Sebuah fragmen video berdurasi beberapa detik dari rekaman CCTV di Jembatan Putney, London Barat, pernah menghentak dunia pada Mei 2017. Dalam rekaman kelam tersebut, seorang pria yang sedang berlari pagi tampak secara sengaja mendorong seorang wanita berusia 33 tahun ke arah jalur bus tingkat yang sedang melaju kencang. Hanya berkat refleks luarbiasa dari sang pengemudi bus yang membanting kemudi di detik-detik terakhir, kepala wanita itu terhindar dari benturan fatal—hanya berjarak beberapa sentimeter saja dari roda depan kendaraan berat tersebut.
Selama bertahun-tahun, identitas pria yang dijuluki media Inggris sebagai "Putney Pusher" itu menjadi salah satu teka-teki kriminal paling membingungkan di London. Kepolisian Metropolitan London (Met Police) melancarkan perburuan masif, meneliti ribuan jam rekaman kamera pengawas, dan memeriksa lusinan petunjuk dari masyarakat. Namun kini, alur kasus tersebut menemui akhir yang memilukan sekaligus antiklimaks: pria yang diduga kuat sebagai pelaku aksi keji itu dilaporkan telah ditemukan meninggal dunia.
Keajaiban di Atas Aspal Jembatan Putney
Tragedi yang hampir merenggut nyawa itu terjadi pada suatu pagi yang tampak biasa. Korban sedang berjalan kaki menyeberangi jembatan ketika seorang pelari pria berkulit putih mendekatinya dari arah berlawanan. Tanpa provokasi, tanpa adu mulut, dan tanpa alasan yang jelas, pria tersebut menggunakan lengannya untuk memusatkan dorongan keras ke tubuh korban hingga ia jatuh tersungkur ke jalan raya.
Oliver Salbris, pengemudi bus rute 430 yang saat itu membawa penumpang, mengingat jelas momen mencekam tersebut. Keputusannya untuk membanting kemudi ke kanan secara mendadak menjadi pembeda antara hidup dan mati bagi korban.
"Jika saya tidak menghindari wanita itu tepat pada waktunya, dia pasti sudah terlindung di bawah roda bus. Itu adalah refleks murni, namun peristiwa tersebut terus membayangi saya," ungkap Salbris dalam wawancara media saat mengenang insiden tersebut.
Tidak berhenti di situ, sekitar 15 menit setelah kejadian, pelari tersebut kembali melintasi jembatan dari arah berlawanan. Korban yang masih terguncang mencoba meminta penjelasan, namun sang pelaku terus berlari tanpa memedulikan wanita yang hampir tewas akibat perbuatannya. Arogansi dan dinginnya sikap pelaku memicu gelombang kemarahan publik Britania Raya.
Perburuan Masif yang Menemui Jalan Buntu
Penyelidikan yang dipimpin oleh Met Police menghadapi tembok tebal sejak awal. Meskipun rekaman CCTV yang dirilis sangat jelas memperlihatkan insiden tersebut, wajah pelaku sulit diidentifikasi secara pasti karena jarak dan kualitas pencahayaan. Beberapa penangkapan sempat dilakukan terhadap sejumlah tersangka, termasuk seorang pengusaha Amerika Serikat, namun mereka semua dibebaskan tanpa tuduhan setelah bukti alibi terbukti kuat.
| Tahun | Perkembangan Kasus Putney Pusher |
|---|---|
| Mei 2017 | Insiden penganiayaan terjadi di Jembatan Putney; rekaman CCTV dirilis ke publik. |
| 2017 - 2018 | Met Police menerima ratusan laporan publik, menahan beberapa orang namun membebaskan semuanya. |
| Juni 2018 | Kepolisian mengumumkan penyelidikan aktif dihentikan karena kehabisan petunjuk utama. |
| Akhir Kasus | Terduga pelaku teridentifikasi namun ditemukan telah meninggal dunia di lokasi terpisah. |
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa mereka telah melakukan penyelidikan komprehensif, menguji berbagai teori mulai dari tindakan acak hingga kemungkinan gangguan kesehatan mental pelaku. Namun, keterbatasan bukti forensik digital pada saat kejadian terus menyulitkan langkah penyidik.
Akhir Tanpa Pengadilan bagi Sang Korban
Laporan terbaru dari media-media utama Inggris menyebutkan bahwa sosok yang dicurigai sebagai pelaku utama kini telah tutup usia. Meski laporan polisi belum merinci secara detail penyebab kematian maupun identitas resmi pria tersebut guna alasan hukum dan privasi keluarga, penemuan ini menutup berkas kasus yang sempat menghebohkan publik dunia.
Bagi publik dan terutama korban, kematian terduga pelaku meninggalkan rasa duka dan keadilan yang tidak sepenuhnya tuntas. Tidak ada ruang persidangan di mana pelaku harus mempertanggungjawabkan motif kejamnya di depan hukum. Keadilan formal yang dinanti selama bertahun-tahun kini terkunci rapat bersama kematian sang buron.
Aksi di Jembatan Putney tetap menjadi pengingat kelam tentang betapa rentannya keselamatan warga di ruang publik, sekaligus menjadi saksi kepahlawanan seorang sopir bus yang bertindak cepat menyelamatkan nyawa sesama manusia.
Comments (0)