Sep 10, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

JAKARTA — KPK Periksa Empat Saksi Dugaan Gratifikasi Mantan Kakanwil DJP

Langkah penegakan hukum di koridor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kembali memasuki babak krusial. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil em

JAKARTA — KPK Periksa Empat Saksi Dugaan Gratifikasi Mantan Kakanwil DJP

Langkah penegakan hukum di koridor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kembali memasuki babak krusial. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil empat orang saksi untuk mendalami kasus dugaan penerimaan gratifikasi yang melibatkan mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) DJP Jakarta Khusus. Langkah ini dilakukan guna mengurai simpul-simpul transaksi keuangan mencurigakan yang diduga berasal dari Wajib Pajak Badan berskala besar.

Kanwil DJP Jakarta Khusus merupakan unit kerja strategis yang mengawasi pundi-pundi penerimaan negara dari korporasi multinasional, penanaman modal asing (PMA), serta perusahaan terbuka. Posisi tawar yang sangat tinggi ini kerap menjadi celah rentan bagi praktik suap dan penerimaan gratifikasi. Pemanggilan para saksi hari ini menyasar pihak swasta dan pihak internal perpajakan yang ditengarai mengetahui langsung alur pemberian fasilitas maupun kompromi perhitungan nilai pajak.

Mengurai Benang Kusut Transaksi dan Modus Operandi

Investigasi KPK berfokus pada modus klasik namun tertutup: penurunan nilai ketetapan pajak yang dibayar dengan imbalan persentase tertentu. Penyidik meyakini bahwa aliran dana tidak hanya mengalir secara langsung melalui transfer bank, tetapi juga menyusup dalam bentuk aset tersembunyi, polis asuransi, hingga pembagian saham terselubung.

Aspek Penyidikan Fokus Pemeriksaan Saksi Target Target Investigasi
Aliran Dana Rekening penampung & transaksi pihak ketiga Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)
Modus Audit Rekonstruksi pemeriksaan pajak korporasi Pengurangan nilai kewajiban pajak
Keterlibatan Pihak Luar Peran konsultan pajak & perantara swasta Pemberi gratifikasi & penyedia dana

Juru Bicara Penindakan KPK menegaskan bahwa pemeriksaan saksi ini mendesak dilakukan untuk memperkuat konstruksi pasal sangkaan dan melengkapi berkas perkara tersangka.

"Kami memanggil empat orang saksi untuk mengonfirmasi sejumlah temuan dokumen dan catatan keuangan yang disita sebelumnya. Penyidik terus mendalami dugaan penerimaan hadiah atau janji yang berkaitan dengan kewenangan jabatan tersangka saat menjabat sebagai Kakanwil DJP Jakarta Khusus," tegas tim juru bicara lembaga antirasuah tersebut.

Celah Pengawasan dan Desakan Reformasi Pajak

Praktik main mata antara pejabat pajak dan wajib pajak korporasi bukan sekadar merugikan kas negara hingga miliaran rupiah, tetapi juga merusak iklim investasi yang sehat. Banyak konsultan pajak nakal yang dimanfaatkan sebagai jembatan untuk mengondisikan besaran pajak yang harus disetorkan.

Pengamat hukum pidana korupsi menilai, persidangan kasus ini nantinya harus membongkar tidak hanya penerima, tetapi juga entitas bisnis yang bertindak sebagai pemberi. "KPK harus berani menembus tembok korporasi. Jika gratifikasi ini dilakukan secara sistemik atas nama perusahaan untuk menghindari beban pajak resmi, maka kejahatan korporasi tersebut harus diseret ke muka hukum tanpa tebang pilih," ujar salah satu pakar integritas publik.

Pemeriksaan keempat saksi ini diharapkan mampu membongkar jaringan patronase di internal perpajakan yang selama ini tertutup rapat. Keberhasilan KPK mengurai kasus ini menjadi tolok ukur sejauh mana komitmen pemerintah dalam membersihkan institusi penerimaan negara dari praktek penyalahgunaan wewenang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User