Aug 26, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Pri Agung Rakhmanto: Founder ReforMiner Institute yang Mengajar di Trisakti

Pri Agung Rakhmanto adalah nama yang bergerak di persimpangan antara riset energi dan dunia pendidikan tinggi. Ia tercatat sebagai Founder & Advisor ReforMiner Institute, lembaga kajian sektor ene...

Pri Agung Rakhmanto: Founder ReforMiner Institute yang Mengajar di Trisakti

Pri Agung Rakhmanto adalah nama yang bergerak di persimpangan antara riset energi dan dunia pendidikan tinggi. Ia tercatat sebagai Founder & Advisor ReforMiner Institute, lembaga kajian sektor energi, sekaligus pengajar di Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi (FTKE) Universitas Trisakti. Dua posisi ini menempatkannya pada peran ganda: ikut merumuskan arah analisis kebijakan energi di satu sisi, dan membentuk calon tenaga ahli energi di sisi lain. Jalur karier yang menghubungkan keduanya mencerminkan kebutuhan sektor energi Indonesia akan tenaga yang tidak hanya paham teknologi, tetapi juga memahami konteks kebijakan.

ReforMiner Institute dan Fokus Kajian Energi

ReforMiner Institute dikenal sebagai lembaga riset yang memusatkan kajian pada sektor energi dan sumber daya mineral di Indonesia. Sebagai founder sekaligus advisor, Pri Agung Rakhmanto berperan dalam menentukan arah kajian institusi, mulai dari kebijakan hilir minyak dan gas, tata kelola bahan bakar minyak, hingga dinamika pasokan dan harga energi di pasar domestik maupun global.

Kehadiran lembaga kajian seperti ReforMiner Institute menjawab kebutuhan akan analisis berbasis data di sektor yang penuh kepentingan. Dalam pemberitaan media nasional, hasil kajian institusi ini kerap menjadi bahan diskusi ketika pemerintah menyusun kebijakan harga BBM, menyesuaikan skema subsidi energi, atau menghadapi gejolak harga minyak dunia. Keputusan di sektor energi tidak pernah berdiri sendiri karena menyangkut anggaran negara, iklim investasi, dan daya beli masyarakat secara luas.

Mengajar di FTKE Universitas Trisakti

Di luar aktivitas riset, Pri Agung Rakhmanto mengajar di FTKE Universitas Trisakti. Fakultas ini merupakan salah satu pusat pendidikan yang menyiapkan sumber daya manusia di bidang teknologi kebumian dan energi, mencakup sektor minyak, gas, serta panas bumi. Sebagai pengajar, ia ikut menanamkan pemahaman teknis sekaligus wawasan kebijakan kepada mahasiswa yang kelak akan bekerja di industri energi nasional.

Kombinasi antara pengalaman di lembaga riset dan aktivitas mengajar memberi nilai tambah tersendiri bagi proses pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya menerima teori dari buku teks, tetapi juga perspektif dari praktik analisis kebijakan yang berjalan nyata di lapangan. Sinergi semacam ini penting untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri energi yang terus berubah.

Posisi dalam Wacana Energi Nasional

Dengan dua latar belakang tersebut, nama Pri Agung Rakhmanto kerap muncul dalam diskusi publik mengenai arah kebijakan energi nasional. Perannya sebagai peneliti menuntut objektivitas dalam membaca data dan menyusun rekomendasi, sementara perannya sebagai pendidik menuntut kemampuan menyederhanakan persoalan kompleks menjadi materi yang dapat dipahami generasi muda.

Isu yang menjadi perhatian dalam kajian sektor energi Indonesia antara lain ketergantungan pada impor minyak, pengelolaan subsidi BBM, percepatan transisi ke energi baru terbarukan, serta kebutuhan investasi di sektor hulu dan hilir migas. Pada titik inilah lembaga kajian seperti ReforMiner Institute dan akademisi seperti Pri Agung Rakhmanto memegang peran: menyediakan analisis yang dapat dipertanggungjawabkan bagi pengambil kebijakan dan publik.

Relevansi di Tengah Tantangan Ketahanan Energi

Tantangan energi nasional ke depan tidak semakin sederhana. Indonesia masih menghadapi tekanan untuk menjaga ketahanan pasokan di tengah menurunnya produksi lapangan-lapangan tua, sementara permintaan energi domestik terus tumbuh. Di saat yang sama, komitmen transisi energi menuntut penyesuaian kebijakan yang tidak boleh mengorbankan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Pada konteks inilah peran ganda antara lembaga riset dan perguruan tinggi menjadi relevan. Riset menyediakan peta persoalan dan opsi kebijakan, sedangkan pendidikan menyiapkan generasi yang akan mengeksekusi arah tersebut dalam jangka panjang. Figur yang mampu menempatkan diri di kedua ruang itu memiliki kontribusi strategis bagi penguatan ekosistem energi nasional. Kolaborasi semacam ini, meski tidak selalu terlihat di permukaan, menjadi salah satu fondasi bagi keberlanjutan kebijakan energi nasional.

Kesimpulan

Berdasarkan informasi yang tersedia, Pri Agung Rakhmanto aktif pada dua bidang: kepemimpinan riset di ReforMiner Institute dan pengajaran di FTKE Universitas Trisakti. Kedua peran tersebut saling melengkapi dalam konteks penguatan kapasitas energi nasional, baik dari sisi pengambilan kebijakan maupun penyiapan sumber daya manusia.

Kiprah ganda ini menjadikannya bagian dari ekosistem energi Indonesia yang membutuhkan sinergi antara riset, kebijakan, dan pendidikan. Seiring kompleksitas tantangan energi yang dihadapi Indonesia, dari ketahanan pasokan hingga komitmen transisi energi, kontribusi figur dengan latar belakang seperti ini akan semakin relevan di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User