Sep 17, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

MISSOURI — Penipu Investasi Travis Kelce Dihukum 11 Tahun Penjara

MISSOURI — Pengadilan Federal Distrik Timur Missouri resmi menjatuhkan vonis 11 tahun penjara kepada seorang penasihat keuangan, Siddharth Jawahar (38), at

MISSOURI — Penipu Investasi Travis Kelce Dihukum 11 Tahun Penjara

MISSOURI — Pengadilan Federal Distrik Timur Missouri resmi menjatuhkan vonis 11 tahun penjara kepada seorang penasihat keuangan, Siddharth Jawahar (38), atas tindak pidana penipuan investasi berskala masif. Jawahar terbukti menjalankan skema Ponzi yang merugikan puluhan investor hingga puluhan juta dolar AS. Salah satu korban yang teridentifikasi dalam berkas persidangan adalah bintang NFL sekaligus kekasih Taylor Swift, Travis Kelce.

Hakim Distrik Zachary Bluestone memvonis mantan mitra pengelola Swiftarc Capital tersebut pada Selasa waktu setempat. Selain hukuman kurungan penjara selama 11 tahun, Jawahar diwajibkan membayar uang ganti rugi restitusi sebesar US$31,35 juta (sekitar Rp511 miliar) kepada para korban yang telah diperdayanya selama bertahun-tahun.

Modus Skema Ponzi dan Manipulasi Portofolio

Berdasarkan laporan investigasi kejaksaan federal, aksi lancung Jawahar berlangsung secara terstruktur dalam rentang waktu yang sangat panjang, yakni sejak Juli 2016 hingga Desember 2023. Melalui bendera Swiftarc Capital, Jawahar berhasil menghimpun dana segar lebih dari US$35 juta dari berbagai investor swasta, atlet, hingga pengusaha terkemuka.

Namun, dari total dana kelolaan raksasa tersebut, fakta persidangan membongkar bahwa Jawahar hanya mengalokasikan sekitar US$10 juta untuk investasi riil. Sebagian besar dana tersebut dikonsolidasikan ke dalam satu instrumen berisiko tinggi, yakni saham Philip Morris Pakistan (PMP).

"Faktor yang memberatkan vonis terdakwa antara lain adalah durasi penipuan yang berlarut-larut sejak 2016, kerugian finansial yang teramat besar, serta kegagalan total terdakwa dalam mengembalikan dana para korban," tegas Hakim Zachary Bluestone di ruang sidang.

Kronologi Pelanggaran dan Aliran Dana Haram

Investigasi aliran dana forensik mengungkap bagaimana Jawahar menutupi kerugian investasinya dengan menciptakan ilusi keuntungan palsu demi mempertahankan reputasi perusahaannya:

  1. Juli 2016: Jawahar mendirikan entitas investasi dan mulai memikat investor kelas atas dengan janji imbal hasil stabil melalui strategi perdagangan khusus.
  2. Periode Penurunan Nilai Saham: Portofolio utama yang ditempatkan pada Philip Morris Pakistan anjlok drastis. Alih-alih melapor secara transparan, Jawahar memalsukan laporan keuangan dan mengeklaim aset kliennya tetap mencetak laba berlipat ganda.
  3. Manipulasi Transaksi Fiktif: Terdakwa secara rutin berbohong bahwa uang investor telah dialihkan ke instrumen pasar modal lain yang menguntungkan, padahal transaksi tersebut tidak pernah dieksekusi di bursa.
  4. Gaya Hidup Mewah: Sisa dana puluhan juta dolar yang dihimpun dari para korban dialihkan Jawahar untuk membiayai gaya hidup glamor pribadi, termasuk penyewaan jet pribadi berkali-kali, menginap di jaringan hotel bintang lima, serta kepemilikan unit apartemen mewah.
  5. Desember 2023: Skema Ponzi runtuh saat penarikan dana klien mandek total hingga aparat federal turun tangan membekukan seluruh aset Swiftarc Capital.

Meskipun jaksa penuntut umum menyebutkan nama Travis Kelce secara gamblang sebagai salah satu korban penipuan Jawahar, rincian nominal kerugian spesifik yang dialami atlet Kansas City Chiefs tersebut tidak dipublikasikan ke publik demi privasi berkas perkara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User