Sep 17, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Pakistan dan IAEA Sepakati Pengawasan Nuklir Reaktor Chashma-5 di Wina

Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dan pemerintah Pakistan resmi menandatangani perjanjian pengawasan (safeguards agreement) terkait pembangunan Pemban

Pakistan dan IAEA Sepakati Pengawasan Nuklir Reaktor Chashma-5 di Wina

Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dan pemerintah Pakistan resmi menandatangani perjanjian pengawasan (safeguards agreement) terkait pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chashma-5 berkapasitas 1.200 megawatt (MW). Kesepakatan strategis yang diteken di markas besar IAEA di Wina, Austria, ini menjadi jaminan internasional bahwa fasilitas reaktor baru tersebut murni digunakan untuk tujuan damai dan pemenuhan ketahanan energi nasional.

Penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal IAEA Rafael Mariano Grossi bersama Ketua Komisi Energi Atom Pakistan (PAEC) Raja Ali Raza Anwar di sela-sela Konferensi Umum IAEA ke-70. Kerja sama ini turut disaksikan oleh Shan Zhongde, Ketua Otoritas Energi Atom Tiongkok (CAEA), mengingat keterlibatan teknologi dan pendanaan Beijing dalam proyek reaktor air bertekanan generasi baru tersebut.

"Perjanjian ini mencerminkan tingginya kepercayaan komunitas internasional terhadap komitmen Pakistan dalam mematuhi standar non-proliferasi global serta pemanfaatan energi atom secara damai dan transparan," demikian pernyataan resmi PAEC usai prosesi peresmian.

Kronologi dan Tonggak Sejarah Pembangunan Chashma-5

Proyek Chashma-5 (C-5) yang berlokasi di Provinsi Punjab ini menjadi simbol kerja sama teknologi energi bilateral antara Pakistan dan Tiongkok. Berikut tahapan krusial dalam lini masa realisasi proyek tersebut:

  1. Maret 2024 — Persetujuan Dewan Gubernur IAEA: Dewan Gubernur IAEA secara bulat menyetujui draf perjanjian pengawasan penerapan standar keselamatan untuk unit Chashma-5.
  2. Pertengahan 2024 — Percepatan Konstruksi Kubah: Tim teknis berhasil memasang kubah reaktor (reactor dome) lebih cepat dari jadwal semula, menandai rampungnya fase konstruksi sipil utama.
  3. September 2024 — Ratifikasi Safeguards di Wina: Penandatanganan formal pakta non-proliferasi di Wina untuk memastikan inspeksi berkala oleh pengawas IAEA.
  4. Target 2028 — Uji Komisioning dan Integrasi Jaringan: Reaktor ditargetkan mulai beroperasi komersial penuh pada 2028 untuk menyalurkan listrik bersih berbiaya rendah ke sistem transmisi nasional.

Investigasi Kapasitas dan Ketahanan Energi Pakistan

Langkah Islamabad memperluas armada nuklirnya merupakan bagian dari rencana mitigasi krisis energi dan dekarbonisasi industri. Berdasarkan data teknis yang dihimpun, Pakistan saat ini telah mengoperasikan enam unit PLTN komersial dengan total kapasitas terpasang mencapai 3.530 MW.

  • Faktor Kapasitas Tinggi: Armada PLTN Pakistan secara konsisten mencatatkan rata-rata capacity factor melampaui 90 persen, menjadikannya salah satu tulang punggung pasokan listrik paling stabil di negara tersebut.
  • Rekam Jejak Operasional: Otoritas nuklir Pakistan mengantongi lebih dari 100 reactor-years pengalaman operasional tanpa insiden keselamatan berat sesuai standar operasional IAEA.
  • Dukungan Emisi Rendah: Beroperasinya unit Chashma-5 pada 2028 diproyeksikan bakal memangkas jutaan ton emisi karbon per tahun sekaligus mengurangi ketergantungan impor bahan bakar fosil yang membebani neraca devisa negara.

Kemitraan trilateral antara Pakistan, IAEA, dan Tiongkok ini membuktikan bahwa perluasan kapasitas nuklir di kawasan Asia Selatan tetap dapat berjalan selaras dengan protokol transparansi dan pengawasan global yang ketat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User