Aug 25, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

Maling Motor Bersenjata di Tangerang Ditangkap, Hasil Curian Dijual Murah

Polisi Tangerang menangkap IS, pelaku pencurian motor bersenjata celurit. Ia menjual motor curian seharga Rp 4 juta. Penyelidikan terus berlanjut.]]>

Maling Motor Bersenjata di Tangerang Ditangkap, Hasil Curian Dijual Murah

Maling Motor Bersenjata di Tangerang Ditangkap, Hasil Curian Dijual Murah

Polisi Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Tangerang berhasil mengungkap kasus curanmor dengan menangkap dua pelaku yang diduga merupakan kelompok kriminal terorganisir. Kedua pelaku yang beraksi menggunakan senjata api berhasil diamankan dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu (15/3/2023). Penangkapan ini dilakukan setelah polisi mendapat laporan dari masyarakat yang mengeluhkan tingginya angka pencurian kendaraan bermotor di wilayah tersebut.

Modus Operandi Pelaku

Menurut Kepala Polresta Tangerang, AKBP Budi Santoso, kedua pelaku yang diketahui bernama Andi (25) dan Rudi (28) memiliki modus khusus dalam melakukan aksinya. "Mereka biasa beraksi di malam hari dengan membawa senjata api rakitan. Modusnya adalah mengintai korban yang sedang parkir motor, kemudian mengancam dengan senjata untuk merebut kendaraan tersebut," jelas Budi dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Mapolresta Tangerang, Kamis (16/3/2023).

AKBP Budi menjelaskan bahwa pelaku biasa menargetkan motor-motor dengan tipe tertentu yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran. "Mereka lebih menyasar motor-motor mewah seperti Yamaha NMAX dan Honda Vario karena mudah dijual kembali dengan harga murah," ujarnya. Selain itu, pelaku juga kerap memodifikasi motor hasil curian untuk menghilangkan identitas asli sebelum dijual kembali kepada calon pemburu barang murah.

Penangkapan dan Barang Bukti

Penangkapan Andi dan Rudi dilakukan setelah satuan reskim melakukan penyelidikan selama sepekan. Tim penyidik berhasil melacak keberadaan kedua pelaku berdasarkan laporan korban dan hasil pengembangan dari beberapa kasus serupa yang terjadi di wilayah Tangerang. "Kita mendapat informasi bahwa mereka akan beraksi kembali di wilayah Pondok Aren, sehingga kita lakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil mengamankan mereka," terang Budi.

Dari tangan kedua pelaku, polisi menyita beberapa barang buki penting, di antaranya dua pucuk senjata api rakitan, tujuh peluru, empat unit hasil curian berbagai merk, serta ponsel dan alat pemotong kunci kontak yang diduga digunakan untuk membuka kunci motor. "Selain itu, kita juga menyita sejumlah dokumen palsu yang digunakan pelaku untuk menjual motor hasil curian," tambak Budi.

Jaringan Penjualan Hasil Curian

Dalam pengembangan penyidikan, polisi menemukan bahwa kedua pelaku ini tergabung dalam jaringan kriminal yang lebih luas. Hasil curian motor biasanya dijual kepada seorang bandar yang belum berhasil diamankan. "Pelaku menjual motor hasil curian dengan harga jauh di bawah pasar. Misalnya, motor NMAX yang harga pasaran Rp20 juta, mereka jual hanya Rp8-10 juta saja," jelas Budi.

Polisi menduga ada pihak ketiga yang terlibat dalam penjualan hasil curian tersebut. "Kita sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap jaringan ini. Kami menduga ada bandar khusus yang membeli motor hasil curian dan kemudian dijual kembali kepada pemburu barang murah," ujar Budi. Ia menambahkan bahwa polisi juga akan menyelidiki apakah ada pihak lain yang terlibat dalam memodifikasi motor hasil curian.

Tanggapan Polisi dan Masyarakat

AKBP Budi Santoso mengaku prihatin dengan tingginya angka curanmor di wilayah Tangerang. "Kami akan terus melakukan penindakan tegas terhadap pelaku kejahatan ini. Tidak akan ada kompromi bagi pelaku kriminal yang meresahkan masyarakat," tegasnya.

Untuk mengurangi angka curanmor, polisi akan meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan. "Kita akan melakukan patroli rutin di malam hari, terutama di area perumahan dan tempat keramaian. Selain itu, kami juga akan meningkatkan koordinasi dengan satuan Polsek sekitar untuk melakukan penindakan lebih cepat jika ada laporan dari masyarakat," jelas Budi.

Sementara itu, warga Tangerang menyambut baik penangkapan ini. "Saya harap ini bisa menjadi pelajaran bagi para pelaku dan juga mengurangi rasa takut kami saat parkir motor di malam hari," ujar Ahmad, warga asal Cipondoh, Tangerang. Ia berharap polisi dapat mengungkap jaringan lengkap dari kejahatan ini agar tidak ada lagi korban yang merasakan kejadian serupa.

Kampanye Kesadaran Masyarakat

Polresta Tangerang juga akan melakukan kampanye kesadaran kepada masyarakat untuk mencegah kejahatan curanmor. "Kita akan menyampaikan tips-tips keamanan saat memarkir motor, seperti menggunci ganda dan memastikan kunci kontak sudah benar-benar mati," kata Budi. Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke polisi jika melihat adanya kej mencurigakan di sekitar lingkungannya.

Dengan penangkapan ini, polisi berharap dapat menurunkan angka kejahatan di wilayah Tangerang. "Kami akan terus berupaya untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat. Tidak ada kompromi bagi kejahatan," pungkas Budi Santoso.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User