Ronaldo Cetak Gol Bersejarah, Portugal Taklukkan Uzbekistan
Di usianya yang ke-41 tahun, Cristiano Ronaldo masih menulis ulang buku rekor sepak bola dunia. Pada laga Grup F Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Portugal melawan Uzbekistan di Estadio BBVA, Monter...
Di usianya yang ke-41 tahun, Cristiano Ronaldo masih menulis ulang buku rekor sepak bola dunia. Pada laga Grup F Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Portugal melawan Uzbekistan di Estadio BBVA, Monterrey, Meksiko, Senin (15/6/2026) malam waktu setempat, megabintang asal Portugal itu mencetak satu gol spektakuler yang membawa timnya menang 3-1. Tendangan voli kaki kanan dari luar kotak penalti pada menit ke-65 menggetarkan seluruh stadion, sekaligus menempatkan dirinya sebagai satu-satunya pemain yang mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berturut-turut (2006, 2010, 2014, 2018, 2022, 2026).
Pertandingan berjalan ketat sejak menit awal. Uzbekistan, yang tampil untuk pertama kalinya di putaran final Piala Dunia, menunjukkan permainan disiplin dan berhasil menahan Portugal 0-0 di babak pertama. Kiper veteran Eldorbek Suyunov tampil gemilang dengan lima penyelamatan krusial. Namun, dominasi Portugal tak bisa dibendung. Gol pembuka dicetak oleh Bruno Fernandes lewat titik penalti setelah João Félix dilanggar di kotak terlarang. Uzbekistan sempat menyamakan kedudukan melalui sundulan bek tengah Husniddin Aliqulov, memanfaatkan sepak pojok.
Ronaldo yang sepanjang pertandingan mendapat pengawalan ketat dua bek, akhirnya menemukan celah. Menerima umpan lambung brilian dari Rafael Leão, ia mengontrol bola dengan dada sebelum melepaskan tendangan voli keras yang tak mampu dihalau Suyunov. Gol itu disambut selebrasi khas ‘SIUUU’ yang diikuti puluhan ribu penonton, termasuk anak-anaknya yang hadir di tribune VIP.
Rekor Demi Rekor
Dengan gol tersebut, Ronaldo kini mengoleksi total 12 gol dalam sejarah Piala Dunia, menyamai rekor Pelé (Brasil) dan Just Fontaine (Prancis). Ia juga menjadi pemain tertua kedua yang mencetak gol di Piala Dunia setelah Roger Milla (Kamerun) yang mencetak gol di usia 42 tahun pada 1994. Statistik dari FIFA menunjukkan bahwa Ronaldo juga memecahkan rekor jumlah penampilan di Piala Dunia dengan 26 pertandingan, melampaui rekor Lothar Matthäus (25 laga).
Kapten Portugal itu tampil penuh semangat meski banyak yang meragukan kebugarannya. Sejak bergabung dengan klub Arab Saudi, Al-Nassr, pada 2023, ia terus menjaga kondisi fisik prima. Pelatih Portugal, Roberto Martínez, memuji performa Ronaldo. “Cristiano adalah fenomena. Dedikasinya luar biasa. Gol itu adalah hasil dari kerja kerasnya di setiap sesi latihan. Dia pantas mendapatkan momen ini,” ujar Martínez dalam konferensi pers usai laga.
Jalan Portugal Selanjutnya
Kemenangan ini memastikan Portugal lolos ke babak 16 besar dengan status juara grup. Mereka akan menghadapi runner-up Grup E, kemungkinan besar Belgia atau Korea Selatan. Uzbekistan sendiri masih berpeluang lolos jika berhasil menang di laga terakhir melawan Ghana.
Bagi para penggemar, sorotan utama tetap pada Ronaldo. Foto dirinya merayakan gol dengan tangan terlentang, diabadikan oleh fotografer AFP, Charlotte Wilson, dari sudut rendah yang menangkap ekspresi penuh determinasi. Gambar itu dengan cepat menjadi viral di seluruh dunia. Ini mungkin Piala Dunia terakhir bagi peraih lima Ballon d’Or tersebut, tetapi ia membuktikan bahwa legenda tidak pernah pudar; ia hanya mencari cara baru untuk bersinar.
Comments (0)