MIAMI — Inggris Menang 6-4 Atas Prancis di Laga Terakhir Deschamps

Terik matahari Miami seakan tak mampu menyamai panasnya duel di lapangan hijau Hard Rock Stadium ketika perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 mencapai p

Jul 19, 2026 - 09:44
0 0
MIAMI — Inggris Menang 6-4 Atas Prancis di Laga Terakhir Deschamps

Terik matahari Miami seakan tak mampu menyamai panasnya duel di lapangan hijau Hard Rock Stadium ketika perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 mencapai puncaknya pada Sabtu malam waktu setempat. Dua kekuatan besar Eropa, Inggris dan Prancis, saling bentur dalam pertandingan yang tidak hanya menentukan perunggu, tetapi juga menutup sebuah era panjang di bangku komando Les Bleus. Dalam laga yang dipenuhi drama, pergantian keunggulan, dan emosi meluap, The Three Lions akhirnya berhasil mengukir kemenangan 6-4 yang dramatis berkat sentuhan magis Jude Bellingham pada menit-menit akhir pertandingan.

Pertandingan ini sejak awal sudah diprediksi bakal menjadi festival gol, dan prediksi tersebut terbukti dengan sangat tepat. Kedua tim tampil terbuka, menyerang satu sama lain tanpa ampun sejak wasit meniup peluit panjang. Namun, tim asal Negeri Ratu Elizabeth itu tampil lebih tajam di babak pertama, memanfaatkan setiap celah pertahanan Prancis yang tampak rapuh setelah kekalahan mental di semifinal. Duet maut di lini depan Inggris terus meneror barisan belakang Prancis yang dipimpin oleh Dayot Upamecano dan William Saliba.

Dominasi The Three Lions di Babak Pertama

Inggris membuka keran gol lebih awal dari yang diperkirakan. Umpan silang yang diukir dengan presisi tinggi dari sayap kanan berhasil disambut oleh striker andalan mereka, membawa keunggulan 2-0 dalam waktu singkat. Suasana di tribune penonton yang didominasi suporter berkaus putih langsung bergemuruh. Prancis, yang datang dengan beban kekecewaan dari laga sebelumnya, tampak kehilangan ritme. Lini tengah mereka yang biasanya dikuasai dengan elegan kini kesulitan mengimbangi intensitas permainan Inggris.

Bukannya menyerah, anak asuh Didier Deschamps perlahan mencoba bangkit. Sebuah gol penghormatan dicetak menjelang turun minum, memberikan secercah harapan bagi ribuan suporter Les Bleus yang terus menyanyikan La Marseillaise di sudut stadion. Namun, harapan tersebut kembali pupus ketika Inggris menambah gol ketiga menjelang jeda, memastikan mereka pergi ke ruang ganti dengan keunggulan yang nyaman. Skor 3-1 di babak pertama mencerminkan dominasi yang sesungguhnya terjadi di atas lapangan.

Kebangkitan Les Bleus yang Terlambat

Memasuki babak kedua, terjadi perubahan yang drastis. Deschamps, yang menjalani laga terakhirnya sebagai juru taktik tim nasional Prancis, tampak melakukan instruksi yang membuat para pemainnya keluar dari tidur panjang mereka. Prancis tampil seperti tim yang sama sekali berbeda. Serangan demi serangan dilancarkan dengan cepat, memaksa kiper Inggris bekerja ekstra keras. Dua gol dalam tempo lima menit membuat skor menjadi 3-3, dan untuk pertama kalinya sepanjang malam itu, rasa cemas mulai terlihat di wajah para pemain Inggris.

Gol keempat Prancis bahkan sempat membuat mereka unggul untuk sesaat, sebuah pencapaian yang mustahil dibayangkan di awal babak kedua. Para pemain muda Prancis seperti Warren Zaïre-Emery dan Eduardo Camavinga menunjukkan kelasnya, menggila di tengah lapangan. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Inggris, yang dikenal dengan mentalitas never-say-die-nya, berhasil menyamakan kedudukan melalui eksekusi tendangan penalti yang dingin. Laga yang seharusnya menjadi laga perpisahan manis bagi Deschamps berubah menjadi pertarungan hidup dan mati.

"Kami tahu Prancis tidak akan menyerah begitu saja. Mereka punya sejarah, punya karakter, dan hari ini mereka membuktikannya. Tapi kami datang ke sini untuk satu tujuan: membawa pulang medali untuk bangsa kami," ujar Jude Bellingham usai pertandingan.

Gol Penentu Bellingham dan Pamitnya Sang Legenda

Ketika pertandingan memasuki injury time dan sebagian besar penonton bersiap untuk perpanjangan waktu, Jude Bellingham memutuskan untuk menulis naskahnya sendiri. Menerima umpan dari lini tengah, gelandang serbabisa Real Madrid itu melakukan dribel melewati dua pemain bertahan Prancis sebelum melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang bersarang di sudut kanan atas gawang. Gol kelima Inggris itu membungkam stadion sejenak sebelum pecah menjadi sorak-sorai yang luar biasa. Tapi Bellingham belum selesai; ia kembali mencetak gol keenam timnya pada menit-menit terakhir, menutup performa gemilangnya dengan brace yang manis.

Prancis memang sempat mencetak satu gol lagi sebelum laga berakhir, tetapi skor 6-4 sudah cukup untuk mengantarkan Inggris meraih perunggu Piala Dunia 2026. Bagi Prancis, ini adalah hasil yang pahit. Bukan hanya karena mereka gagal meraih medali, tetapi juga karena laga ini menandai akhir dari perjalanan panjang Didier Deschamps. Pelatih berusia 57 tahun itu, yang pernah membawa Prancis menjadi juara dunia pada 2018 dan finalis 2022, kini resmi melepas jabatannya dengan kepala sedikit tertunduk namun tetap tegak. Ia memberikan salut kepada suporter yang terus bernyanyi meski air mata bercucuran.

"Ini adalah kehormatan besar untuk melatih tim ini selama bertahun-tahun. Malam ini kami kecewa, tapi saya bangga pada para pemain karena mereka tidak pernah menyerah. Inggris memang lebih baik hari ini, dan mereka pantas mendapatkan tempat ketiga," tutur Deschamps dalam konferensi pers pasca laga.

Kemenangan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa generasi emas Inggris, yang beberapa kali gagal di detik-detik akhir turnamen besar, akhirnya mampu menunjukkan konsistensi dan ketajaman mental. Dengan skuad yang dipenuhi talenta muda dan berpengalaman, perunggu ini bisa jadi batu loncatan bagi ambisi besar mereka di masa depan. Sementara itu, Prancis harus kembali ke titik nol, mencari arah baru setelah kepergian sang arsitek yang telah membentuk identitas permainan mereka selama lebih dari satu dasawarsa.

Laga di Miami akan dikenang bukan hanya karena delapan gol yang tercipta, tetapi juga karena melambangkan dua nasib berbeda: satu tim yang memulai babak baru dengan penuh percaya diri, dan satu tim lain yang harus melepas kepergian sang legenda dengan luka yang dalam.

[SOCIAL_TWEET]: 🏴󠁧󠁢󠁥󠁮󠁧󠁿 Jude Bellingham jadi pahlawan! Inggris rebut posisi ketiga #PialaDunia2026 usai kalahkan Prancis 6-4 di Miami. Gol penentu di injury time + brace dari Bellingham! 🇫🇷 Deschamps pamit tanpa medali. ⚽🔥 [SOCIAL_TG]: ⚽️ LAGA HARI INI: Inggris 6-4 Prancis (Perebutan Tempat Ketiga #PialaDunia2026) • Bellingham cetak brace termasuk gol penentu injury time • Prancis comeback dari 1-3 jadi 4-3 sebelum akhirnya runtuh • Pertandingan terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih Les Bleus • Total 8 gol tercipta dalam laga yang penuh drama Selengkapnya di Lurusin.com 👇

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User