Sep 17, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

PASADENA — Ilmuwan NASA Temukan Pusat Massa Bumi Bergeser Setiap Musim

Bumi yang kita pijak kerap diasumsikan sebagai bola padat yang stabil dan simetris secara sempurna. Namun, laporan ilmiah terbaru dari NASA Jet Propulsion

PASADENA — Ilmuwan NASA Temukan Pusat Massa Bumi Bergeser Setiap Musim

Bumi yang kita pijak kerap diasumsikan sebagai bola padat yang stabil dan simetris secara sempurna. Namun, laporan ilmiah terbaru dari NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL) mengungkap dinamika planet yang jauh lebih kompleks: pusat massa Bumi ternyata mengalami pergeseran teratur atau "bergoyang" hingga beberapa milimeter setiap kali musim berganti.

Pergerakan ini terjadi akibat redistribusi massa fluida planet yang sangat masif di permukaan, mencakup pergeseran miliaran ton massa air, lapisan es, hingga sirkulasi atmosferik global. Fenomena geodinamika ini menjadi bukti penting bahwa Bumi terus bergerak merespons siklus iklim global.

Menguak Misteri Titik Berat Planet

Berbeda dengan benda padat statis di mana pusat massa (center of mass) berimpit persis di titik geometrisnya, Bumi adalah sistem yang dinamis. Ketika musim dingin tiba di belahan bumi utara, misalnya, triliunan ton air membeku menjadi salju dan es di daratan luas Eurasia dan Amerika Utara. Penumpukan massa beku ini menarik titik berat planet ke arah utara. Sebaliknya, ketika musim panas mencairkan es tersebut dan mengalirkannya kembali ke samudra, titik berat kembali bergeser ke arah selatan.

"Pusat massa Bumi terus bergerak bolak-balik mengikuti siklus perubahan musim secara presisi. Dinamika ini sangat bergantung pada bagaimana massa air, atmosfer, dan daratan saling bertukar beban," tulis tim ilmuwan dalam laporan observasi geodinamika NASA JPL.

Kronologi dan Metode Pengukuran Mutakhir

Penelitian mendalam yang dipimpin oleh Donald Argus, pakar geofisika di JPL, menerapkan teknik pengukuran baru dengan tingkat akurasi milimeter. Tim peneliti menyusun rangkaian analisis terperinci untuk merekonstruksi jejak goyangan Bumi:

  1. Integrasi Jaringan GPS Global: Mengombinasikan data pelacakan stasiun darat Global Positioning System di seluruh penjuru benua untuk merekam deformasi kerak bumi.
  2. Pemantauan Orbit Rendah: Mengukur anomali mikroskopis pada lintasan satelit-satelit yang beroperasi di orbit rendah Bumi (Low Earth Orbit), yang jalurnya sangat sensitif terhadap perubahan medan gravitasi planet.
  3. Koreksi Data Historis: Membandingkan kalkulasi modern dengan estimasi riset delapan tahun sebelumnya. Hasil mutakhir menunjukkan bahwa amplitudo pergeseran pusat massa ternyata hanya separuh dari perkiraan sebelumnya.

Tiga Pilar Pemicu Dinamika Massa Bumi

Penyelidikan mendalam JPL memetakan tiga komponen biosfer utama yang bertanggung jawab langsung atas dinamika pergeseran poros berat planet ini:

  • Dinamika Lautan: Pergerakan arus laut berskala besar dan perubahan salinitas serta temperatur yang mengubah kepadatan massa air laut global.
  • Sirkulasi Massa Atmosfer: Fluktuasi tekanan udara ekstrem dan pergerakan monsun yang memindahkan volume gas raksasa antar-benua.
  • Penyimpanan Air Daratan (Terrestrial Water): Meliputi akumulasi lapisan gletser, limpasan air sungai, kelembapan lapisan tanah (soil moisture), hingga dinamika akuifer air tanah dalam.

Dampak Strategis bagi Sistem Navigasi dan Iklim

Meskipun pergeseran ini hanya berskala milimeter, konsekuensi teknologinya sangat krusial. Pusat massa Bumi merupakan titik referensi absolut (koordinat nol) yang digunakan dalam navigasi satelit global, penentuan posisi GPS pertahanan, serta pemantauan kenaikan permukaan laut berbasis radar altimetri.

Koreksi data yang lebih akurat dari JPL ini memungkinkan para ilmuwan membedakan secara tegas mana kenaikan muka air laut yang murni dipicu oleh pemanasan global, dan mana perubahan ketinggian yang semata-mata diakibatkan oleh goyangan titik berat planet Bumi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User