Aug 26, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

PDIP Sesalkan Tembakan Peringatan pada Kerusuhan Hari Damai Aceh

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan penyesalan atas tindakan tembakan peringatan yang dilakukan aparat keamanan ketika terjadi kerusuhan dalam peringatan Hari Damai Aceh di kawasan...

PDIP Sesalkan Tembakan Peringatan pada Kerusuhan Hari Damai Aceh

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan penyesalan atas tindakan tembakan peringatan yang dilakukan aparat keamanan ketika terjadi kerusuhan dalam peringatan Hari Damai Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Pernyataan tersebut mengemuka di tengah ketegangan yang mewarnai momen yang seharusnya menjadi simbol rekonsiliasi atas konflik berkepanjangan di Provinsi Aceh. Berdasarkan keterangan yang diterima, partai berlambang banteng itu menilai penggunaan tembakan peringatan di tengah kerumunan warga sipil berisiko memperluas ketegangan, alih-alih meredakannya.

Rangkaian Peristiwa di Kawasan Masjid Raya Baiturrahman

Kerusuhan pada peringatan Hari Damai Aceh tersebut dilaporkan berlangsung di sekitar Masjid Raya Baiturrahman, salah satu ikon bersejarah dan simbol ketahanan masyarakat Aceh. Menurut laporan yang beredar, situasi di lapangan memanas hingga aparat keamanan mengambil langkah tembakan peringatan untuk mengendalikan keadaan. Faktanya adalah, tembakan peringatan lazim tercatat sebagai prosedur terakhir dalam standar operasional pengendalian massa, namun penerapannya di tengah kerumunan selalu memicu perdebatan mengenai proporsionalitas tindakan aparat.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan besar karena Hari Damai Aceh sesungguhnya adalah perayaan atas berakhirnya konflik bersenjata antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) melalui nota kesepahaman Helsinki yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005. Data menunjukkan bahwa momen tersebut selama dua dekade terakhir dirayakan sebagai hari tanpa kekerasan. Ketegangan yang berujung pada kerusuhan kali ini, menurut sejumlah pengamat, menjadi pengingat bahwa perdamaian menuntut pemeliharaan yang berkelanjutan, bukan sekadar seremoni tahunan.

Sikap PDIP dan Seruan Dialog

Menanggapi kejadian tersebut, PDIP melalui Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto menegaskan sikap penyesalan partainya. Hasto mendorong agar seluruh pihak mengedepankan dialog untuk meredam konflik, alih-alih membiarkan ketegangan berlarut-larut. Berdasarkan verifikasi atas pernyataan yang beredar, seruan tersebut menekankan pentingnya komunikasi antara aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan elemen pemuda Aceh agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.

Pernyataan itu bertentangan dengan pendekatan yang hanya mengandalkan kekuatan. PDIP menilai akar ketegangan sebaiknya diselesaikan melalui musyawarah, sejalan dengan tradisi penyelesaian konflik yang selama ini menjadi ciri masyarakat Aceh. Dorongan dialog ini, menurut keterangan partai, juga dimaksudkan untuk menjaga kredibilitas peringatan Hari Damai Aceh sebagai agenda nasional yang merepresentasikan keberhasilan rekonsiliasi dua dekade terakhir.

Makna Historis Hari Damai Aceh

Hari Damai Aceh bukan sekadar tanggal peringatan di kalender. Peristiwa ini menandai penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Indonesia dan GAM di Helsinki, Finlandia, yang mengakhiri konflik bersenjata selama hampir tiga dekade. Berdasarkan catatan sejarah resmi, perjanjian tersebut melahirkan Undang-Undang Pemerintahan Aceh dan membuka jalan bagi pembangunan kembali wilayah yang paling parah terdampak konflik serta bencana tsunami 2004.

Oleh karena itu, insiden kerusuhan di Masjid Raya Baiturrahman menjadi ironi tersendiri. Bangunan masjid tersebut memiliki sejarah panjang sebagai saksi berbagai peristiwa besar di Aceh, termasuk masa konflik dan bencana. Kerusuhan di tempat yang sarat nilai historis ini, faktanya adalah, mempertegas bahwa simbol perdamaian tidak otomatis menjamin kedamaian di lapangan apabila komunikasi antarpihak tidak dijaga dengan baik.

Jalan Keluar dari Ketegangan

Seruan dialog yang disampaikan Hasto sejalan dengan sejumlah prinsip penyelesaian konflik yang selama ini dipraktikkan di Aceh. Pendekatan dialog dinilai lebih efektif dibandingkan tindakan represif dalam meredam potensi konflik berkepanjangan. Data menunjukkan bahwa keberhasilan perdamaian Aceh tidak terlepas dari keberanian para pihak untuk duduk bersama menyelesaikan perbedaan, sebuah pelajaran yang tampaknya kembali diuji oleh peristiwa terakhir.

Pada akhirnya, insiden ini menjadi ujian bagi seluruh pemangku kepentingan: aparat keamanan, pemerintah daerah, partai politik, dan masyarakat sipil. Pertanyaannya bukan semata siapa yang memulai, melainkan bagaimana mencegah eskalasi berikutnya. Berdasarkan kerangka berpikir tersebut, evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengendalian massa dan penguatan kanal komunikasi menjadi langkah yang tidak bisa ditunda.

Penegakan ketertiban tetap diperlukan, tetapi harus berbanding lurus dengan jaminan keselamatan warga. Sikap PDIP yang menyesalkan tembakan peringatan dan mendorong dialog adalah satu dari sekian suara yang menuntut agar peringatan Hari Damai Aceh pada tahun-tahun mendatang benar-benar berjalan damai, tanpa tembakan, tanpa kerusuhan, dan tanpa luka baru di antara masyarakat yang telah lama mendambakan ketenangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User