Sep 10, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

Jayawijaya — Jenazah ASN Korban Penembakan KKB Diterbangkan ke Kupang

Suasana duka menyelimuti apron Bandara Wamena ketika peti kayu berbalut kain putih perlahan dinaikkan ke dalam lambung pesawat. Di dalamnya bersemayam jena

Jayawijaya — Jenazah ASN Korban Penembakan KKB Diterbangkan ke Kupang

Suasana duka menyelimuti apron Bandara Wamena ketika peti kayu berbalut kain putih perlahan dinaikkan ke dalam lambung pesawat. Di dalamnya bersemayam jenazah Wili Mbuik (26), seorang aparatur sipil negara (ASN) muda pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Pemuda yang mengabdikan diri untuk memajukan pertanian di pedalaman Papua tersebut menjadi korban keganasan serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Muliama.

Penerbangan menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi perjalanan pulang terakhir bagi abdi negara yang gugur saat menjalankan tugasnya. "Dia pergi dengan semangat tinggi untuk membangun masyarakat, namun harus kembali dalam peti dingin," ungkap seorang rekan kerja korban dengan suara bergetar saat melepas keberangkatan jenazah di bandara.

Tragedi Berdarah di Distrik Muliama

Insiden bermula ketika rombongan petugas dari Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya sedang melakukan kegiatan pendataan dan penyuluhan lapangan di Distrik Muliama. Tanpa peringatan, rentetan tembakan dilepaskan dari balik rimbunnya hutan, mengincar para pekerja sipil yang tidak bersenjata.

Wili Mbuik tewas di tempat setelah diterjang timah panas. Kehadiran tiga orang ASN di lokasi tersebut murni untuk urusan pelayanan publik dan pemberdayaan ekonomi warga lokal. Namun, garis batas antara misi kemanusiaan dan konflik bersenjata kembali tercabik oleh aksi brutal yang tidak memedulikan status pekerja sipil.

"Kami datang membawa program penyuluhan dan bantuan bibit pertanian untuk masyarakat pedalaman, bukan membawa senjata. Sangat tragis ketika dedikasi pelayanan publik dibalas dengan tindakan barbar," ujar salah seorang pejabat daerah dalam pernyataan resminya.

Kerentanan Pelayan Publik di Kawasan Konflik

Penembakan ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap pekerja sipil, mulai dari guru, tenaga kesehatan, hingga petugas teknis di wilayah Pegunungan Papua. Aparatur negara yang bertugas di garda terdepan kini berada dalam ketakutan hebat akibat ancaman keamanan yang tak kunjung mereda.

Analisis risiko keselamatan kerja bagi pelayan publik di wilayah rentan Papua menunjukkan gambaran eskalasi ancaman sebagai berikut:

Sektor Pelayanan Bentuk Benturan & Ancaman Dampak Pada Pelayanan Publik
Pertanian & Pangan Penembakan di lokasi penyuluhan, perampasan sarana Program ketahanan pangan lokal terhenti total
Kesehatan & Pendidikan Penyerangan fasilitas medis, intimidasi tenaga pengajar Penarikan massal ASN dan nakes dari distrik rawan
Pembangunan Infrastruktur Sabotase proyek, penyanderaan pekerja lapangan Keterisolasian wilayah pedalaman semakin memburuk

Desakan Evaluasi Protokol Pengamanan ASN

Gugurnya Wili Mbuik memicu gelombang desakan agar pemerintah pusat maupun daerah merevisi secara mendasar prosedur operasional standar (SOP) keselamatan pegawai di daerah berisiko tinggi. Mengirimkan ASN ke wilayah rawan tanpa pengawalan ketat dari aparat keamanan dinilai sebagai langkah yang sangat berisiko.

"Pemerintah tidak boleh membiarkan para ASN bekerja bagaikan martir tanpa jaminan perlindungan fisik yang memadai," tegas seorang pengamat kebijakan publik daerah. Pemetaan wilayah merah harus diperketat agar misi pelayanan rakyat tidak lagi menumbalkan nyawa abdi negara.

Kini, jenazah Wili Mbuik telah tiba di tanah kelahirannya di Kupang untuk dimakamkan oleh keluarga. Namun, duka mendalam serta pertanyaan besar mengenai jaminan keselamatan bagi para pelayan publik di pelosok Papua masih terus membayangi.

Jenazah Wili Mbuik (26), aparatur sipil negara pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang tewas ditembak KKB di Distrik Muliama, akhirnya diterbangkan ke Kupang, NTT. Aksi penyerangan terhadap pekerja sipil ini kembali menyoroti minimnya jaminan keamanan bagi pelayan publik di wilayah konflik Papua. Baca selengkapnya di Lurusin.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User