Marc Marquez Bahas Rival Masa Lalu, Sebut-sebut Rossi

Pembalap tim pabrikan Ducati, Marc Marquez, baru-baru ini membuka kenangan tentang rival-rival yang mewarnai perjalanan kariernya di awal usia 20-an. Dalam sebuah kesempatan wawancara yang dilansir o

Jul 06, 2026 - 07:39
0 0
Marc Marquez Bahas Rival Masa Lalu, Sebut-sebut Rossi

Pembalap tim pabrikan Ducati, Marc Marquez, baru-baru ini membuka kenangan tentang rival-rival yang mewarnai perjalanan kariernya di awal usia 20-an. Dalam sebuah kesempatan wawancara yang dilansir oleh media kami, The Baby Alien—julukan yang melekat pada dirinya sejak debut di kelas premier—mengulas kekuatan unik yang dimiliki para kompetitornya, mulai dari Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, Casey Stoner, hingga Valentino Rossi. Setiap nama meninggalkan impresi mendalam yang membentuk mentalitas juaranya.

Lorenzo, Sang Raja Konsistensi

Marquez mengaku takjub dengan kemampuan Jorge Lorenzo dalam menjaga ritme balapan. Menurutnya, rider asal Spanyol itu memiliki bakat langka yang tidak dimiliki banyak pembalap, yakni kemampuan mencatat waktu putaran yang nyaris identik sepanjang balapan. “Lorenzo adalah sosok yang sangat konsisten. Dari lap pertama hingga bendera finis dikibarkan, Anda hampir tidak akan melihat perubahan drastis pada catatan waktunya. Dia tidak terlalu cepat di awal lalu tiba-tiba ambruk di akhir. Itu yang membuatnya sangat sulit dikalahkan,” ungkap Marquez dalam laporan yang diterbitkan Rabu (2/7/2025).

Marquez menambahkan, gaya balap Lorenzo yang mulus dan presisi memaksanya untuk mengembangkan strategi berbeda setiap kali berhadapan langsung. Bukan sekadar mengandalkan agresivitas, melainkan mempelajari pola dan celah dari konsistensi yang menjadi andalan sang rival. Kekuatan mental Lorenzo dalam mengunci ritme menjadi salah satu pelajaran berharga yang diadaptasi Marquez dalam evolusi gaya balapnya sendiri.

Kekuatan Berbeda yang Membentuk Karakter

Selain Lorenzo, Marquez turut menyoroti keunggulan teknical Dani Pedrosa yang menurutnya sangat jenius dalam membaca motor. Lalu ada Casey Stoner, yang disebut Marquez sebagai pembalap dengan feeling ban terbaik dalam sejarah MotoGP modern. “Stoner bisa merasakan grip ban pada level yang berbeda. Bakat alaminya sulit ditiru, dia mampu memaksimalkan setiap milimeter ban yang bersentuhan dengan aspal,” kenang Marquez.

Nama Valentino Rossi tentu tak luput dari pembicaraan. Meski rivalitas di antara keduanya sempat memanas dan meninggalkan sejarah kontroversial, Marquez tidak memungkiri kekuatan mental The Doctor. “Rossi adalah pembalap dengan kemampuan membaca situasi balapan dan memanipulasi psikologis lawan yang luar biasa. Dia tahu kapan harus menyerang secara psikologis, kapan harus bertahan. Pelajaran dari dia adalah bahwa balapan tidak hanya dimenangkan di lintasan, tapi juga di pikiran,” jelas Marquez.

Kini, di usia yang lebih matang bersama Ducati, Marquez menyimpan kenangan itu sebagai bekal untuk terus berkembang. Persaingan di musim 2025 yang semakin ketat, termasuk campur tangan pembalap muda berbakat, membuat kenangan akan rivalitas masa lalu justru menjadi bahan bakar motivasi. Marquez percaya bahwa karier panjangnya tidak lepas dari kerasnya pertempuran melawan para legenda hidup MotoGP tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User