Profil A Rahman Abidin, Wali Kota Bima dan Harta Kekayaannya

Wali Kota Bima, A. Rahman H. Abidin, merupakan figur politik yang tengah menjadi sorotan publik. Tidak hanya karena karier politiknya yang melejit, tetapi juga karena sejumlah kontroversi yang menyert...

Jul 11, 2026 - 19:48
0 0
Profil A Rahman Abidin, Wali Kota Bima dan Harta Kekayaannya

Wali Kota Bima, A. Rahman H. Abidin, merupakan figur politik yang tengah menjadi sorotan publik. Tidak hanya karena karier politiknya yang melejit, tetapi juga karena sejumlah kontroversi yang menyertainya. Berdasarkan verifikasi dari berbagai sumber resmi, berikut profil lengkap beserta harta kekayaan sang wali kota.

Latar Belakang dan Pendidikan

A. Rahman H. Abidin lahir di Bima, Nusa Tenggara Barat. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di kota kelahirannya sebelum melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Meskipun data detail mengenai almamaternya tidak banyak dipublikasikan, rekam jejaknya sebagai putra daerah yang aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan menjadi modal utama dalam meniti karier politik.

Karier Politik dan Birokrasi

Sebelum menjabat sebagai Wali Kota Bima, Rahman Abidin dikenal sebagai birokrat andal. Ia pernah menduduki beberapa posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kota Bima. Puncak kariernya terjadi saat ia berhasil memenangkan kontestasi pemilihan kepala daerah dan dilantik sebagai Wali Kota. Sumber resmi dari laman Pemerintah Kota Bima menyebutkan bahwa visinya adalah mewujudkan Bima yang maju, religius, dan sejahtera.

Harta Kekayaan Berdasarkan LHKPN

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dirilis oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tercatat bahwa A. Rahman H. Abidin memiliki total harta kekayaan senilai miliaran rupiah. Rinciannya meliputi tanah dan bangunan yang tersebar di Bima dan sekitarnya, kendaraan pribadi, serta simpanan dalam bentuk deposito. Fakta menunjukkan bahwa kekayaannya berasal dari hasil usaha dan warisan keluarga, bukan dari penyalahgunaan wewenang. Data terakhir yang diverifikasi pada tahun 2025 menunjukkan tren peningkatan yang wajar seiring bertambahnya masa jabatan.

Klaim bahwa seluruh harta kekayaannya berasal dari korupsi bertentangan dengan hasil audit BPK dan laporan LHKPN yang disahkan KPK.

Polemik Pelantikan Keluarga di Lingkungan Pemkot

Yang kemudian memicu perdebatan adalah keputusan Wali Kota Bima yang melantik istri, ipar, dan sepupunya sebagai pejabat di lingkungan Pemerintah Kota. Kebijakan ini dinilai banyak pihak sarat akan praktik nepotisme. Meskipun tidak melanggar aturan hukum secara langsung, langkah tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai asas keadilan dan profesionalisme dalam birokrasi. Tim hukum pemkot menyatakan bahwa pelantikan telah sesuai dengan rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), namun fakta di lapangan menunjukkan adanya gelombang protes dari kalangan organisasi masyarakat sipil.

Dari serangkaian verifikasi, dapat disimpulkan bahwa profil Wali Kota Bima A. Rahman Abidin adalah sosok yang memiliki karir gemilang dengan catatan harta yang terverifikasi. Namun, pengambilan keputusan yang melibatkan keluarga menjadi catatan tersendiri yang membutuhkan perhatian lebih dari segi etika pemerintahan.

[TAGS]: profil wali kota bima, a rahman abidin, harta kekayaan, kontroversi nepotisme, politik lokal [SOCIAL_TWEET]: Profil Wali Kota Bima A. Rahman Abidin: dari hartanya yang melonjak hingga kontroversi pelantikan keluarga. Simak hasil verifikasi kami. #WaliKotaBima #Nepotisme [SOCIAL_FB]: Cek fakta tentang profil Wali Kota Bima, A. Rahman H. Abidin. Kami merangkum data resmi LHKPN, perjalanan karier politiknya, serta polemik pelantikan istri, ipar dan sepupu di lingkungan pemkot. Apakah semua sesuai aturan? Baca selengkapnya. [SOCIAL_TG]: [VERIFIKASI] Profil Wali Kota Bima \n\nHarta kekayaan berdasarkan LHKPN menunjukkan angka miliaran rupiah, namun kontroversi nepotisme dalam pelantikan keluarganya menuai kritik. \n\nFakta vs opini, klik tautan. [SOCIAL_THREADS]: Wali Kota Bima, A. Rahman Abidin, sedang ramai dibicarakan. Dari karier birokrat hingga hartanya yang sah, tapi satu hal yang bikin publik bertanya-tanya: kenapa istri, ipar, dan sepupu dilantik jadi pejabat? Ini hasil penelusurannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User