun dari tidur, atau meninggalkan aktivitas yang sedang dikerjakan.

Rumah Roboh, Isi Rumah Tertimbun

Dampak fisik yang paling terlihat adalah kerusakan rumah warga. Sebagian besar bangunan di desa tersebut dibangun dari material sederhana, sehingga tidak mampu bertahan menghadapi guncangan berkekuatan besar. Dinding retak, atap runtuh, dan tiang penyangga patah menjadi pemandangan yang kini menghiasi hampir setiap sudut desa. Sebagian rumah bahkan roboh total dan rata dengan tanah.

Di balik tumpukan puing itu, tersimpan kisah kehilangan. Perlengkapan dapur, perabotan rumah tangga, hasil panen yang baru disimpan, hingga dokumen penting ikut tertimbun material bangunan. Warga yang masih berani mendekati reruntuhan melakukannya dengan hati-hati, berusaha menyelamatkan sisa harta yang masih bisa digunakan. Bagi banyak keluarga, rumah yang roboh bukan sekadar bangunan, melainkan tumpukan kenangan yang ikut hancur.

Trauma yang Tak Terlihat

Kerusakan fisik hanyalah satu sisi dari persoalan. Sisi lain yang tidak kalah serius adalah trauma psikologis yang dialami warga, terutama anak-anak dan lansia. Beberapa anak dilaporkan enggan tidur di dalam ruangan karena takut gempa kembali terjadi. Sebagian warga dewasa juga mengalami gangguan tidur dan rasa cemas berlebihan setiap kali mendengar suara yang mirip getaran.

Para tokoh masyarakat setempat menyebut bahwa pendampingan psikososial menjadi kebutuhan mendesak yang tidak boleh diabaikan. Pemulihan fisik memang penting, tetapi pemulihan rasa aman justru menjadi fondasi agar warga berani kembali menata kehidupan. Tanpa itu, proses membangun kembali rumah dan mata pencaharian akan berjalan jauh lebih berat.

Bertahan di Tengah Keterbatasan

Di tengah kondisi yang serba terbatas, warga Golo Lanak tetap berusaha saling membantu. Gotong royong membersihkan puing, mendirikan tenda darurat, dan berbagi makanan menjadi pemandangan yang mengharukan. Bantuan awal yang tiba masih jauh dari cukup, tetapi semangat untuk bertahan hidup tidak pernah padam. Mereka yang rumahnya masih berdiri membuka pintu bagi tetangga yang kehilangan tempat tinggal.

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera menyalurkan bantuan logistik, material bangunan, serta tenaga kesehatan yang dibutuhkan. Perbaikan akses jalan yang sempat terganggu akibat gempa juga menjadi perhatian utama agar bantuan bisa menjangkau desa secara cepat dan merata.

Harapan di Tengah Puing

Meski puing masih berserakan dan trauma belum sepenuhnya pulih, warga Golo Lanak menyimpan harapan untuk bangkit kembali. Mereka sadar bahwa proses pemulihan tidak akan berlangsung singkat. Namun, dengan dukungan yang tepat dan kesolidaritasan yang terjaga, desa yang kini porak-poranda perlahan dapat berdiri kembali.

Peristiwa ini menjadi pengingat betapa rapuhnya kehidupan manusia di hadapan kekuatan alam, sekaligus pengingat bahwa ketangguhan sebuah komunitas justru teruji saat keadaan paling sulit. Rumah boleh roboh, tetapi harapan warga Golo Lanak untuk kembali hidup tenang tidak ikut runtuh. Yang dibutuhkan sekarang adalah kepastian bantuan, pendampingan, dan waktu bagi warga untuk menyembuhkan luka yang ditinggalkan gempa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User