Sep 11, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Paralayang Senior Hilang di Chitral Usai Dihantam Cuaca Ekstrem

CHITRAL — Operasi pencarian dan penyelamatan skala besar dikerahkan ke kawasan perbukitan tinggi Barum di Lembah Oveer, Chitral Atas, Pakistan. Seorang atl

Paralayang Senior Hilang di Chitral Usai Dihantam Cuaca Ekstrem

CHITRAL — Operasi pencarian dan penyelamatan skala besar dikerahkan ke kawasan perbukitan tinggi Barum di Lembah Oveer, Chitral Atas, Pakistan. Seorang atlet paralayang berpengalaman berusia 55 tahun, Asif Mehmood, dilaporkan hilang kontak setelah kondisi cuaca di kawasan pegunungan Hindu Kush memburuk secara mendadak saat penerbangan berlangsung.

Insiden ini memicu kekhawatiran mendalam mengingat topografi kawasan yang sangat terjal serta ancaman hipotermia di ketinggian ekstrem. Tim gabungan yang terdiri dari unit Rescue 1122, aparat administrasi distrik, serta relawan lokal terus menyisir lereng-lereng curam untuk melacak keberadaan korban.

Kronologi Detik-Detik Hilangnya Kontak

Berdasarkan laporan resmi dan keterangan saksi mata di lokasi, insiden bermula saat kelompok penerbang lepas landas untuk melintasi rute pegunungan yang menantang. Berikut rangkaian peristiwanya:

  1. Kamis Siang: Rombongan yang terdiri dari enam penerbang profesional lepas landas dari Celah Zaini, dekat Puncak Terichmir, salah satu titik tertinggi di rangkaian Pegunungan Hindu Kush.
  2. Satu Jam Mengudara: Cuaca cerah mendadak berubah ekstrem dengan hembusan angin kencang dan kabut tebal yang menyelimuti rute penerbangan.
  3. Pendaratan Darurat: Menghadapi turbulensi parah, lima anggota rombongan memutuskan segera mendarat darurat dan berhasil menyentuh tanah dengan selamat di titik evakuasi aman.
  4. Terpisah dari Formasi: Asif Mehmood tetap melayang dan melanjutkan jalurnya menuju arah Kota Chitral demi mencari pendaratan alternatif.
  5. Putusnya Sinyal Radio: Sekitar 90 menit pasca lepas landas, kontak komunikasi radio dua arah antara posko dan Mehmood terputus sepenuhnya hingga sinyal menghilang total.
"Kami sempat mempertahankan komunikasi radio selama kurang lebih satu setengah jam setelah lepas landas. Namun, setelah itu sinyalnya terputus total. Kami khawatir ia terpaksa melakukan pendaratan darurat di medan sulit atau mengalami kecelakaan," ungkap Zahiruddin Baber, Presiden Asosiasi Paralayang Chitral Atas.

Medan Ekstrem Hambat Operasi Evakuasi

Upaya pencarian yang diinisiasi oleh unit Rescue 1122 menghadapi rintangan geografis yang sangat berat. Otoritas setempat sempat menghentikan penyisiran darat pada Kamis malam akibat jarak pandang nol, suhu yang anjlok drastis, serta kegelapan total di lereng berbatu Barum.

Operasi pencarian kembali dilanjutkan pada Jumat pagi dengan memperluas perimeter penyisiran. Tim penyelamat memfokuskan pencarian pada beberapa titik kunci:

  • Celah tebing curam di sepanjang koridor Lembah Oveer.
  • Area lereng berbatu di Perbukitan Barum yang sulit diakses kendaraan.
  • Jalur lintasan udara menuju cekungan Kota Chitral.

Tingginya Risiko Olahraga Dirgantara di Kawasan Utara

Kawasan pegunungan utara Pakistan dikenal sebagai magnet bagi pegiat paralayang internasional karena lanskapnya yang spektakuler. Kendati demikian, dinamika cuaca yang tidak terduga sering kali menjadi ancaman mematikan bagi para penerbang.

Insiden serupa tercatat pernah menimpa dua penerbang paralayang asal Amerika Serikat pada tahun lalu. Keduanya mengalami luka parah setelah terhempas dan melakukan pendaratan darurat di dekat Danau Rush, wilayah Nagar Gilgit, pada ketinggian 4.694 meter di atas permukaan laut. Hingga berita ini diturunkan, otoritas Chitral belum menemukan tanda-tanda parasut atau sinyal darurat dari Asif Mehmood, sementara tim darat terus berpacu dengan waktu sebelum cuaca kembali memburuk.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User