Sep 10, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

Pesawat Kargo Amazon Tergelincir di Miami, Lima Orang Tewas

Insiden maut kembali mengguncang dunia penerbangan logistik global. Sebuah pesawat kargo jenis Boeing 767-300 yang mengoperasikan rute penerbangan untuk ja

Pesawat Kargo Amazon Tergelincir di Miami, Lima Orang Tewas

Insiden maut kembali mengguncang dunia penerbangan logistik global. Sebuah pesawat kargo jenis Boeing 767-300 yang mengoperasikan rute penerbangan untuk jaringan Amazon Air mengalami kecelakaan tragis di Bandara Internasional Miami, Amerika Serikat, pada Minggu sore waktu setempat. Burung besi berukuran besar tersebut tergelincir keluar dari landasan pacu usai melakukan pendaratan, menghantam deretan kendaraan darat di area terbatas bandara, hingga memicu kobaran api hebat yang menewaskan sedikitnya lima orang.

Kepulan asap hitam pekat membubung tinggi ke udara dan dapat terlihat dari radius beberapa kilometer di sekitar kawasan bandara. Menurut saksi mata di lokasi kejadian, pesawat yang dioperasikan oleh maskapai mitra, 21 Air, tampak kehilangan kendali tak lama setelah roda utama menyentuh aspal landasan. Suara dentuman keras terdengar memekakkan telinga ketika badan pesawat meluncur melebihi batas aman (runway overrun) dan menerjang infrastruktur pendukung serta kendaraan operasional yang tengah terparkir.

Kronologi Pendaratan Berakhir Petaka

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun tim investigasi di lapangan, cuaca saat pendaratan dilaporkan memburuk dengan intensitas hujan sedang hingga lebat yang membasahi permukaan landasan pacu. Kendati demikian, tim investigasi independen dari National Transportation Safety Board (NTSB) masih mendalami apakah faktor cuaca, kegagalan mekanis, atau kesalahan prosedur manusia yang menjadi pemicu utama kegagalan pengereman tersebut.

"Kondisi di area pendaratan sangat kacau ketika tim pemadam kebakaran tiba di lokasi. Api sudah menyelimuti bagian depan badan pesawat dan beberapa kendaraan servis yang tertimpa. Fokus utama kami saat itu adalah melokalisasi kobaran api secepat mungkin serta memfasilitasi evakuasi korban yang terjebak," ungkap seorang perwira dari Miami-Dade Fire Rescue yang bertugas di lokasi kejadian.

Korban tewas dikonfirmasi terdiri dari kru penerbangan serta petugas darat bandara yang sedang berada di dalam kendaraan operasional saat hantaman maut terjadi. Otoritas penerbangan setempat langsung menghentikan sementara seluruh aktivitas lepas landas dan pendaratan di landasan yang terdampak guna memfasilitasi proses evakuasi, pembersihan puing-puing, serta pengumpulan barang bukti awal.

Sorotan pada Keselamatan Penerbangan Logistik

Kecelakaan ini menyoroti kembali tingkat keamanan serta tekanan beban kerja pada armada penerbangan kargo yang terus disiagakan demi memenuhi tenggat pengiriman barang yang ketat. Pesawat tipe Boeing 767-300 yang digunakan dalam penerbangan ini dikenal sebagai pekerja keras di industri logistik udara, tetapi pengoperasian oleh pihak ketiga seperti 21 Air menuntut pengawasan teknis dan pemeliharaan yang jauh lebih ketat.

  • Model Pesawat: Boeing 767-300 Freighter yang dikonversi khusus untuk angkutan kargo.
  • Operator Penerbangan: Maskapai 21 Air yang beroperasi atas nama jaringan Amazon Air.
  • Dampak Kejadian: 5 orang meninggal dunia (terdiri dari kru pesawat dan personel operasional darat).
  • Status Investigasi: NTSB dan FAA telah berada di lokasi untuk mengamankan rekaman data penerbangan.

Pihak Amazon Air dalam pernyataan resminya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi ini dan berjanji akan bekerja sama penuh dengan pihak berwenang dalam proses penyelidikan. "Kami sangat terpukul oleh kabar duka dari Miami ini. Doa dan simpati mendalam kami sampaikan kepada keluarga para korban yang terdampak," tulis perwakilan manajemen Amazon.

Prosedur Investigasi dan Pencarian Penyebab Utama

Penyelidikan mendalam kini difokuskan pada analisis data penerbangan dari Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) yang telah berhasil dievaluasi oleh tim ahli NTSB. Para pakar keselamatan udara akan membedah secara rinci aspek pengereman darat, performa sistem pembalik dorongan (thrust reverser), serta kelayakan teknis sistem roda pendaratan pesawat saat menyentuh permukaan aspal yang licin.

Hasil investigasi awal diperkirakan akan dirilis dalam beberapa pekan ke depan, sementara analisis komprehensif hingga laporan final diprediksi memakan waktu hingga satu tahun penuh. Tragedi di Bandara Internasional Miami ini menjadi pengingat keras bagi industri aviasi akan pentingnya penerapan standar keselamatan tanpa kompromi, terutama di tengah tingginya ritme lalu lintas kargo udara global saat ini.

Pesawat menerjang sejumlah kendaraan darat dan memicu kobaran api hebat. Sedikitnya 5 orang tewas dalam insiden maut ini. Tim investigasi NTSB sudah mengamankan kotak hitam untuk penyelidikan lebih lanjut. Baca penelusuran selengkapnya di Lurusin.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User