Sep 14, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

LEBAK — 1.138 Ruang Kelas SD Rusak, Pemda Perbaiki 70

Dinding semen yang terkelupas, langit-langit kayu yang melengkung lapuk, serta retakan menganga di sudut-sudut bangunan menjadi pemandangan sehari-hari yan

LEBAK — 1.138 Ruang Kelas SD Rusak, Pemda Perbaiki 70

Dinding semen yang terkelupas, langit-langit kayu yang melengkung lapuk, serta retakan menganga di sudut-sudut bangunan menjadi pemandangan sehari-hari yang harus dihadapi ribuan anak sekolah dasar di Kabupaten Lebak, Banten. Di balik keriuhan suara anak-anak yang menimba ilmu, tersimpan ancaman nyata keselamatan jiwa yang sewaktu-waktu bisa merenggut masa depan mereka. Kondisi infrastruktur pendidikan di daerah ini telah berada pada titik nadir yang mengkhawatirkan.

Berdasarkan pendataan terbaru, pemerintah daerah mencatat setidaknya 1.138 ruang kelas SD mengalami kerusakan dengan kategori sedang hingga berat. Namun, di tengah desakan perbaikan yang begitu masif dan mendesak, Pemerintah Kabupaten Lebak mengakui keterbatasan yang sangat tajam. Pada tahun anggaran ini, kapasitas fiskal daerah hanya sanggup menyentuh perbaikan untuk 70 ruang kelas saja. Angka ini amat kontras dan menciptakan jurang ketimpangan yang amat lebar.

Ancaman Nyata di Balik Dinding Retak

Kondisi fisik bangunan yang memprihatinkan ini tidak sekadar mengganggu kenyamanan belajar, tetapi secara langsung menekan psikologis para siswa dan tenaga pengajar. Saat hujan deras mengguyur atau angin kencang menerpa, kegiatan belajar-mengajar kerap dihentikan secara mendadak karena kekhawatiran atap ruangan akan roboh dan menimpa penghuninya.

"Kami belajar setiap hari dalam bayang-bayang ketakutan. Ketika hujan turun keras, fokus guru dan murid bukan lagi pada pelajaran, melainkan pada langit-langit kelas yang terus meneteskan air dan berderit," ungkap seorang tenaga pendidik lokal yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi ini menegaskan bahwa ketimpangan fasilitas pendidikan di kawasan penyangga ibu kota masih menjadi pekerjaan rumah berat yang tak kunjung usai. Hak anak-anak untuk mendapatkan ruang belajar yang aman dan layak seolah terabaikan oleh lambatnya penanganan sistemik.

Analisis Anggaran: Ketimpangan Data dan Realisasi Perbaikan

Ketidakmampuan daerah dalam menuntaskan krisis bangunan sekolah ini berakar dari terbatasnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta ketergantungan yang sangat tinggi terhadap Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat. Dengan rasio perbaikan yang amat kecil setiap tahunnya, dibutuhkan waktu belasan tahun hanya untuk menuntaskan daftar tunggu kerusakan saat ini, tanpa memperhitungkan potensi kerusakan baru di masa depan.

Kategori Bangunan Rusak Jumlah Total (Unit) Target Perbaikan Pemda (Unit) Sisa Belum Terlayani (Unit)
Ruang Kelas SD (Rusak Sedang/Berat) 1.138 70 1.068

Berdasarkan perhitungan matematis sederhana, dengan kecepatan pembenahan yang hanya 70 ruang kelas per tahun, Pemda Lebak membutuhkan waktu lebih dari 16 tahun untuk menyelesaikan seluruh perbaikan ruang kelas yang rusak saat ini. Ketimpangan durasi ini memicu kritik keras dari berbagai pihak yang menilai sektor pendidikan dasar belum dijadikan skala prioritas utama dalam alokasi anggaran.

Mendesak Intervensi Pusat Sebelum Jatuh Korban

Lambatnya penanganan ini memperlihatkan perlunya langkah darurat dan intervensi langsung dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Penanganan biasa tanpa adanya skema diskresi anggaran khusus dipastikan akan menumbalkan generasi muda yang terpaksa belajar di ruang-ruang berbahaya.

Pemerintah daerah tidak boleh terus berlindung di balik alasan "keterbatasan anggaran" sementara keselamatan fisik para siswa dipertaruhkan setiap hari. Diperlukan reformasi alokasi dana dan political will yang kuat agar target rehabilitasi fasilitas pendidikan di Lebak bisa diakselerasi secara signifikan sebelum tragedi bangunan roboh memakan korban jiwa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User