PT Pertamina Gas (Pertagas), afiliasi subholding gas Pertamina, menorehkan pencapaian strategis dalam tata kelola korporasi dengan meraih predikat tertinggi Bintang Lima (Sangat Ekselen) dalam ajang bergengsi TOP GRC Awards 2026. Penghargaan ini menjadi indikator penting atas konsistensi perseroan dalam mengintegrasikan sistem Governance, Risk, and Compliance (GRC) di seluruh lini operasional transmisi dan distribusi gas bumi nasional.
Penghargaan Bintang Lima ini menempatkan Pertagas di jajaran elit korporasi nasional yang dinilai memiliki infrastruktur kepatuhan matang, mitigasi risiko yang adaptif, serta implementasi prinsip transparansi berstandar internasional. Penilaian independen ini berlangsung di tengah tingginya sorotan publik terhadap akuntabilitas pengelolaan aset strategis sektor energi nasional.
Kronologi dan Proses Pengujian Dewan Juri
Proses penilaian TOP GRC Awards 2026 dilakukan melalui serangkaian tahapan audit dan verifikasi berlapis oleh panel dewan juri yang terdiri dari pakar tata kelola, akademisi, dan praktisi kepatuhan:
- Tahap Verifikasi Dokumen dan Portofolio (Kuartal I 2026): Tim penilai melakukan telaah mendalam terhadap dokumen kebijakan sistem manajemen anti-penyuapan, kerangka manajemen risiko (ERM), serta manual kepatuhan regulasi industri hilir migas yang diterapkan Pertagas.
- Tahap Wawancara Penjurian dan Presentasi Direksi (Kuartal II 2026): Manajemen memaparkan efektivitas digitalisasi pemantauan risiko serta integrasi aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam operasional pipa gas bertekanan tinggi.
- Sidang Pleno Penentuan Skor Akhir (Kuartal III 2026): Dewan juri secara aklamasi menetapkan Pertagas layak menerima klasifikasi Bintang Lima dengan level implementasi "Sangat Ekselen".
"Penerapan tata kelola bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan benteng utama dalam menjaga integritas rantai pasok energi dan melindungi nilai investasi jangka panjang perusahaan," tegas perwakilan manajemen Pertagas dalam keterangannya.
Pilar Utama Penguatan Ekosistem GRC Pertagas
Investigasi atas laporan operasional perseroan menunjukkan tiga pilar utama yang mendasari keberhasilan integrasi GRC di tubuh Pertagas:
- Sistem Manajemen Anti-Penyuapan (SMAP) Terpadu: Penerapan sertifikasi SNI ISO 37001 di seluruh area operasi guna memangkas potensi benturan kepentingan dan praktik gratifikasi dalam pengadaan barang/jasa.
- Manajemen Risiko Operasional Presisi: Penggunaan teknologi pemantauan digital secara real-time untuk memitigasi potensi kebocoran jalur pipa transmisi sepanjang ribuan kilometer di berbagai wilayah Indonesia.
- Kepatuhan Regulasi Berkelanjutan: Pemenuhan regulasi ketat dari Kementerian ESDM, BPH Migas, hingga standar keselamatan kerja ketenagakerjaan secara konsisten tanpa catatan pelanggaran signifikan.
Tantangan Transparansi di Tengah Transisi Energi
Keberhasilan meraih predikat Bintang Lima ini membebankan tanggung jawab besar bagi Pertagas untuk mempertahankan standar transparansi operasional. Di tengah percepatan transisi energi, Pertagas dituntut terus menjaga keandalan infrastruktur gas sebagai energi transisi bersih, sekaligus memastikan efisiensi modal terhindar dari potensi kebocoran anggaran demi ketahanan energi nasional.
Comments (0)