Aug 25, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Lika-Liku Profesi Damkar: Risiko Tinggi dan Harapan yang Menunggu Jawaban

Di balik wajah ramah dan kecepatan respons yang siap diaktifkan kapan pun, para petugas pemadam kebakaran atau damkar menyimpan sejumlah harapan yang belum sepenuhnya terwujud. Profesi ini kerap dipan...

Lika-Liku Profesi Damkar: Risiko Tinggi dan Harapan yang Menunggu Jawaban

Di balik wajah ramah dan kecepatan respons yang siap diaktifkan kapan pun, para petugas pemadam kebakaran atau damkar menyimpan sejumlah harapan yang belum sepenuhnya terwujud. Profesi ini kerap dipandang sebelah mata sebagai pekerjaan yang sederhana, padahal realitas di lapangan memperlihatkan kompleksitas tugas, tekanan mental, serta risiko fisik yang melekat pada setiap panggilan darurat. Memahami sisi lain dari seragam oranye tersebut menjadi penting agar dukungan publik tidak berhenti pada apresiasi sesaat.

Cakupan Tugas yang Jauh Melampaui Api

Bayangan masyarakat tentang damkar umumnya berhenti pada citra mobil tangga dengan sirene menggelegar menuju lokasi kebakaran. Faktanya adalah lingkup pekerjaan mereka jauh lebih luas daripada itu. Unit pemadam kebakaran di berbagai daerah juga menangani evakuasi korban yang terjebak di dalam kendaraan atau gedung, penanganan banjir dan genangan, pertolongan hewan yang terperosok, hingga pembersihan pohon tumbang yang menghalangi jalur transportasi.

Saat kemarau mencapai puncaknya, intensitas penanganan kebakaran lahan dan permukiman meningkat tajam. Ketika musim hujan tiba, fokus pekerjaan bergeser ke mitigasi banjir. Pola ini menegaskan satu hal: kalender kerja seorang damkar praktis tidak mengenal masa senggang, karena status kesiapsiagaan harus dijaga sepanjang tahun tanpa terkecuali.

Risiko yang Menyertai Setiap Alarm Berbunyi

Setiap kali alarm dinyalakan, petugas memasuki situasi yang tidak dapat diprediksi secara pasti. Suhu di pusat kebakaran bisa melampaui batas toleransi tubuh manusia, sementara asap tebal memuat partikel berbahaya yang berpotensi memicu gangguan pernapasan dalam jangka panjang. Struktur bangunan yang telah terpanggang api dapat runtuh mendadak, dan kehadiran bahan kimia tertentu membuka peluang ledakan susulan.

Berdasarkan verifikasi terhadap berbagai kajian keselamatan dan kesehatan kerja, profesi ini konsisten masuk kategori pekerjaan berisiko tinggi. Luka bakar ringan, terkilir, hingga dehidrasi menjadi bagian yang hampir rutin dialami, sementara potensi kecelakaan fatal selalu mengintai di setiap operasi berskala besar.

Persoalan Lama yang Menunggu Solusi

Catatan lapangan memperlihatkan rangkaian persoalan klasik yang dihadapi instansi pemadam kebakaran di banyak daerah: usia armada dan peralatan yang menua, jumlah personel yang belum ideal dibandingkan luas wilayah layanan, serta tunjangan risiko yang belum sepenuhnya mencerminkan besarnya bahaya pekerjaan. Sebagai gambaran, standar yang acap dirujuk menyarankan ketersediaan satu petugas untuk setiap seribu penduduk, angka yang belum tercapai di sejumlah wilayah.

Jam kerja turut menjadi sorotan. Sistem piket menuntut kesiagaan hampir tanpa henti sehingga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga sulit dijaga. Ditambah lagi, kebutuhan pelatihan bersertifikat terus meningkat seiring perkembangan teknologi penanganan bencana. Kondisi demikian bertentangan dengan prinsip kesejahteraan pekerja yang seharusnya menjadi pegangan bagi profesi berisiko tinggi.

Harapan yang Ditenun di Balik Seragam

Ambisi para petugas tergolong sederhana: perbaikan kesejahteraan, pembaruan peralatan, penambahan anggota, serta ruang penghargaan sosial yang lebih besar atas dedikasi mereka. Bagi sebagian petugas, senyum dan ucapan terima kasih dari warga yang berhasil diselamatkan sudah menjadi bahan bakar untuk terus bertugas meskipun kondisi pendukung belum ideal.

Sinyal perbaikan sesungguhnya mulai tampak di sejumlah daerah melalui pengadaan armada baru, pembangunan pos pemadam tambahan, dan program pelatihan berkala. Meski demikian, verifikasi di lapangan menunjukkan distribusi perbaikan tersebut belum merata antarwilayah, sehingga kesenjangan kondisi kerja antardaerah masih terasa nyata.

Catatan Akhir: Apresiasi yang Perlu Diterjemahkan

Profesi damkar adalah bukti bahwa pengabdian tidak selalu berbanding lurus dengan imbalan. Mereka bergerak maju menuju tempat yang sengaja dihindari orang lain, dengan doa sederhana agar nasib profesinya ke depan membaik. Mendorong dialog publik tentang pemenuhan hak dan kesejahteraan damkar bukan sekadar bentuk simpati, melainkan investasi langsung bagi keselamatan dan ketangguhan seluruh masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User