Aug 25, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

Polisi Amankan Sopir Truk Penabrak Pemotor hingga Tewas di Cibubur

Sopir truk menerobos lampu merah di Cibubur, menyebabkan kecelakaan maut yang menewaskan satu orang. Polisi telah mengamankan sopir dan kendaraan terkait.]]>

Polisi Amankan Sopir Truk Penabrak Pemotor hingga Tewas di Cibubur

Polisi Amankan Sopir Truk yang Menabrak Pemotor hingga Tewas di Cibubur

Polisi Resor (Polres) Jakarta Timur telah mengamankan sopir truk yang menabrak seorang pemotor hingga tewas di kawasan Cibubur, Jakarta Timur. Kejadian tragis ini terjadi pada Rabu (15/3) sekira pukul 08.00 WIB di Jalan Alternatif Cibubur dekat simpang pertigaan Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Ciracas.

Kasat Lantas Polres Jakarta Timur, Kompol Eko Suryanto, mengungkapkan bahwa korban bernama Ahmad Fauzi (35), warga asal Cibubur, tewas seketika akibat ditabrak truk bermuatan pasir bernomor polisi B 9879 UZY. Menurutnya, kecelakaan terjadi karena truk yang dikemudikan oleh Junaedi (45) warga Cibinong, Bogor, mengalami rem blong saat melaju di tikungan.

Kronologi Kecelakaan

Berdasarkan keterangan saksi mata, korban Ahmad Fauzi sedang mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi DK 1234 XYZ melaju dari arah Cibubur menuju Ciracas. Sementara itu, truk bermuatan pasir yang dikemudikan Junaedi melaju dari arah sebaliknya.

"Saat di tikungan, truk mengalami rem blong dan menghantam sepeda motor yang dikendarai korban. Akibatnya, korban terpental sejauh sekitar 5 meter dan tewas di tempat," jelas Eko Suryanto saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.

Setelah kejadian, sopir truk sempat mencoba melarikan dira namun berhasil diamankan oleh warga yang sedang berada di sekitar lokasi. Warga kemudian menyerahkan Junaedi kepada petugas Polsek Ciracas yang tiba di lokak pertama.

Tanggapan Polisi

Kepala Polsek Ciracas, Kompol Budi Santoso, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian (OLTK) dan mengamankan barang bukti berupa truk dan sepeda motor korban. "Kami juga sudah mengamankan sopir truk untuk dimintai keterangan lebih lanjut," ujarnya.

Budi menambahkan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara, sopir truk mengakui bahwa rem kendaraannya sedang dalam kondisi bermasalah. "Sopir mengaku rem kendaraannya mulai blong sebelum kejadian, namun ia tetap melaju dan berusaha mengendalikan truk," terangnya.

Polisi juga telah menghubungi keluarga korban untuk memberitahukan kejadian tragis tersebut. "Keluarga korban sudah tiba di lokasi dan mengambil jenazah untuk dimakamkan," ujar Budi.

Kasus Kecelakaan Lalu Lintas

Kejadian ini menambah daftar kecelakaan lalu lintas yang terjadi di kawasan Cibubur yang dikenal sebagai jalur alternatif menuju kota Bogor dan Bekasi. Menurut data Polres Jakarta Timur, sejak awal tahun ini sudah terjadi 15 kasus kecelakaan di kawasan tersebut dengan dua di antaranya menimbulkan korban jiwa.

Eko Suryanto mengingatkan kepada para pengemudi untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum berkendara, terutama sistem pengereman. "Jangan mengabaikan kondisi rem yang bermasalah karena bisa membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain," pesannya.

Selain itu, ia juga meminta para pengendara untuk selalu waspada saat melalui tikungan dan area rawan kecelakaan. "Kawasan Cibubur memang banyak tikungan dan akses jalan yang berpotensi rawan kecelakaan, sehingga perlu ekstra waspada," tambahnya.

Tindakan Lanjutan

Polisi akan melanjutkan pemeriksaan terhadap sopir truk untuk menentikan apakah ada unsur kesalahan atau kelalaian yang berakibat fatal. "Kami akan memeriksa lebih lanjut kelayakan surat-surat truk dan kondisi medis sopir saat kejadian," jelas Eko.

Truk yang menabrak korban juga akan ditahan di Polres Jakarta Timur guna proses penyelidikan lebih lanjut. "Kami akan melakukan uji rem di laboratorium forensik untuk mengetahui apakah benar rem truk bermasalah atau tidak," tambahnya.

Untuk mengurangi angka kecelakaan di kawasan Cibubur, pihak berwenang akan mempertimbangkan untuk menambah rambu-rambu peringatan dan pemasangan pengaman di tikungan-tikungan berbahaya. "Kami akan koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Perhubungan untuk mengevaluasi rambu-rambu dan pengaman jalan di kawasan ini," pungkas Eko Suryanto.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User