Olahraga Picu Relaksasi, Cara Psikolog Redam Stres yang Bisa Picu Ledakan Amarah

Jul 06, 2026 - 03:55
0 0
Olahraga Picu Relaksasi, Cara Psikolog Redam Stres yang Bisa Picu Ledakan Amarah

Jakarta - Akumulasi stres dan kecemasan yang tidak tertangani dengan baik seringkali meledak menjadi perilaku agresif, seperti mudah marah atau tersulut emosi. Alih-alih melampiaskan pada hal negatif, seorang psikolog klinis menyarankan metode relaksasi otot progresif yang memanfaatkan gerakan fisik sederhana untuk meredam gejolak psikologis.

Psikolog klinis Sriana Sihombing, yang akrab disapa Anna, menjelaskan bahwa teknik Progressive Muscle Relaxation (PMR) menjadi salah satu intervensi efektif untuk menstabilkan kondisi mental yang tidak stabil. Metode ini bekerja dengan cara melepaskan ketegangan pada kelompok otot tertentu yang menjadi pusat penumpukan stres, seperti bahu, lengan, perut, hingga otot-otot wajah.

"Itu untuk merilis tension, makanya tadi dia harus mengepalkan tangan, angkat bahu. Karena semua tension itu biasanya di bagian tubuh itu tadi," ujar Anna dalam perbincangan dengan Lurusin.com di Siloam Heart Hospital, Cinere, Depok, Sabtu (4/7/2026).

Anna menekankan bahwa tubuh manusia secara alami menyimpan beban psikologis dalam bentuk kekakuan otot. Ketika seseorang mengalami tekanan, tanpa sadar area-area tertentu seperti rahang, leher, dan pundak akan mengeras. Melalui latihan PMR, individu diajak untuk secara sadar menegangkan kelompok otot tersebut, kemudian melepaskannya perlahan. Proses ini menciptakan sensasi relaksasi mendalam yang mampu menurunkan aktivitas saraf simpatik yang memicu respons stres.

Menariknya, teknik ini tidak memerlukan peralatan khusus dan bisa dilakukan di mana saja, termasuk di tengah kesibukan kantor. Hanya dengan mengepalkan tangan kuat-kuat selama beberapa detik, lalu melepaskannya, atau mengangkat bahu setinggi mungkin kemudian menjatuhkannya, tubuh sudah memberikan sinyal kepada otak untuk beralih dari mode 'lawan atau lari' menuju kondisi tenang.

Siklus Stres dan Tubuh

Penjelasan Anna selaras dengan berbagai temuan ilmiah yang menghubungkan tekanan psikologis dengan respons fisiologis. Sebuah studi bahkan menyebutkan bahwa stres kronis di tempat kerja mampu meningkatkan risiko penyakit jantung hingga dua kali lipat. Hal ini memperkuat urgensi untuk menemukan katup pelepasan stres yang sehat sebelum terakumulasi menjadi gangguan serius.

PMR sering direkomendasikan sebagai bagian dari terapi kognitif-perilaku untuk gangguan kecemasan. Dengan melatih tubuh untuk mengenali sensasi rileks, individu secara bertahap belajar menginterupsi siklus pikiran negatif yang memicu ketegangan. Metode ini juga dinilai praktis karena bisa diintegrasikan dalam rutinitas harian tanpa mengganggu produktivitas.

Langkah sederhana yang disarankan Anna ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan mental tidak selalu memerlukan sesi konseling panjang atau obat-obatan. Terkadang, solusi paling efektif hadir dari mendengarkan kembali bahasa tubuh yang sudah lama terabaikan di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern. Dengan memberikan perhatian pada ketegangan fisik dan melatihnya untuk relaks, kita sedang membangun pertahanan psikologis yang lebih tangguh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User