Sep 15, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

Pemkab Blora Bedah Rumah Reyot Milik Lansia dan Dua Cucu Difabel

Kondisi memprihatinkan yang menimpa kelompok rentan di pelosok daerah kembali memicu perhatian serius pemerintah daerah. Rumah tidak layak huni milik Samij

Pemkab Blora Bedah Rumah Reyot Milik Lansia dan Dua Cucu Difabel

Kondisi memprihatinkan yang menimpa kelompok rentan di pelosok daerah kembali memicu perhatian serius pemerintah daerah. Rumah tidak layak huni milik Samijah, seorang lansia yang harus mengasuh dua cucu penyandang disabilitas di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, akhirnya mendapat penanganan langsung setelah bertahun-tahun bertahan di bawah ancaman bangunan rapuh.

Potret Kerentanan di Balik Dinding Bambu

Hunian milik Mbah Samijah selama ini berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Dinding kayu dan anyaman bambu yang mulai lapuk dimakan usia, atap genting yang bocor di berbagai sudut, serta lantai tanah basah menjadi pemandangan sehari-hari yang harus dihadapi keluarga kecil ini. Tanpa penghasilan tetap, Samijah mengandalkan bantuan tetangga untuk memenuhi kebutuhan pangan dasar sekaligus merawat kedua cucunya yang memiliki kebutuhan khusus.

Kondisi ini merefleksikan celah dalam pemutakhiran data perlindungan sosial di tingkat akar rumput. Beruntung, informasi mengenai situasi darurat tersebut sampai ke telinga pimpinan daerah, mendorong langkah mitigasi sebelum struktur bangunan roboh dan menimbulkan korban jiwa.

"Kami tidak boleh membiarkan warga lansia berjuang sendirian merawat anggota keluarga disabilitas dalam kondisi hunian yang membahayakan keselamatan. Perbaikan rumah ini harus segera dieksekusi dengan melibatkan gotong royong warga sekitar dan dukungan instansi terkait," tegas Bupati Blora Arief Rohman saat meninjau langsung lokasi.

Skema Rehabilitasi dan Penyaluran Bantuan

Bupati Blora Arief Rohman turun langsung ke lapangan guna memastikan validasi kondisi fisik bangunan serta kesiapan intervensi sosial yang diperlukan. Pemerintah Kabupaten Blora segera mengoordinasikan program perbaikan melalui skema Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang disinergikan dengan alokasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan partisipasi swadaya masyarakat.

Selain pembenahan infrastruktur tempat tinggal, tim dari Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos P3A) diterjunkan untuk mencatat kebutuhan khusus kedua cucu Samijah. Langkah ini diambil guna menjamin keberlanjutan pasokan nutrisi, layanan kesehatan berkala, dan akses bantuan sosial tunai berkelanjutan.

Berikut adalah beberapa langkah taktis yang diambil Pemkab Blora:

  • Bedah Rumah Total: Rekonstruksi struktur utama hunian agar lebih kokoh, berventilasi sehat, dan aman dari bahaya cuaca ekstrem.
  • Bantuan Logistik Darurat: Penyaluran paket sembako, kasur layak pakai, dan perlengkapan harian bagi lansia serta difabel.
  • Pendampingan Sosial Terpadu: Pendaftaran keluarga ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) prioritas untuk jaminan pembiayaan kesehatan dan asistensi disabilitas.

Menakar Efektivitas Jaring Pengaman Sosial

Langkah taktis penanganan rumah Mbah Samijah diharapkan menjadi momentum perbaikan tata kelola pendataan warga miskin ekstrem di Blora. Para pegiat sosial setempat menekankan pentingnya respons aktif perangkat desa dalam menyisir keberadaan warga rentan agar penanganan tidak selalu menunggu inspeksi mendadak kepala daerah.

Pemerintah daerah menargetkan proses pemugaran rumah dapat rampung dalam waktu singkat dengan mengedepankan semangat gotong royong warga lokal, sehingga Samijah dan kedua cucunya dapat segera menempati hunian yang lebih aman, manusiawi, dan bermartabat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User