Sep 11, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

Kebakaran TPA Galuga Bogor Meluas 7,1 Hektare Usai Lima Hari Menyala

Krisis kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, memasuki fase kritis. Hingga hari kelima penanganan, amu

Kebakaran TPA Galuga Bogor Meluas 7,1 Hektare Usai Lima Hari Menyala

Krisis kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, memasuki fase kritis. Hingga hari kelima penanganan, amukan si jago merah belum berhasil dijinakkan sepenuhnya dan kini telah melahap area timbunan sampah seluas 7,1 hektare. Kepulan asap pekat yang membawa gas beracun terus membubung tinggi, mengancam kualitas udara serta kesehatan ribuan warga di kawasan sekitar permukiman.

Investigasi tim lapangan mengindikasikan bahwa tingginya konsentrasi gas metana (CH4) yang terperangkap di bawah lapisan sampah kering menjadi bahan bakar utama yang mempercepat perambatan api di zona pembuangan milik Pemkab dan Pemkot Bogor tersebut.

Kronologi Eskalasi Kebakaran TPA Galuga

Berdasarkan catatan tim penanggulangan bencana dan laporan operasional pemadam kebakaran di lapangan, berikut urutan eskalasi kebakaran dari titik awal hingga meluas:

  1. Hari Pertama: Titik api terpantau pertama kali muncul di zona tumpukan sampah aktif bagian barat, dipicu oleh cuaca terik ekstrem dan reaksi panas tumpukan gas metana bawah tanah.
  2. Hari Kedua: Embusan angin kencang mempercepat kobaran api menjalar ke lereng tebing sampah, membakar vegetasi liar pembatas dan menyulitkan manuver mobil tangki pemadam.
  3. Hari Ketiga: Luapan api melompat antargundukan sampah, memperluas area terdampak hingga menembus 4 hektare dan memicu kabut asap tebal di jalan akses Cibungbulang–Leuwiliang.
  4. Hari Keempat: Tim gabungan BPBD, Damkar Kabupaten Bogor, dan instansi terkait menambah suplai armada serta mengerahkan alat berat untuk membuka sekat bakar (firebreak).
  5. Hari Kelima: Luas total karhutla sampah terverifikasi mencapai 7,1 hektare, memaksa otoritas mengerahkan strategi pemadaman komprehensif dari darat dan udara.
"Karakteristik kebakaran sampah di TPA Galuga ini terjadi secara *deep-seated fire* atau kebakaran di lapisan dalam. Permukaan atas terlihat padam, namun bara di kedalaman tiga hingga lima meter terus membakar tumpukan plastik dan gas metana," ungkap salah satu koordinator teknis pemadaman di lokasi.

Mobilisasi Pemadaman dan Rekayasa Cuaca

Menghadapi medan yang terjal dan ancaman ledakan kantong gas, metode konvensional penyemprotan air dari darat terbukti menemui kendala besar. Otoritas penanggulangan bencana kini mengombinasikan berbagai skema pemadaman taktis:

  • Injeksi Air Bertekanan Tinggi: Petugas damkar menyuntikkan air langsung ke dalam lapisan bawah sampah untuk mendinginkan titik bara laten.
  • Pengurukan Tanah Penutup: Pengerahan belasan unit ekskavator untuk menimbun material sampah terbakar menggunakan tanah liat guna memutus pasokan oksigen.
  • Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC): Kerja sama lintas lembaga dilakukan untuk menyemai garam di awan potensial guna memicu hujan buatan serta opsi *water bombing* udara.

Ancaman Ekologis dan Dampak ISPA Warga

Dampak pembakaran material anorganik seperti plastik sintetis secara masif memicu pelepasan senyawa berbahaya dioksin dan furan ke atmosfer. Puskesmas di radius tiga kilometer mulai mencatat peningkatan keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada kelompok rentan, khususnya anak-anak dan lansia.

Pemerintah daerah didesak untuk tidak hanya fokus pada pemadaman api, melainkan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola *sanitary landfill* dan mitigasi risiko kebakaran gas metana di TPA Galuga agar bencana lingkungan serupa tidak terus berulang setiap musim kemarau.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User