Klarifikasi Jampidsus hingga OTT Bupati Sukoharjo
Sepekan terakhir, publik dihadapkan pada rangkaian peristiwa penting dari ranah hukum, otomotif, dan olahraga. Mulai dari klarifikasi Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Ardiansyah yang ...
Sepekan terakhir, publik dihadapkan pada rangkaian peristiwa penting dari ranah hukum, otomotif, dan olahraga. Mulai dari klarifikasi Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Ardiansyah yang menepis isu pengunduran diri, kejutan operasi tangkap tangan Bupati Sukoharjo, hingga duel pamungkas Liga 4 2026. Berikut rangkuman faktanya.
Jampidsus Febrie: Saya Masih Terima Tugas
Isu mundurnya Jampidsus Febrie Ardiansyah mencuat di tengah sorotan terhadap Kejaksaan Agung. Namun, Febrie dengan tegas membantah kabar tersebut. Ia menyatakan masih aktif menerima perintah tugas hingga Jumat (10/7/2026) pagi. Pernyataan ini sekaligus menampik spekulasi yang beredar, terutama di media sosial, bahwa dirinya akan mengundurkan diri dari jabatan strategis itu. Meski demikian, Febrie tidak merinci lebih jauh mengenai konteks tugas yang dijalankan, namun penegasannya cukup memberi sinyal bahwa roda penegakan hukum di lingkungan Jampidsus tetap berjalan normal. Klarifikasi ini muncul bersamaan dengan penggeledahan di sejumlah lokasi yang dilakukan oleh penyidik Polri, menambah kompleksitas dinamika internal aparat penegak hukum saat ini.
Daftar Mobil Listrik Produksi Dalam Negeri
Di sisi lain, kabar menggembirakan datang dari industri otomotif nasional. Pemerintah terus mendorong ekosistem kendaraan listrik, dan kini sejumlah merek mobil listrik sudah diproduksi secara lokal. Beberapa di antaranya adalah Wuling Air ev dan Binguo EV yang dirakit di pabrik Wuling Cikarang, Hyundai Ioniq 5 dan Ioniq 6 dari fasilitas Hyundai Motor Manufacturing Indonesia di Deltamas, serta DFSK Gelora E yang juga diproduksi di dalam negeri. Selain itu, MG 4 EV dan ZS EV dikabarkan memulai perakitan lokal, memperkuat pilihan bagi konsumen. Produksi lokal ini tak hanya menekan harga jual, tetapi juga membuka lapangan kerja dan transfer teknologi. Dukungan kebijakan seperti insentif PPN dan subsidi motor listrik turut memicu geliat pasar kendaraan ramah lingkungan yang diharapkan mampu menekan emisi karbon di Tanah Air.
Final Liga 4 2026: Pasuruan United vs Pesik Kuningan
Dari lapangan hijau, laga puncak Liga 4 2026 mempertemukan Pasuruan United dan Pesik Kuningan. Pertandingan yang menjadi penentu tiket promosi ke Liga 3 ini menyita perhatian pendukung kedua tim. Rekam jejak keduanya menunjukkan performa impresif: Pasuruan United menyingkirkan lawan-lawannya dengan permainan agresif, sementara Pesik Kuningan tampil solid dengan pertahanan yang sulit ditembus. Final ini dapat disaksikan langsung melalui live streaming di kanal resmi PSSI TV, memperluas akses penonton dari seluruh Indonesia. Duel ini bukan sekadar memperebutkan trofi, melainkan juga kebanggaan daerah dan momentum membangun sepak bola akar rumput yang semakin kompetitif.
OTT Bupati Sukoharjo: KPK Sita Logam Mulia dan Valas Miliaran Rupiah
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan taringnya melalui operasi tangkap tangan terhadap Bupati Sukoharjo. Dalam penggeledahan, penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa logam mulia serta valuta asing dalam denominasi Dolar Australia dan Dolar Singapura. Nilai totalnya diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Temuan ini memperkuat dugaan adanya praktik suap atau gratifikasi yang melibatkan pejabat daerah. KPK belum merilis secara rinci kronologi OTT maupun keterlibatan pihak lain, tetapi langkah penyitaan aset ini mengindikasikan bahwa aparat anti-rasuah sedang menelusuri aliran dana yang diduga berkaitan dengan proyek atau perizinan di Kabupaten Sukoharjo. Kasus ini menambah panjang daftar kepala daerah yang terjerat operasi senyap KPK.
Kafe de Clan dan Klarifikasi Febrie
Masih seputar Jampidsus, nama Febrie kembali dikaitkan dengan bisnis kafe de Clan di Cipete, Jakarta Selatan. Kafe tersebut menjadi satu dari 13 lokasi yang digeledah oleh penyidik Polri dalam suatu penyidikan. Namun, Febrie dengan cepat memberikan klarifikasi bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dalam kepemilikan atau pengelolaan tempat usaha itu. Ia menegaskan tidak memiliki hubungan bisnis apa pun dengan kafe de Clan. Bantahan ini penting untuk meredam dugaan publik yang mencoba mengaitkan penggeledahan dengan posisinya sebagai pejabat tinggi di Kejaksaan Agung. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai alasan penggeledahan di kafe tersebut maupun kaitannya dengan perkara yang sedang diusut. Klarifikasi Febrie setidaknya memberi batas antara kehidupan pribadi dan tugas jabatan yang tengah disorot.
Comments (0)