Oct 22, 2026
factcheck

Membedah Realitas Kerja Host Live Commerce di Indonesia

Industri live commerce di Indonesia tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Di balik gemerlap siaran langsung yang menjual berbagai produk, terdapat sebuah profesi yang jarang dibahas secara menda...

Membedah Realitas Kerja Host Live Commerce di Indonesia

Industri live commerce di Indonesia tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Di balik gemerlap siaran langsung yang menjual berbagai produk, terdapat sebuah profesi yang jarang dibahas secara mendalam: host live. Pekerjaan ini menuntut kombinasi kemampuan komunikasi, stamina fisik, dan ketahanan mental yang tidak kecil. Berdasarkan penelusuran terhadap praktik kerja di sektor ini, muncul gambaran tentang dinamika antara imbalan finansial, target penjualan, serta kerentanan yang dihadapi para pelakunya.

Tuntutan Penampilan dan Jam Kerja yang Panjang

Salah satu aspek yang paling mencolok dari profesi host live adalah tekanan terkait penampilan. Dalam sebuah siaran langsung, host menjadi wajah dari produk yang dijual. Mereka dituntut tampil menarik, energik, dan mampu menjaga antusiasme penonton selama berjam-jam. Tuntutan ini tidak sekadar soal estetika, tetapi juga menyangkut kemampuan berbicara nonstop, merespons komentar secara real-time, dan menciptakan suasana yang mendorong pembelian.

Jam kerja menjadi persoalan tersendiri. Banyak host live bekerja pada slot waktu yang mengikuti perilaku konsumen, termasuk malam hari hingga dini hari. Durasi siaran bisa mencapai empat hingga delapan jam per sesi, bahkan lebih pada momen tertentu seperti kampanye diskon besar. Pola kerja semacam ini berpotensi menimbulkan kelelahan fisik dan mental jika tidak diimbangi dengan istirahat yang cukup.

Skema Upah, Komisi, dan Ketidakpastian Pendapatan

Dari sisi pendapatan, sistem pengupahan host live bervariasi. Sebagian bekerja dengan gaji pokok ditambah komisi dari penjualan, sementara yang lain sepenuhnya mengandalkan komisi. Skema berbasis komisi memang menjanjikan cuan besar apabila penjualan tinggi, tetapi juga membawa ketidakpastian. Pada periode penjualan lesu, penghasilan bisa turun drastis.

Target penjualan menjadi elemen yang melekat dalam pekerjaan ini. Host kerap dibebani target harian atau mingguan yang harus dicapai. Pencapaian target berdampak langsung pada besaran komisi, bahkan pada kelanjutan kerja sama dengan brand atau agensi. Kondisi ini menciptakan tekanan kinerja yang konstan dan dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis pekerja.

Perlindungan dan Aturan Ketenagakerjaan yang Belum Jelas

Persoalan mendasar yang perlu dicermati adalah status hubungan kerja antara host live dan pihak yang mempekerjakan. Sebagian host terikat kontrak kerja, sebagian lain berstatus mitra atau pekerja lepas. Perbedaan status ini berdampak pada akses terhadap perlindungan, seperti jaminan sosial, hak cuti, dan kepastian upah minimum.

Berdasarkan verifikasi terhadap kerangka aturan ketenagakerjaan yang ada, profesi host live belum memiliki pengaturan spesifik yang mengikat secara jelas. Akibatnya, perlindungan terhadap pekerja di sektor ini sangat bergantung pada kesepakatan kontrak masing-masing. Ketiadaan standar yang baku membuat posisi host rentan ketika terjadi perselisihan terkait upah, pemutusan hubungan kerja, atau kondisi kerja yang tidak layak.

Data menunjukkan bahwa industri live commerce terus berkembang, namun ekosistem perlindungan bagi pekerjanya belum tumbuh secepat pertumbuhan bisnisnya. Diperlukan perhatian lebih serius dari berbagai pihak, termasuk regulator dan pelaku industri, untuk memastikan bahwa profesi ini tidak hanya menjanjikan cuan, tetapi juga memberikan kepastian dan rasa aman bagi mereka yang menjalaninya. Klaim bahwa menjadi host live sekadar pekerjaan mudah perlu ditinjau ulang, karena faktanya profesi ini menuntut ketahanan fisik, mental, dan adaptasi terhadap tekanan target yang terus berubah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User