Sep 10, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

JAKARTA — Erick Thohir Antisipasi Ancaman Abu Vulkanik Jelang FIFA ASEAN Cup

Persiapan Indonesia sebagai tuan rumah ajang FIFA ASEAN Cup 2026 kini memasuki fase krusial dengan masuknya variabel ancaman tak terduga. Ketua Umum PSSI E

JAKARTA — Erick Thohir Antisipasi Ancaman Abu Vulkanik Jelang FIFA ASEAN Cup

Persiapan Indonesia sebagai tuan rumah ajang FIFA ASEAN Cup 2026 kini memasuki fase krusial dengan masuknya variabel ancaman tak terduga. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan fokus federasi tidak hanya terpusat pada aspek fisik lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), melainkan juga pada kesiapsiagaan menghadapi erupsi gunung berapi yang berpotensi menyebarkan sebaran abu vulkanik di kawasan Jawa dan sekitarnya.

Ancaman abu vulkanik kini menjadi perhatian utama mengingat dampaknya yang amat berisiko tinggi terhadap kualitas udara, kesehatan para atlet dari negara-negara Asia Tenggara, hingga kelancaran transportasi udara tim nasional peserta. Penelusuran menunjukkan bahwa mitigasi bencana alam ini mulai diintegrasikan ke dalam standar operasional prosedur penyelenggaraan turnamen internasional tersebut.

Kronologi Pengawasan dan Pemetaan Risiko oleh PSSI

Erick Thohir bersama panitia penyelenggara lokal (LOC) dan manajemen pengelola kompleks Gelora Bung Karno telah menyusun langkah sistematis dalam merespons dinamika kondisi alam belakangan ini:

  1. Audit Lapangan & Fasilitas Stadion: Tim teknis PSSI melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kondisi rumput jenis Zoysia Matrella di SUGBK untuk memastikan daya tahan vegetasi serta saluran drainase jika terpapar material erupsi halus.
  2. Koordinasi Lembaga Meteorologi: PSSI menjalin komunikasi intensif bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta BMKG untuk memantau pergerakan angin dan sebaran debu vulkanik secara real-time.
  3. Penyusunan Prosedur Darurat: Menyiapkan protokol penundaan laga atau pemindahan lokasi latihan apabila indeks kualitas udara (AQI) memburuk hingga melebihi ambang batas toleransi medis FIFA.

Dampak Abu Vulkanik Terhadap Kualitas Laga dan Kesehatan Pemain

Dampak fenomena abu vulkanik tidak dapat dipandang sebelah mata dalam kancah sepak bola profesional. Selain mengganggu jarak pandang di area stadion, partikel mikro pasir berkarakter tajam dari abu gunung api berisiko tinggi merusak sistem pernapasan para pemain yang berada dalam intensitas fisik tinggi.

"Kami tidak boleh abai terhadap faktor cuaca dan fenomena alam seperti abu vulkanik ini. Kesiapan SUGBK harus paripurna, tidak hanya fasilitas stadion tetapi juga protokol keselamatan kesehatan pemain serta official dari seluruh negara peserta FIFA ASEAN Cup," ujar Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

Secara teknis, penumpukan material debu vulkanik di atas lapangan dapat mengubah tekstur rumput, menutupi pori-pori tanah, serta merusak sistem irigasi otomatis stadion. Oleh karena itu, pengelola GBK telah menyiapkan armada pembersih khusus serta penutup lapangan (cover pitch) darurat untuk melindungi permukaan lapangan utama saat situasi kritis terjadi.

Skema Kontingensi dan Kesiapan Transportasi Udara

Selain infrastruktur di Jakarta, PSSI juga mengantisipasi skenario gangguan penerbangan internasional. Sebaran debu gunung berapi sering kali mengakibatkan pembatalan rute udara atau penutupan sementara bandara udara utama seperti Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma.

Berikut adalah 3 poin utama strategi kontingensi yang disiapkan oleh federasi dan instansi terkait:

  • Penyediaan Layanan Kesehatan Khusus: Tim medis turnamen dilengkapi dengan alat ukur kualitas udara digital serta pasokan tabung oksigen tambahan di ruang ganti pemain dan tribun.
  • Fasilitas Pembersihan Lapangan Cepat: Penggunaan pompa penyiram bertekanan tinggi untuk meluruhkan endapan debu vulkanik dari permukaan rumput dalam waktu singkat sebelum kick-off.
  • Koordinasi Jalur Penerbangan Alternatif: Bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan AirNav Indonesia untuk menyiapkan skenario pengalihan pendaratan (divert flight) bagi rombongan tim peserta jika terjadi penutupan ruang udara Jakarta.

Langkah proaktif ini diharapkan mampu menjamin keamanan total serta kelancaran jalannya gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia, sekaligus membuktikan kesiapan infrastruktur nasional dalam mengantisipasi tantangan kondisi alam yang tak terduga.

Ketum PSSI Erick Thohir memastikan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) siap menggelar FIFA ASEAN Cup 2026. Selain aspek teknis stadion, PSSI bekerja sama dengan BMKG dan PVMBG untuk memitigasi bahaya abu vulkanik terhadap kesehatan pemain dan kelancaran penerbangan tim peserta. Baca selengkapnya di Lurusin.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User