Aug 26, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Kota Padang Lolos Seleksi II Jejaring Kota Kreatif UNESCO Bidang Gastronomi

Pencapaian terbaru di kancah internasional kembali ditorehkan Kota Padang. Kota berjuluk Serambi Mekah itu dinyatakan lolos pada Seleksi II dalam proses penilaian Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UNESCO ...

Kota Padang Lolos Seleksi II Jejaring Kota Kreatif UNESCO Bidang Gastronomi

Pencapaian terbaru di kancah internasional kembali ditorehkan Kota Padang. Kota berjuluk Serambi Mekah itu dinyatakan lolos pada Seleksi II dalam proses penilaian Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network) untuk kategori gastronomi. Hasil ini menempatkan Padang pada posisi yang kian strategis dalam perjalanannya menuju pengakuan dunia di bidang kuliner.

Kabar ini disambut sebagai momentum baru bagi pengembangan ekonomi kreatif di Sumatera Barat. Lolosnya Padang ke tahap lanjutan menunjukkan bahwa potensi kuliner daerah tersebut dipertimbangkan secara serius oleh lembaga internasional yang menaungi bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

Gerbang Menuju Jejaring Kota Kreatif Dunia

Jejaring Kota Kreatif UNESCO merupakan program yang diluncurkan pada 2004 untuk memperkuat kerja sama antarkota yang menjadikan kreativitas sebagai penggerak utama pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Jaringan tersebut mencakup tujuh bidang kreatif, yaitu kerajinan dan seni rakyat, desain, film, gastronomi, sastra, seni media, dan musik. Gastronomi menjadi salah satu kategori yang paling diminati karena berkaitan langsung dengan identitas budaya sekaligus potensi ekonomi masyarakat.

Berdasarkan verifikasi terhadap mekanisme seleksi yang berlaku, setiap kota kandidat harus melalui serangkaian tahapan penilaian yang ketat dan terdokumentasi. Kota yang dinyatakan lolos hingga tahap akhir berhak menyandang status Kota Kreatif UNESCO, sebuah atribut yang berdampak luas pada citra global, kunjungan wisata, hingga peluang kerja sama antarnegara.

Kuliner Minang sebagai Modal Utama

Padang memiliki posisi tawar yang kuat dalam kategori gastronomi. Masakan Padang dikenal hingga ke mancanegara dan menjadi salah satu ikon kuliner Indonesia yang paling mudah dikenali. Rendang, misalnya, pernah masuk dalam daftar makanan terlezat dunia versi sejumlah media internasional, termasuk daftar yang disusun CNN pada 2011 dan 2017. Pengakuan semacam itu menjadi bukti bahwa kekayaan rasa dan tradisi kuliner Minangkabau telah lama diterima lintas negara.

Kekuatan kuliner Padang tidak hanya terletak pada cita rasa, tetapi juga pada tata cara penyajian dan filosofi di balik setiap hidangan. Proses memasak yang panjang, pemilihan rempah, hingga tradisi makan bersama mencerminkan nilai sosial dan budaya masyarakat Minangkabau. Faktanya adalah dimensi inilah yang kerap menjadi perhatian utama dalam penilaian kota kreatif di bidang gastronomi, karena penilaian tidak berhenti pada soal rasa semata.

Tahapan Seleksi dan Langkah Berikutnya

Proses menuju status Kota Kreatif UNESCO tidak berhenti pada Seleksi II. Masih ada sejumlah tahapan administratif dan evaluasi substantif yang harus dijalani sebelum keputusan final diumumkan. Penetapan kota-kota baru anggota jejaring umumnya dilakukan secara berkala, dengan pengumuman resmi dari organisasi tersebut setelah seluruh penilaian dinyatakan rampung.

Keberhasilan menembus tahap ini membawa konsekuensi berupa kesiapan pemerintah daerah menjaga konsistensi data, dokumen, serta komitmen nyata dalam pengembangan ekosistem kuliner. Dukungan dari pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat umum menjadi faktor penentu agar penilaian lanjutan berjalan sesuai harapan. Konsistensi inilah yang biasanya menjadi pembeda antara kota yang bertahan dan yang gugur di tahap berikutnya.

Dampak Ekonomi dan Sosial yang Diharapkan

Jika kelak resmi ditetapkan, status kota kreatif di bidang gastronomi diyakini membawa manfaat berganda. Sektor pariwisata diprediksi menjadi salah satu penerima dampak terbesar, seiring meningkatnya minat wisatawan untuk mengenal langsung tradisi kuliner setempat. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di bidang makanan juga berpeluang memperoleh akses pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Di sisi lain, penetapan tersebut menuntut keberlanjutan program, bukan sekadar pencapaian simbolis. Komitmen jangka panjang dalam pelestarian resep tradisional, pengelolaan bahan baku lokal, serta pendidikan generasi muda tentang warisan kuliner menjadi indikator yang tidak kalah penting dalam menjaga reputasi kota di mata dunia.

Bagi masyarakat Sumatera Barat, kabar ini menjadi kebanggaan sekaligus tantangan. Padang kini berdiri di ambang pintu menuju jejaring kota kreatif dunia. Semua pihak berharap tahapan yang tersisa dapat dilalui dengan baik sehingga warisan gastronomi Minangkabau memperoleh tempat yang layak di panggung internasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User