Profil Timnas Swiss dan Ranking FIFA: Pernah Menang vs Argentina?
Timnas Swiss menjadi salah satu kejutan di Piala Dunia 2026 dengan melaju ke perempat final untuk pertama kalinya setelah lebih dari setengah abad. Bertemu raksasa Argentina di babak ini, Swiss datang...
Timnas Swiss menjadi salah satu kejutan di Piala Dunia 2026 dengan melaju ke perempat final untuk pertama kalinya setelah lebih dari setengah abad. Bertemu raksasa Argentina di babak ini, Swiss datang dengan modal kepercayaan diri tinggi, rekor pertahanan terbaik, dan ranking FIFA yang terus meningkat. Pertanyaan yang muncul adalah: apakah Swiss punya catatan kemenangan atas Argentina sebelumnya? Jawabannya adalah tidak, namun sejarah membuka kemungkinan bahwa pertemuan di turnamen besar bisa melahirkan kejutan baru.
Berdasarkan data FIFA per Juni 2026, Timnas Swiss menempati peringkat ke-12 dunia dengan 1.683 poin, hanya terpaut beberapa strip dari Argentina di posisi ke-5. Lonjakan ini terjadi setelah penampilan impresif di babak grup dan 16 besar, di mana mereka mengalahkan Kamerun 2-0, imbang dengan Italia 1-1, menang 3-1 atas Kanada, lalu menyingkirkan Denmark lewat adu penalti di babak 16 besar. Pelatih Murat Yakin telah membangun sistem pertahanan yang solid serta transisi serangan cepat yang mematikan. Kekuatan Swiss tidak lagi hanya bertumpu pada pengalaman, tetapi juga pada kecepatan pemain-pemain mudanya.
Dalam enam kali pertemuan sepanjang sejarah, Swiss tak pernah sekalipun mengalahkan Argentina. Mereka menelan empat kali kekalahan dan dua kali hasil imbang. Salah satu pertemuan paling diingat adalah di Piala Dunia 2014, ketika Argentina menang 1-0 di babak 16 besar melalui gol di menit akhir dari Ángel Di María. Namun, skuad Swiss kali ini berbeda: lebih matang, lebih cepat, dan bersama pemain seperti Breel Embolo yang telah mencetak empat gol di turnamen ini serta Granit Xhaka yang menjadi jendral lapangan, asa untuk membalikkan sejarah terbuka lebar.
Skuad inti Swiss di PD 2026 dihuni oleh pemain-pemain yang merumput di liga-liga top Eropa. Di bawah mistar ada Yann Sommer yang sudah 38 tahun, namun refleksnya masih tajam, terbukti dengan penyelamatan penting saat adu penalti melawan Denmark. Lini belakang dijaga oleh Manuel Akanji yang tangguh dan Nico Elvedi, dengan Fabian Schar sebagai pelapis berpengalaman. Di sektor sayap, Silvan Widmer dan Ricardo Rodríguez memberikan keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Sementara di lini tengah, duet Xhaka dan Denis Zakaria menjadi motor yang menghubungkan pertahanan dengan lini depan. Embolo sebagai ujung tombak dibantu oleh Ruben Vargas dan Noa Okafor yang agresif.
Salah satu kejutan di skuad Yakin adalah kemunculan winger muda berusia 20 tahun, Ardon Jashari, yang meski lebih sering bermain sebagai pemain pengganti, berhasil mencuri perhatian dengan dua assist. Kehadiran pemain muda ini menambah dimensi baru dalam serangan Swiss yang sebelumnya sering dianggap lambat. Analis sepak bola menilai Yakin berhasil memadukan pengalaman dan energi muda dengan sangat baik. “Swiss 2026 adalah tim yang tidak hanya bertahan dan menunggu, mereka bisa menekan dan menyakiti lawan dengan cepat,” tulis laporan teknis UEFA.
Di sisi Argentina, meski Lionel Scaloni masih mengandalkan Lionel Messi yang kini berusia 39 tahun, kedalaman skuad mereka tidak bisa dipandang remeh. Messi tidak lagi menjadi tumpuan satu-satunya; ada Julián Álvarez yang tajam, Enzo Fernández sebagai kreator, dan Lisandro Martínez yang kokoh. Meski begitu, Argentina baru saja kehilangan Nicolás González karena cedera ringan, membuka celah di lini sayap yang bisa dieksploitasi Swiss. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi duel taktik antara Yakin yang pragmatis dan Scaloni yang menyerang.
Statistik menarik lainnya adalah rekor Swiss di turnamen ini: mereka hanya kebobolan dua gol dalam empat pertandingan, menjadikan mereka tim dengan pertahanan terbaik kedua setelah Amerika Serikat. Sebaliknya, Argentina sudah kebobolan lima gol, meskipun produktivitas mereka di lini depan sangat tinggi. Jika Swiss mampu meredam Messi dan memanfaatkan celah di belakang, bukan tidak mungkin mereka akan mencatatkan kemenangan pertama atas La Albiceleste di panggung paling bergengsi sepak bola dunia.
Pertandingan yang akan digelar di MetLife Stadium, New Jersey, diperkirakan akan dihadiri 82.500 penonton. Cuaca diperkirakan cerah, ideal untuk sepak bola berkualitas tinggi. Bagi Swiss, ini lebih dari sekadar perempat final; ini adalah upaya mengukir sejarah baru dan membuktikan bahwa generasi emas mereka layak diperhitungkan di jajaran elite dunia.
[TAGS]: Timnas Swiss, Piala Dunia 2026, ranking FIFA Swiss, Argentina vs Swiss, perempat final [SOCIAL_TWEET]: Swiss tanpa kemenangan atas Argentina, tapi pertahanan terbaik siap kejutkan La Albiceleste di perempat final #WorldCup2026. Simak profil lengkapnya! [SOCIAL_FB]: Akankah sejarah baru tercipta? Timnas Swiss yang belum pernah menang atas Argentina kini berada di ambang semifinal Piala Dunia 2026. Dengan pertahanan solid dan pemain bintang, Swiss percaya diri menjegal Messi dkk. Baca profil dan analisisnya di sini. [SOCIAL_TG]: Profil Timnas Swiss: tak pernah menang lawan Argentina, tapi punya pertahanan terbaik. [SOCIAL_THREADS]: Swiss melaju ke perempat final dengan pertahanan ciamik. Tapi, rekor pertemuan melawan Argentina angkat bicara: 6 laga, 0 menang. Akankah Embolo dkk mematahkan kutukan? Ini bukan Swiss yang dulu. Mereka lebih cepat, lebih tajam. Saya rasa Messi akan frustrasi menghadapi Akanji.
Comments (0)