Sep 18, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

MADRID — Endrick Ukir Rekor Bersejarah Saat Real Madrid Menang Atas Stuttgart

Gemuruh publik Santiago Bernabeu pada Rabu (18/9/2024) dini hari WIB bukan sekadar perayaan atas tiga poin perdana Real Madrid di panggung Liga Champions 2

MADRID — Endrick Ukir Rekor Bersejarah Saat Real Madrid Menang Atas Stuttgart

Gemuruh publik Santiago Bernabeu pada Rabu (18/9/2024) dini hari WIB bukan sekadar perayaan atas tiga poin perdana Real Madrid di panggung Liga Champions 2024/2025. Di balik kemenangan 3-1 atas wakil Jerman, VfB Stuttgart, terselip sebuah momen berharga yang mencatatkan tinta emas dalam sejarah panjang klub berjuluk Los Blancos tersebut. Ketika laga memasuki menit-menit akhir masa perpanjangan waktu, seorang pemuda berusia 18 tahun 58 hari berlari menyisir tengah lapangan, lalu melepaskan tembakan spekulatif keras dari luar kotak penalti yang menghujam deras gawang Alexander Nübel. Nama di punggung jersinya: Endrick Felipe.

Momen tersebut seketika mengubah atmosfer stadion menjadi gempar. Bukan hanya karena gol spektakuler itu mengunci kemenangan tuan rumah, melainkan juga akibat keberanian ekstrem sang wonderkid asal Brasil yang memilih mengeksekusi bola sendiri ketimbang menyodorkan umpan kepada Kylian Mbappé atau Vinícius Júnior yang sejatinya berdiri di posisi jauh lebih bebas.

Keberanian Nekat yang Membawa Berkah

Dalam skema serangan balik cepat pada menit ke-95, mayoritas penonton dan bahkan rekan setimnya memperkirakan Endrick akan menyodorkan umpan matang ke sisi sayap. Namun, intuisi tajam seorang penyerang murni mengambil alih nalurinya di atas lapangan hijau.

"Dia memiliki sesuatu yang spesial yang tidak dimiliki banyak pemain. Endrick punya keberanian dan kualitas luar biasa. Tembakannya sangat kuat, cepat, dan mematikan," ujar pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, usai laga.

Keputusan nekat itu berbuah manis. Bola hasil tendangan keras kaki kirinya meluncur deras, memantul di tangan Nübel, dan bersarang di jala Stuttgart. Ekspresi emosional Endrick usai mencetak gol—berlari ke arah tribun penonton dengan mata berbinar dan tangan mengudara—menjadi simbol lahirnya bintang baru di panggung tertinggi Eropa. Rekan-rekannya, termasuk Mbappé, langsung memeluk sang pemain muda dengan senyum tak percaya atas keputusan berani tersebut.

Menumbangkan Rekor Legenda Raúl González

Gol tersebut tidak sekadar menambah angka di papan skor, melainkan juga meruntuhkan rekor klub yang telah bertahan selama hampir tiga dekade. Endrick resmi menjadi pencetak gol termuda sepanjang sejarah Real Madrid di Liga Champions, mematahkan rekor milik sang legenda hidup, Raúl González Blanco, yang mencetaknya pada tahun 1995 saat berusia 18 tahun 113 hari.

Berikut adalah perbandingan rekor pencetak gol termuda Los Blancos di kompetisi elite Eropa:

Pemain Usia saat Gol Pertama Lawan (Tahun)
Endrick Felipe 18 tahun 58 hari VfB Stuttgart (2024)
Raúl González 18 tahun 113 hari Ferencváros (1995)
Rodrygo Goes 18 tahun 301 hari Galatasaray (2019)

Catatan statistik ini menegaskan bahwa proses adaptasi eks pemain Palmeiras ini berjalan jauh lebih cepat dari perkiraan para pengamat sepak bola Eropa.

Investasi Masa Depan di Tengah Sesaknya Bintang

Kedatangan Endrick ke Santiago Bernabeu pada musim panas ini sempat dibayangi keraguan. Dengan hadirnya megabintang Kylian Mbappé serta keberadaan Vinícius Júnior dan Rodrygo, banyak pihak memprediksi Endrick hanya akan menjadi pemanas bangku cadangan. Namun, efisiensi penyerang bertinggi 173 cm ini terbukti sangat luar biasa. Dari menit bermain yang relatif terbatas sebagai pemain pengganti, ia terus membuktikan efektivitasnya di barisan depan.

"Bagi Endrick, setiap menit di lapangan adalah panggung untuk membuktikan bahwa harga mahal dan ekspektasi publik Brasil bukanlah beban, melainkan bahan bakar," ungkap analis sepak bola Spanyol. Keberaniannya mengambil keputusan di momen kritis memperlihatkan mentalitas baja yang jarang dimiliki oleh pemain seusianya.

Kemenangan atas Stuttgart ini bukan hanya menjadi langkah awal yang manis bagi Real Madrid dalam mempertahankan gelar Liga Champions, tetapi juga menjadi sinyal bahaya bagi lawan-lawan mereka: armada muda Los Blancos kini memiliki senjata mematikan baru yang tak ragu melepaskan tembakan dari sudut mana pun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User