JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama operator transportasi publik secara resmi mengoperasikan jalur Kereta Raya Terpadu (LRT) Jakarta rute Kelapa Gading hingga Manggarai. Pembukaan jalur krusial ini ditandai dengan pemberlakuan tarif simbolis sebesar Rp8 yang berlaku selama 8 hari ke depan sejak peluncuran resminya. Kebijakan tarif super murah ini dihadirkan untuk menarik minat masyarakat sekaligus menguji keandalan sistem dalam menghadapi lonjakan penumpang secara masif.
Penambahan rute dari Velodrome Kelapa Gading menuju Stasiun Sentral Manggarai ini menelan masa pembangunan intensif demi menghubungkan kawasan penyangga Jakarta Utara dan Jakarta Timur langsung ke jantung transportasi publik ibu kota. Langkah strategis ini dinilai sebagai pencapaian penting dalam memotong titik kemacetan kronis yang kerap melumpuhkan koridor Jalan Pemuda, Pramuka, hingga kawasan perlintasan Matraman.
Kronologi Pembangunan dan Peluncuran Jalur LRT
Perjalanan panjang menghadirkan moda transportasi berbasis rel melayang ini tidak lepas dari berbagai penyesuaian teknis dan percepatan infrastruktur di lapangan. Berikut adalah garis waktu integrasi koridor baru LRT Jakarta:
- Pertengahan 2023: Pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) rute integrasi Fase 1B dari Velodrome menuju Manggarai resmi dimulai dengan fokus konektivitas hub sentral.
- Akhir 2024: Rampungnya pemasangan struktur jalur melayang (gantry girder) di sepanjang koridor arteri Jalan Matraman dan Jalan Pramuka.
- Awal 2026: Pelaksanaan uji coba tanpa penumpang (trial run) untuk menguji keandalan sistem persinyalan otomatis, keamanan pengereman, dan integrasi pasokan listrik kelistrikan.
- September 2026: Resminya pengoperasian secara komersial dengan penawaran tarif promo khusus Rp8 kepada masyarakat luas.
Stasiun Manggarai Sebagai Hub Sentral Baru
Investigasi di lapangan menunjukkan bahwa stasiun terminus Manggarai dirancang khusus untuk mengintegrasikan penumpang LRT Jakarta secara langsung dengan jaringan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line serta sistem Bus Rapid Transit (BRT) TransJakarta. Integrasi fisik dan pembayaran ini mampu memangkas waktu transit penumpang hingga 15–20 menit dibandingkan menggunakan moda transportasi darat biasa.
"Skema tarif Rp8 selama 8 hari ini bukan sekadar aksi promosi semata, melainkan instrumen untuk mengedukasi publik agar semakin terbiasa berpindah antar-moda transportasi umum yang telah terintegrasi secara fisik maupun sistem pembayarannya," tegas perwakilan manajemen LRT Jakarta saat peresmian rute tersebut.
Spesifikasi Operasional dan Layanan LRT Jakarta
Selama periode uji coba komersial dan skema promo ini, pihak pengelola menyiapkan armada rangkaian kereta (trainset) dengan interval kedatangan (headway) yang diperketat untuk mengantisipasi potensi lonjakan animo warga.
- Jam Operasional: Beroperasi penuh mulai pukul 05.30 WIB hingga 23.00 WIB setiap hari.
- Waktu Tunggu Kereta (Headway): Berkisar antara 5 hingga 10 menit pada jam sibuk (peak hours).
- Sistem Pembayaran: Menerima seluruh Kartu Uang Elektronik (KUE) perbankan nasional, kartu JakLingko, serta pembayaran digital berbasis QRIS.
- Kapasitas Angkut: Diproyeksikan mampu melayani hingga lebih dari 80.000 penumpang per hari pada puncak operasionalnya.
Dengan beroperasinya koridor Kelapa Gading-Manggarai secara penuh, Pemprov DKI Jakarta optimistis beban volume kendaraan pribadi di koridor Jakarta Timur dan Jakarta Pusat dapat terkurangi secara signifikan, sekaligus mempercepat terwujudnya ekosistem mobilitas perkotaan yang ramah lingkungan dan efisien.
Comments (0)