Sep 16, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

Mendag Budi Santoso Dorong Aturan DMO Komoditas Strategis Fleksibel

Di tengah impitan dinamika pasar global dan gejolak harga komoditas utama, kebijakan Kewajiban Pasar Domestik atau Domestic Market Obligation (DMO) kembali

Mendag Budi Santoso Dorong Aturan DMO Komoditas Strategis Fleksibel

Di tengah impitan dinamika pasar global dan gejolak harga komoditas utama, kebijakan Kewajiban Pasar Domestik atau Domestic Market Obligation (DMO) kembali menjadi sorotan tajam di lingkungan Kementerian Perdagangan. Kementerian yang kini dipimpin oleh Budi Santoso mengembuskan angin segar bagi para pelaku usaha ekspor komoditas strategis. Dalam sebuah pernyataan krusial, Kementerian Perdagangan menegaskan bahwa skema DMO tidak selayaknya diterapkan secara otomatis tanpa mempertimbangkan kondisi riil pasokan dan permintaan di dalam negeri.

Langkah ini menandai pergeseran paradigma penting dalam tata kelola perdagangan nasional. Selama ini, pemberlakuan DMO kerap dianggap sebagai instrumen sapu bersih yang mematok persentase tertentu dari hasil produksi untuk pasar lokal, terlepas dari apakah pasar domestik sedang mengalami surplus atau defisit pasokan.

Dilema Otomatisasi dan Fleksibilitas Regulasi

Kebijakan DMO selama ini menjadi benteng utama pemerintah untuk memastikan kebutuhan masyarakat dan industri dalam negeri terpenuhi sebelum bahan baku mentah dikirim ke luar negeri. Namun, penerapan yang kaku dan berlaku secara otomatis sering kali dinilai menghambat gairah ekspor nasional ketika pasokan domestik sebenarnya sudah lebih dari cukup.

Menurut analisis internal Kementerian Perdagangan, instrumen DMO selayaknya bersifat fleksibel dan dinamis. Ketika stok dalam negeri aman dan cadangan komoditas seperti minyak sawit mentah (CPO) atau batubara melimpah, kewajiban penyerahan kuota lokal dapat dikurangi atau bahkan ditangguhkan sementara agar produsen dapat memanfaatkan momentum harga tinggi di pasar internasional.

"Penerapan DMO tidak boleh menjadi instrumen pengekang yang mematikan daya saing eksportir kita. Harus ada rasionalitas berbasis data real-time, di mana kebijakan ini diaktifkan hanya saat indikator kelangkaan domestik mulai terlihat," tegas Mendag Budi Santoso dalam keterangannya.

Dampak Ekonomi: Menyeimbangkan Pasar Domestik dan Pasar Global

Investigasi tim Lurusin.com menunjukkan bahwa instrumen DMO yang terlampau kaku berpotensi memicu distorsi harga serta praktik spekulatif di lapangan. Sepanjang periode krisis minyak goreng pada tahun 2022 lalu, misalnya, kebijakan DMO yang berubah-ubah sempat membingungkan produsen dan memicu kelangkaan pasokan di berbagai wilayah. Lebih dari 300 ribu ton CPO sempat tertahan di tangki penyimpanan akibat kerumitan alur verifikasi hak ekspor yang tertaut ketat dengan kuota DMO.

Parameter Kebijakan Skema DMO Otomatis Skema DMO Fleksibel (Usulan)
Aktivasi Regulasi Berjalan terus-menerus tanpa memandang kondisi stok Didasarkan pada evaluasi berkala dan indikator krisis
Dampak pada Eksportir Kepastian ekspor terbatas oleh pemenuhan kuota lokal Eksplorasi pasar ekspor lebih maksimal saat surplus
Risiko Pasokan Lokal Tinggi jika terjadi kelambatan sistem birokrasi Lebih terkontrol melalui intervensi cepat pemerintah

Evaluasi Kritis dari Pelaku Industri dan Pengamat

Langkah Mendag Budi Santoso ini mendapatkan respons beragam dari pemerhati ekonomi politik. Di satu sisi, asosiasi pengusaha menyambut baik rencana pelonggaran sistem otomatisasi DMO karena dapat memberikan kepastian hukum dan fleksibilitas bisnis. Di sisi lain, kalangan aktivis konsumen mengingatkan agar kelonggaran ini tidak dimanfaatkan oleh segelintir konglomerat komoditas untuk mengabaikan kebutuhan rakyat demi memburu keuntungan devisa saat harga internasional melambung tinggi.

"Pemerintah harus menjamin bahwa penghapusan atau penyesuaian sifat otomatis pada DMO tidak mengorbankan stabilitas harga bahan pokok di tingkat eceran," ujar seorang peneliti ekonomi senior dari lembaga pengkajian kebijakan publik di Jakarta. Menurutnya, transparansi data produksi dan konsumsi harian adalah syarat mutlak sebelum kebijakan DMO fleksibel ini diimplementasikan secara penuh.

Dengan adanya wacana penataan ulang regulasi ini, Kementerian Perdagangan dituntut untuk memperkuat sistem pengawasan digital terintegrasi. Keputusan tidak memberlakukan DMO secara otomatis bukan berarti menghapus fungsi kontrol negara, melainkan mentransformasi pendekatan birokrasi kaku menjadi tata kelola perdagangan yang responsif dan adaptif terhadap ketidakpastian ekonomi global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User