Aug 25, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

KAI Mulai Bangun 3.784 Hunian di TOD Manggarai, Termasuk Unit Bersubsidi

PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi memulai pembangunan kawasan hunian di area Transit Oriented Development (TOD) Stasiun Manggarai, Jakarta. Secara keseluruhan, proyek ini akan menghadirkan 3.784 uni...

KAI Mulai Bangun 3.784 Hunian di TOD Manggarai, Termasuk Unit Bersubsidi

PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi memulai pembangunan kawasan hunian di area Transit Oriented Development (TOD) Stasiun Manggarai, Jakarta. Secara keseluruhan, proyek ini akan menghadirkan 3.784 unit hunian yang dirancang menyatu dengan simpul transportasi publik. Dari jumlah tersebut, 1.232 unit dialokasikan khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan masyarakat berpenghasilan menengah (MBM), sebuah sinyal bahwa kebutuhan rumah terjangkau turut menjadi perhatian dalam pengembangan kawasan ini.

Rincian Hunian dan Segmen yang Disasar

Berdasarkan keterangan resmi yang beredar, pembangunan hunian di TOD Manggarai menempatkan MBR dan MBM sebagai salah satu segmen utama. Sebanyak 1.232 unit dari total 3.784 unit akan diperuntukkan bagi dua kelompok masyarakat tersebut. Kehadiran unit bersubsidi di dalam kawasan TOD dinilai penting, sebab lokasi yang terhubung langsung dengan transportasi umum biasanya identik dengan harga properti yang lebih tinggi. Dengan adanya alokasi khusus ini, kelompok berpenghasilan menengah ke bawah tetap memiliki peluang untuk tinggal di kawasan strategis tanpa harus mengorbankan akses mobilitas harian.

Adapun sisa unit lainnya direncanakan untuk melengkapi komposisi kawasan, sehingga terbentuk lingkungan hunian yang beragam dan tidak eksklusif pada satu segmen ekonomi. Pola semacam ini sejalan dengan pendekatan TOD yang mengedepankan percampuran fungsi, mulai dari hunian, ruang komersial, hingga fasilitas penunjang di dalam satu kawasan yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki.

Integrasi dengan Transportasi Publik

Lokasi proyek ini berada di Stasiun Manggarai, salah satu stasiun tersibuk di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Stasiun tersebut menjadi titik persilangan sejumlah rute kereta rel listrik (KRL) Commuter Line yang melayani perjalanan dari berbagai arah, termasuk kawasan Bogor, Depok, Bekasi, hingga Tangerang. Dengan posisi tersebut, penghuni TOD Manggarai dapat berpindah moda secara langsung tanpa mengandalkan kendaraan pribadi, yang pada gilirannya turut menekan kemacetan dan emisi karbon di ibu kota.

Konsep TOD sendiri menempatkan stasiun sebagai pusat kegiatan, bukan sekadar tempat naik-turun penumpang. Hunian yang dibangun dalam radius dekat dari stasiun memungkinkan warga berjalan kaki menuju peron, menggunakan transportasi umum untuk bekerja, dan kembali ke rumah dengan waktu tempuh yang lebih singkat. Integrasi semacam ini menjadi jawaban atas persoalan urbanisasi, di mana pertumbuhan kota kerap tidak diimbangi oleh ketersediaan hunian yang dekat dengan pusat aktivitas.

Bagi KAI, pengembangan properti di sekitar stasiun juga merupakan bagian dari diversifikasi bisnis di luar layanan transportasi. Nilai lahan di sekitar stasiun cenderung meningkat seiring membaiknya aksesibilitas, sehingga pengembangan TOD dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.

Dampak bagi Perkotaan dan Harapan ke Depan

Pembangunan 3.784 hunian di TOD Manggarai diproyeksikan membawa dampak berganda. Pertama, dari sisi permukiman, proyek ini ikut berkontribusi mengurangi kesenjangan antara kebutuhan rumah dan pasokannya, khususnya di wilayah perkotaan yang lahannya semakin terbatas. Kedua, dari sisi mobilitas, konsentrasi hunian di dekat stasiun berpotensi menggeser kebiasaan masyarakat dari kendaraan pribadi menuju transportasi umum. Ketiga, dari sisi ekonomi, kehadiran penghuni baru akan menggerakkan kegiatan usaha di sekitar kawasan, mulai dari ritel hingga jasa.

Meski demikian, keberhasilan kawasan TOD tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik. Dukungan kebijakan, keterjangkauan harga, akses pembiayaan, serta ketersediaan fasilitas pendukung seperti sekolah, layanan kesehatan, dan ruang terbuka ikut menentukan kualitas hunian dalam jangka panjang. Tanpa elemen-elemen tersebut, sebuah kawasan hunian berisiko menjadi sekadar bangunan tanpa kehidupan sosial yang sehat.

Kehadiran unit bersubsidi di dalam kawasan ini juga menegaskan bahwa pembangunan TOD tidak semata-mata berorientasi pada nilai komersial. Dengan mengalokasikan 1.232 unit bagi MBR dan MBM, KAI menunjukkan bahwa keterjangkauan dapat disandingkan dengan aksesibilitas. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, TOD Manggarai berpeluang menjadi contoh bagaimana hunian terjangkau dan transportasi publik dapat hadir dalam satu kesatuan kawasan yang utuh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User