Kecam Komentar Rasis, Prancis Tuntut Senator Paraguai Soal Mbappe
Insiden memalukan terjadi selepas laga babak perempat final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Prancis dan Paraguay. Senator asal Paraguai, Miguel Torres, melontarkan komentar bernada rasis terhadap ...
Insiden memalukan terjadi selepas laga babak perempat final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Prancis dan Paraguay. Senator asal Paraguai, Miguel Torres, melontarkan komentar bernada rasis terhadap bintang Timnas Prancis, Kylian Mbappe, melalui akun media sosial pribadinya. Komentar tersebut memicu kemarahan publik Prancis dan dunia sepak bola internasional, hingga Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengambil langkah hukum formal.
Berdasarkan verifikasi terhadap unggahan yang telah dihapus dan tangkapan layar yang dikumpulkan oleh otoritas siber Prancis, Torres menuliskan pernyataan yang secara terang-terangan menghina ras dan menyinggung latar belakang etnis Mbappe. Klaim bahwa pernyataan tersebut hanyalah candaan khas suporter atau kritik terhadap performa di lapangan adalah menyesatkan. Faktanya, kata-kata yang digunakan mengandung stereotipe rasis yang telah dikutuk oleh komisi anti-diskriminasi FIFA.
FFF melalui pernyataan resmi yang dirilis di situs web mereka menyatakan telah mengajukan pengaduan ke Komite Etik FIFA serta menjalin koordinasi dengan federasi sepak bola Paraguay (APF) dan Kedutaan Besar Prancis di Asuncion. Sumber dari kepolisian Prancis menyebutkan bahwa bukti digital telah diserahkan untuk memproses pelanggaran undang-undang anti-rasisme daring yang berlaku di Prancis, yang memiliki yurisdiksi lintas negara dalam kasus pidana siber. Langkah hukum ini sejalan dengan protokol keras FIFA terhadap diskriminasi rasial pasca insiden serupa di Piala Dunia 2018 dan 2022.
Reaksi dari publik Prancis sangat keras. Tagar #JusticePourMbappe sempat menjadi trending topic di platform X selama lebih dari 36 jam, dengan dukungan dari rekan satu tim Mbappe, para legenda sepak bola, hingga tokoh politik seperti Presiden Prancis yang menyebut komentar tersebut sebagai "aib di panggung olahraga dunia". Mbappe sendiri merespons dengan unggahan singkat, "Kebencian tidak akan menang. Kami terus maju," yang mendapat lebih dari 8 juta interaksi dalam waktu singkat.
Di lain pihak, Parlemen Paraguay menghadapi tekanan internal untuk menjatuhkan sanksi etik terhadap Torres. Data dari lembaga pemantau diskriminasi Amerika Latin menunjukkan peningkatan kasus rasisme digital sebesar 27 persen pada tahun 2025, dengan tokoh publik kerap menjadi pelaku. Hal ini menambah bobot tuntutan agar hukuman terhadap Torres tidak sekadar formalitas politik, melainkan langkah nyata melawan impunitas ujaran kebencian rasial di ranah digital.
Insiden ini memperpanjang daftar kasus diskriminasi dalam sepak bola yang melibatkan pejabat tinggi negara. Bertentangan dengan klaim bahwa sepak bola adalah ruang netral yang lepas dari politik, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya. FIFA kini diharapkan mempercepat pembentukan panel khusus pemantau ujaran kebencian daring untuk melindungi pemain, terutama menjelang putaran final Piala Dunia 2026 yang semakin panas.
[TAGS]: komentar rasis, Kylian Mbappe, Senator Paraguai, Piala Dunia 2026, rasisme sepak bola, FFF [SOCIAL_TWEET]: Komentar rasis senator Paraguai terhadap Mbappe usai laga Piala Dunia 2026 berbuntut panjang. FFF ambil langkah hukum, FIFA turun tangan. Kasus ini jadi alarm keras bahwa rasisme digital harus dihentikan. Simak kronologinya: [SOCIAL_FB]: Dunia sepak bola kembali diguncang insiden rasisme. Kali ini, seorang senator dari Paraguay melontarkan hinaan rasis kepada Kylian Mbappe. Prancis langsung bereaksi keras dan mengajukan tuntutan. Kami paparkan duduk perkara selengkapnya. [SOCIAL_TG]: ⚽🚫 Senat Paraguay terlibat skandal rasisme: anggotanya hina Mbappe secara rasis. Prancis kecam dan seret kasus ini ke FIFA. Baca kronologi dan reaksi lengkapnya. [SOCIAL_THREADS]: Ramai soal komentar rasis senator Paraguay ke Kylian Mbappe. Thread ini menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, bukti digital, langkah hukum FFF, respons Mbappe, dan kenapa kasus ini penting untuk masa depan sepak bola.
Comments (0)