Sep 14, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

NARD Dukung Mogok Kerja Dokter LASUTH, Desak Pemerintah Lagos Beri Solusi

Lorong-lorong utama Lagos State University Teaching Hospital (LASUTH) yang biasanya riuh oleh derap langkah petugas medis dan tangisan keluarga pasien, kin

NARD Dukung Mogok Kerja Dokter LASUTH, Desak Pemerintah Lagos Beri Solusi

Lorong-lorong utama Lagos State University Teaching Hospital (LASUTH) yang biasanya riuh oleh derap langkah petugas medis dan tangisan keluarga pasien, kini mendadak hening. Krisis layanan kesehatan kelas wahid di Negara Bagian Lagos, Nigeria, mencapai titik nadir ketika para dokter residen memutuskan untuk meletakkan stetoskop mereka. Langkah ekstrem ini diambil setelah perundingan bertahun-tahun terkait kesejahteraan pekerja medis membentur tembok tebal birokrasi pemerintah setempat.

Dukungan penuh pun mengalir dari tingkat nasional. National Association of Resident Doctors (NARD) secara resmi melayangkan pernyataan keras yang mendukung aksi mogok kerja para dokter di LASUTH. NARD menegaskan bahwa aksi mogok ini bukan sekadar luapan emosi sesaat, melainkan bentuk pertahanan diri terakhir atas pengabaian hak-hak dasar tenaga medis yang telah berlangsung terlalu lama.

Akar Masalah dan Lumpuhnya Pelayanan Publik

Penyelidikan lapangan menunjukkan bahwa keterlambatan pembayaran gaji, ketiadaan insentif risiko, serta kondisi lingkungan kerja yang tidak layak menjadi pemicu utama mogok kerja ini. Penghentian aktivitas medis di rumah sakit rujukan tersier ini secara langsung melumpuhkan berbagai unit krusial, mulai dari unit gawat darurat (UGD) hingga pelayanan bedah terjadwal. Pasien miskin yang bergantung pada rumah sakit pemerintah kini terombang-ambing tanpa kepastian perawatan.

"Kami tidak bisa terus menuntut pengorbanan dari para dokter sementara hak-hak mendasar mereka diabaikan begitu saja oleh pemerintah," ujar perwakilan pimpinan NARD dalam keterangannya. Keputusan untuk menyuarakan perlawanan ini dianggap sebagai representasi dari kejenuhan massal para profesional medis di tengah badai krisis ekonomi Nigeria yang kian mencekik.

Pemetaan Dampak dan Tuntutan Dokter LASUTH

Aspek Kondisi Saat Ini Tuntutan Dokter (ARD-LASUTH)
Kesejahteraan & Gaji Keterlambatan pembayaran dan ketidaksesuaian standar insentif. Penyesuaian skala gaji nasional dan pembayaran tunggakan insentif.
Fasilitas Rumah Sakit Kekurangan alat medis dasar dan beban kerja berlebih (overwork). Peningkatan fasilitas kerja dan penambahan personel medis.
Operasional Layanan Lumpuh total pada unit rawat jalan dan bedah non-darurat. Jaminan komitmen tertulis dari Pemerintah Negara Bagian Lagos.

Ancaman Eksodus Medis dan Desakan kepada Pemerintah Lagos

Fenomena mogok kerja ini memperparah gelombang eksodus tenaga medis—yang dikenal secara lokal sebagai fenomena Japa—di mana ribuan dokter Nigeria memilih hijrah ke luar negeri demi penghidupan yang lebih layak. Jika Pemerintah Negara Bagian Lagos terus bergeming, kehancuran sistem kesehatan publik di wilayah tersebut tinggal menunggu waktu.

NARD mendesak Gubernur Negara Bagian Lagos untuk segera turun tangan secara langsung tanpa diwakili oleh perantara birokrasi yang lamban. Pemerintah daerah diminta untuk segera mengimplementasikan kesepakatan kesejahteraan yang telah disetujui sebelumnya, demi memulihkan kembali denyut nadi pelayanan di LASUTH.

"Kesehatan masyarakat bukanlah komoditas yang bisa ditawar. Setiap hari pertikaian ini dibiarkan berlarut-larut, ada nyawa rakyat kecil yang terancam melayang akibat ketiadaan penanganan medis," tegas NARD dalam pernyataan resminya.

Hingga berita ini diturunkan, tekanan publik terhadap otoritas Lagos kian menguat. Masyarakat mendesak agar ego sektoral segera disingkirkan dan fokus diarahkan pada penuntasan krisis medis ini secara permanen, sebelum dampaknya memicu bencana kemanusiaan yang lebih luas di metropolis terbesar Afrika tersebut.

Lorong-lorong rumah sakit rujukan utama di Lagos mendadak hening setelah dokter residen melancarkan aksi mogok. NARD mendesak pemerintah daerah segera selesaikan krisis kesejahteraan ini. Baca selengkapnya di Lurusin.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User