Aug 25, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

PKB Usul Revisi 108 UU demi Kedaulatan Ekonomi

Langkah besar diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam upaya membenahi fondasi ekonomi nasional. Sebanyak 108 undang-undang yang berkaitan dengan sektor ekonomi diusulkan untuk direvisi secara ma...

PKB Usul Revisi 108 UU demi Kedaulatan Ekonomi

Langkah besar diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam upaya membenahi fondasi ekonomi nasional. Sebanyak 108 undang-undang yang berkaitan dengan sektor ekonomi diusulkan untuk direvisi secara masif. Inisiatif ini secara langsung dikaitkan dengan visi Prabowonomics, kerangka kebijakan ekonomi yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat basis ekonomi domestik.

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, menjadi motor utama di balik usulan ambisius ini. Menurutnya, Indonesia memerlukan transformasi hukum yang fundamental agar dapat melepaskan diri dari ketergantungan pada kekuatan ekonomi global yang seringkali tidak menentu. Reformasi regulasi dinilai sebagai prasyarat mutlak untuk menciptakan sistem yang lebih berdaulat.

Visi Prabowonomics dan Urgensi Regulasi

Prabowonomics sendiri merupakan istilah yang merujuk pada strategi ekonomi yang menekankan pada kemandirian, penguatan industri dalam negeri, serta hilirisasi sumber daya alam. Agar visi tersebut tidak sekadar menjadi slogan politik, diperlukan perangkat hukum yang selaras. PKB menilai banyak undang-undang yang ada saat ini justru menghambat laju investasi domestik, mempersulit pengembangan usaha lokal, dan belum optimal melindungi kepentingan nasional di tengah persaingan dagang internasional.

Dari total 108 undang-undang yang diinventarisasi, sebagian besar masuk dalam kategori aturan yang tumpang tindih atau sudah tidak relevan dengan dinamika perekonomian modern. Beberapa di antaranya bahkan disebut masih mewarisi semangat liberalisasi yang tidak sejalan dengan cita-cita kemandirian ekonomi. PKB ingin memangkas hambatan birokratis dan mengarahkan seluruh kebijakan pada satu tujuan: Indonesia yang berdiri di atas kekuatan ekonominya sendiri.

Cakupan Sektoral dan Target Reformasi

Cakupan revisi ini sangat luas, menyentuh sektor perdagangan, pertanian, kelautan, industri strategis, energi, hingga regulasi keuangan dan perbankan. Fokus utamanya adalah menciptakan ekosistem yang pro terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus membuka ruang lebih besar bagi koperasi. PKB berkeyakinan bahwa kedaulatan ekonomi hanya bisa dicapai apabila basis ekonomi kerakyatan menjadi fondasi utama.

Di sektor energi, misalnya, revisi undang-undang diarahkan untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam memberikan nilai tambah maksimal bagi penerimaan negara dan kesejahteraan rakyat, bukan hanya menguntungkan segelintir korporasi raksasa. Sementara di bidang pangan, PKB ingin memperkuat sistem logistik nasional agar ketahanan pangan tidak lagi rapuh oleh gejolak harga global.

Proses Legislasi dan Peta Politik

Membawa 108 undang-undang ke meja revisi bukanlah perkara sederhana. Prosesnya akan memakan waktu panjang dan memerlukan konsolidasi politik yang solid, baik di Senayan maupun dengan pemerintah. PKB sebagai bagian dari koalisi pendukung pemerintah memiliki posisi strategis untuk mendorong percepatan pembahasan. Namun, resistensi dari sektor swasta tertentu dan perbedaan pandangan di antara fraksi lain diperkirakan akan menjadi tantangan tersendiri.

Cak Imin mengajak seluruh elemen bangsa untuk melihat revisi ini sebagai proyek strategis nasional. Ia menekankan bahwa transformasi hukum yang radikal tidak bisa ditunda jika Indonesia benar-benar serius ingin keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah. Reformasi regulasi diharapkan menjadi katalis yang memicu investasi berkualitas, penciptaan lapangan kerja, dan akhirnya meningkatkan daya tawar Indonesia di kancah global.

Dampak yang Diharapkan

Apabila revisi skala besar ini berhasil diwujudkan, sederet dampak positif diproyeksikan akan mengubah wajah ekonomi Indonesia. Pertama, iklim investasi akan lebih sehat karena kepastian hukum meningkat. Kedua, produk-produk dalam negeri akan lebih terlindungi dari serbuan barang impor yang selama ini mematikan industri lokal. Ketiga, desentralisasi ekonomi bisa berjalan lebih efektif, memberi kewenangan lebih besar kepada daerah untuk mengelola potensinya.

Secara filosofis, langkah ini merupakan penegasan bahwa arah pembangunan ekonomi tidak boleh sepenuhnya diserahkan pada mekanisme pasar bebas. Negara harus hadir sebagai pengatur utama yang menjamin keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. PKB meyakini, dengan fondasi undang-undang yang kuat, Indonesia mampu menciptakan sistem ekonomi yang mandiri, berkeadilan, dan berdaya saing tinggi. Upaya menuju kedaulatan ekonomi bukan lagi mimpi, melainkan target yang bisa diukur dan diwujudkan melalui kerja legislasi yang serius.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User