Sep 16, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

LUSAIL — Meksiko Tersingkir Tragis Meski Tundukkan Arab Saudi

Malam penuh drama di Stadion Lusail, Qatar, berakhir dengan kenyataan pahit bagi Tim Nasional Meksiko pada pertandingan pamungkas Grup C Piala Dunia 2022,

LUSAIL — Meksiko Tersingkir Tragis Meski Tundukkan Arab Saudi

Malam penuh drama di Stadion Lusail, Qatar, berakhir dengan kenyataan pahit bagi Tim Nasional Meksiko pada pertandingan pamungkas Grup C Piala Dunia 2022, 30 November 2022. Kendati berhasil mengamankan kemenangan 2-1 atas Arab Saudi, skuad berjuluk El Tri tersebut tetap harus mengemas koper lebih awal. Kemenangan ini terasa tawar karena untuk pertama kalinya sejak edisi 1994, Meksiko gagal melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia. Hasil tersebut tidak hanya memicu kekecewaan publik, tetapi juga menyibak tabir kelemahan sistematis dan kegagalan strategi yang dialami tim asuhan Gerardo "Tata" Martino sepanjang turnamen.

Kronologi Drama di Lusail: Dominasi yang Terlambat

Membutuhkan kemenangan bergol banyak untuk mengamankan tiket fase gugur, Meksiko tampil menekan sejak peluit pertama ditiupkan. Pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi dengan dorongan intensitas yang sangat masif dari kedua tim:

  1. Babak Pertama Tanpa Gol: Meksiko mendominasi penguasaan bola hingga 61% dan melepaskan 11 tembakan, namun ketajaman di lini depan menjadi tembok penghalang utama akibat penyelesaian akhir yang terburu-buru.
  2. Menit ke-47 (Gol Henry Martín): Kebuntuan pecah saat Henry Martín memanfaatkan umpan tumit dari César Montes dalam situasi sepak pojok, mengubah skor menjadi 1-0 untuk Meksiko.
  3. Menit ke-52 (Gol Luis Chávez): Gelandang Luis Chávez mencetak salah satu gol tendangan bebas terindah dalam turnamen lewat sepakan melengkung dari jarak 30 meter yang merobek pojok atas gawang Mohammed Al-Owais.
  4. Menit ke-90+5 (Gol Salem Al-Dawsari): Saat Meksiko mengurung pertahanan Arab Saudi demi mencari gol ketiga, skema serangan balik cepat dimanfaatkan Salem Al-Dawsari untuk menaklukkan Guillermo Ochoa, sekaligus mengakhiri impian Meksiko secara matematis.

Analisis Klasemen Grup C: Tragedi Selisih Gol

Kegagalan Meksiko tidak ditentukan pada laga pamungkas semata, melainkan akumulasi dari hasil minim gol di dua laga awal (imbang 0-0 lawan Polandia dan kalah 0-2 dari Argentina). Hingga sebelum gol balasan Arab Saudi di masa injury time, Meksiko dan Polandia memiliki jumlah poin dan selisih gol yang identik, yang memaksa penentuan peringkat menggunakan kriteria poin Fair Play (jumlah kartu kuning).

Tim Main Menang Seri Kalah Gol Kebobolan Selisih Gol Poin
Argentina 3 2 0 1 5 2 +3 6
Polandia 3 1 1 1 2 2 0 4
Meksiko 3 1 1 1 2 3 -1 4
Arab Saudi 3 1 0 2 3 5 -2 3

Autopsi Skuad El Tri: Dosa Taktis dan Krisis Generasi

Kritik tajam bermunculan pasca-pertandingan. Pengamat sepak bola menilai Meksiko membayar harga yang sangat mahal akibat pendekatan taktis yang terlalu defensif pada laga-laga awal. Pendekatan pragmatis Gerardo Martino saat menghadapi Argentina dianggap menghilangkan identitas menyerang yang biasanya menjadi kekuatan utama El Tri.

"Meksiko membuang 180 menit pertama mereka di Qatar tanpa keberanian mencetak gol. Kemenangan atas Arab Saudi adalah wujud keputusasaan yang terlambat, bukan rencana permainan yang matang," tegas pengamat sepak bola internasional dalam sesi analisis pascamatch.

Selain faktor taktis, beberapa faktor internal yang berkontribusi pada kegagalan Meksiko meliputi:

  • Ketumpulan Lini Depan: Meksiko gagal mencetak gol dalam 384 menit laga Piala Dunia (terhitung sejak edisi 2018) sebelum gol Henry Martín di babak kedua.
  • Ketergantungan Pemain Senior: Skuad Meksiko di Qatar 2022 mencatatkan rata-rata usia 28,5 tahun, salah satu yang tertua di turnamen, tanpa adanya regenerasi talenta muda yang signifikan dari Liga MX.
  • Kebijakan Pemilihan Skuad: Keputusan tidak membawa penyerang muda berbakat Santiago Giménez serta pencetak gol terbanyak sepanjang masa Javier "Chicharito" Hernández menuai kecaman publik setelah lini depan mereka terbukti tumpul.

Kekalahan menyakitkan di Lusail ini menandai berakhirnya era Gerardo Martino yang langsung mengundurkan diri beberapa jam setelah laga usai, sekaligus memaksa Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) merombak total struktur pembinaan sepak bola nasional mereka menjelang Piala Dunia 2026 di mana mereka menjadi salah satu tuan rumah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User