Sep 10, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

JAKARTA — Shin Tae-yong Soroti Ketidakpastian Izin Laga Persija vs Persib

Ketidakpastian lokasi pertandingan besar dalam panggung sepak bola nasional kembali menjadi sorotan tajam. Pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong, s

JAKARTA — Shin Tae-yong Soroti Ketidakpastian Izin Laga Persija vs Persib

Ketidakpastian lokasi pertandingan besar dalam panggung sepak bola nasional kembali menjadi sorotan tajam. Pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong, secara terbuka menyuarakan keprihatinannya terkait simpang siurnya izin penyelenggaraan laga klasik yang mempertemukan Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Isu lama yang terus berulang ini dinilai tidak hanya merugikan kedua klub yang bertanding, tetapi juga merusak pola latihan dan manajemen kebugaran para pemain profesional, termasuk mereka yang menjadi pilar skuad Garuda.

Dalam iklim sepak bola modern, kepastian jadwal dan lokasi pertandingan merupakan fondasi utama dari persiapan taktis maupun fisik sebuah tim. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa ketidakjelasan regulasi serta lambatnya proses perizinan dari pihak kepolisian dan pengelola stadion kerap memaksa klub beroperasi dalam kondisi serba remang-remang hingga detik-detik akhir menjelang kick-off.

Sorotan Tajam Shin Tae-yong dan Dampaknya bagi Timnas

Kepada awak media, Shin Tae-yong menegaskan bahwa kepastian tempat pertandingan adalah elemen vital yang tidak boleh diabaikan oleh operator kompetisi maupun pihak keamanan. Ketika dua tim raksasa Liga 1 harus bertanding tanpa kepastian lokasi, dampaknya merembet langsung pada program latihan mingguan, alokasi waktu istirahat, hingga mentalitas bertanding para pemain.

"Kepastian venue itu sangat penting agar kedua tim bisa melakukan persiapan dengan maksimal. Sepak bola profesional membutuhkan kepastian jadwal untuk merancang latihan dan analisis taktik yang tepat," tegas Shin Tae-yong.

Kekhawatiran juru taktik asal Korea Selatan tersebut sangat beralasan. Skuad Persija Jakarta dan Persib Bandung dihuni oleh sederet pemain kunci yang menjadi langganan pemanggilan Tim Nasional Indonesia. Ketidakpastian fisik akibat perubahan jadwal mendadak atau perjalanan jauh jika laga harus dipindahkan ke luar Jakarta berisiko tinggi memicu cedera dan kelelahan berlebih pada pemain.

Labirin Birokrasi dan Dilema Perizinan Keamanan

Penelusuran mendalam terhadap mekanisme perizinan laga berisiko tinggi di Indonesia mengungkapkan adanya benang kusut birokrasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB), pihak manajemen pengelola kawasan Gelora Bung Karno (PPKGBK), hingga jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya.

  • Evaluasi Risiko Keamanan: Laga Persija vs Persib selalu dikategorikan sebagai high-risk match yang membutuhkan pengerahan ribuan personel pengamanan serta analisis intelijen ketat.
  • Benturan Agenda Non-Olahraga: SUGBK sering kali digunakan untuk acara politik, konser musik, atau kegiatan keagamaan yang membuat jadwal perawatan rumput dan penggunaan lapangan menjadi sangat terbatas.
  • Keluarnya Izin H-1: Keputusan pemberian izin keramaian kerap baru diterbitkan hanya beberapa hari bahkan jam sebelum laga dimulai, menyulitkan panitia pelaksana (Panpel) dalam menjual tiket dan mengatur logistik.

Kondisi ini memaksa pelatih dan jajaran staf analitis bekerja ekstra keras merancang skenario alternatif. Keterlambatan izin tidak hanya memicu kerugian finansial yang signifikan bagi klub tuan rumah, tetapi juga memicu kekecewaan jutaan pendukung sepak bola di tanah air.

Menagih Transparansi dan Kepastian Regulasi Kompetisi

Kasus ketidakpastian venue di SUGBK ini menjadi cermin besar bagi tata kelola sepak bola nasional. Jika Indonesia bercita-cita membangun kompetisi yang profesional dan disegani di level Asia, maka sinkronisasi antara kalender Liga 1, PSSI, pengelola venue negara, dan pihak kepolisian harus segera dibenahi secara mendasar.

Tanpa adanya kepastian hukum dan komitmen penjadwalan yang mengikat, sepak bola Indonesia akan terus terjebak dalam siklus ketidakpastian yang kontraproduktif. Para pelaku industri sepak bola, khususnya pelatih seperti Shin Tae-yong, berharap agar polemik perizinan seperti ini tidak lagi menjadi momok tahunan yang mencederai nilai-nilai profesionalisme di lapangan hijau.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User