Sep 11, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

KALIMANTAN — Tiga Sungai Raksasa Mengering dan Berubah Menjadi Gurun Pasir

Di bawah terik matahari yang menyengat, pemandangan memprihatinkan membentang di jantung Pulau Kalimantan. Sungai-sungai raksasa yang selama bertahun-tahun

KALIMANTAN — Tiga Sungai Raksasa Mengering dan Berubah Menjadi Gurun Pasir

Di bawah terik matahari yang menyengat, pemandangan memprihatinkan membentang di jantung Pulau Kalimantan. Sungai-sungai raksasa yang selama bertahun-tahun menjadi urat nadi kehidupan, transportasi, dan perekonomian warga lokal kini lenyap secara perlahan. Air cokelat yang dahulunya mengalir deras menyusut drastis, menyisakan hamparan pasir luas dan tanah retak-retak yang tampak seperti gurun pasir baru di tengah pulau yang pernah dijuluki sebagai paru-paru dunia.

Krisis ekologis ini tidak hanya disebabkan oleh siklus kemarau tahunan. Investigasi di lapangan mengindikasikan adanya perpaduan mematikan antara fenomena iklim ekstrem dan kerusakan lingkungan yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Tiga sungai utama—Sungai Barito, Sungai Kapuas, dan Sungai Kahayan—mengalami penyusutan debit air hingga pada titik terendah dalam sejarah pencatatan modern.

Tragedi Ekologis dan Kelumpuhan Akses Warga

Penyusutan air sungai ini melumpuhkan aktivitas ribuan warga yang menggantungkan hidup pada jalur perairan. Perahu-perahu tradisional jenis ketinting hingga kapal angkutan barang berukuran besar kini mangkrak, tertanam di atas gundulan pasir yang mencuat ke permukaan. Jalur logistik antardesa terputus total, memicu lonjakan harga barang kebutuhan pokok dan krisis air bersih di kawasan pedalaman.

"Kami tidak hanya kehilangan air, kami kehilangan urat nadi kehidupan. Dulu sungai ini sedalam lebih dari sepuluh meter dan menjadi satu-satunya jalan kami keluar desa. Sekarang, anak-anak bahkan bisa bermain sepak bola di tengah dasar sungai yang mongkering," ungkap Burhanuddin (54), warga bantaran Sungai Barito.

Dampak ekonomi dari fenomena ini merembet cepat. Tongkang pengangkut komoditas vital seperti hasil bumi dan bahan bakar tidak dapat melintas karena kedalaman air di beberapa titik kritis menyusut hingga kurang dari 50 sentimeter. Kondisi ini mengancam ketahanan pangan ribuan jiwa yang terisolasi di daerah aliran sungai.

Data Perbandingan Kondisi Sungai Utama Kalimantan

Berikut adalah penelusuran data lapangan yang menunjukkan perubahan drastis pada tiga sungai raksasa di Kalimantan selama musim kemarau ekstrem tahun ini:

Nama Sungai Kondisi Kedalaman Normal Kondisi Saat Ini Dampak Utama Lingkungan & Ekonomi
Sungai Barito 8 - 12 Meter < 1 Meter (Timbul Dangkal Pasir) Lumpuhnya transportasi barang dan tongkang batubara.
Sungai Kapuas 10 - 15 Meter Menyusut Drastis (Dasar Sungai Terbuka) Krisis pasokan air bersih warga Pontianak dan sekitarnya.
Sungai Kahayan 6 - 10 Meter Terputus Menjadi Ceruk-Ceruk Air Isolasi total ribuan warga pedalaman Kalimantan Tengah.

Dampak Deforestasi dan Ancaman Desertifikasi Tropis

Mengeringnya sungai-sungai raksasa ini menjadi sinyal bahaya yang nyata bagi ekosistem Kalimantan. Para ahli lingkungan menegaskan bahwa perubahan sungai menjadi gurun pasir ini adalah konsekuensi langsung dari pembabatan hutan primer di kawasan hulu. Kerusakan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) membuat tanah kehilangan kemampuan alami untuk menyerap dan menyimpan air hujan.

Alih fungsi lahan berskala besar untuk industri ekstraktif dan perkebunan monokultur disinyalir mempercepat pembentukan sedimen di dasar sungai. Ketika kemarau tiba, sedimentasi tebal tersebut langsung terekspos ke permukaan, menciptakan fenomena "gurun baru" yang merusak struktur ekosistem perairan dataran rendah.

"Ini bukan sekadar bencana musiman biasa, melainkan ancaman desertifikasi di kawasan tropis akibat degradasi lahan hulu yang tak terkendali," ujar pakar tata air lingkungan dalam sebuah wawancara. Tanpa adanya tindakan korektif dan evaluasi izin industri di sepanjang DAS, sungai-sungai bersejarah Kalimantan terancam mati permanen, meninggalkan jejak bencana sosial dan lingkungan yang sulit dipulihkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User